Powered by Blogger.

Herayati, Putri Pengayuh Becak Lulus ITB dengan Predikat Cum Laude

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, July 28, 2018 | 19:24


Gadis kelahiran Cilegon, Banten, Herayati, membuktikan kekurangan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Gadis putri seorang tukang becak ini lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat Cumlaude.

Herayati menamatkan pendidikan sarjana di Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3,77. Bahkan sat menjalani kuliah semester V, IPK Herayati masuk kategori sempurna, 4,00.

Selama kuliah, Herayati tidak mengandalkan uang dari orangtua. Mahasiswi berprestasi ini mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Herayati mengaku sudah lama ingin kuliah di ITB dengan beasiswa. Dia terinspirasi oleh salah satu alumni di sekolahnya yang bisa kuliah di kampus yang sama tanpa uang pribadi sepeserpen, sepenuhnya dari beasiswa.

" Saya juga ingin berkuliah tanpa membebankan biaya ke orang tua," kata Herayati dikutip dari itb.ac.id, Kamis 26 Juli 2018.

Meski begitu, dia tidak sepenuhnya menggantungkan pembiayaan dari beasiswa. Herayati juga mencari yang tambahan dengan menjadi guru les privat untuk mahasiswa tingkat pertama ITB.

Meski sibuk dengan tugas kuliah dan mengajar, nyatanya Herayati tetap bisa berprestasi. Awal tahun 2017, gadis ini mendapatkan penghargaan dari Dosen FMIPA karena IP yang selalu sempurna sejak semester I sampai semester V.

Tak hanya itu, Herayati juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Asia Pasific Future Leader Conference 2017 di Kuala Lumpur. Dia merasa sangat bangga menjadi wakil Indonesia.

" Ini salah satu momen yang tak terlupakan selama menjadi mahasiswa karena bertemu dengan orang-orang dari negara lain," ucap Herayati.

Prestasi tersebut membuat Herayati mendapat banyak dana bantuan pendidikan. Beberapa di antaranya seperti dari Pemerintah Kota Cilegon, Kepala Staf Presiden Moeldoko, dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Saat ini, Herayati tercatat sebagai mahasiswi program fast track yang dicanangkan ITB. Program ini memungkinkan seorang mahasiswa menempuh pendidikan S1 sekaligus S2 selama lima tahun.

Herayati berasal Masigit, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, ini bukan berasal dari keluarga mampu. Dia hanyalah anak dari seorang ayah berprofesi sebagai tukang becak dan ibu yang merupakan ibu rumah tangga biasa.

Mungkin banyak dari mereka kurang bersemangat dalam belajar lantaran kondisi keuangan yang serba kurang. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Hera, yang diterima kuliah di ITB dengan beasiswa penuh.

Ayah Hera, Sawiri kerap menarik becak di Kecamatan Grogol dengan penghasilan hanya sebesar Rp15.000 perhari. Tentu uang itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Meski penghasilan orangtuanya sangat kurang, Hera pantang menyerah. Dia sangat yakin, Allah Maha Kaya.

Semangat itu justru mengantarkan Hera meraih prestasi begitu tinggi. Semua berkat kerja keras yang dia jalani selama ini.

Meski begitu, Hera sempat merasakan kepahitan. Dia pernah tidak lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hanya karena panitia meragukan nilai rapornya.

" Waktu itu SNMPTN ITB, panitianya tidak percaya kalau nilai saya di rapor besar-besar. Akhirnya, saya ikut tes tertulis dan akhirnya saya diterima," ucap Hera.

Dia menambahkan, semangatnya belajar terinspirasi dari perjuangan pantang menyerah kedua orangtuanya dalam menjalani hidup. Dia ingin orangtuanya bisa hidup lebih baik.

" Saya ingin mengubah hidup orangtua saya dan ingin membangun daerah kelahiran saya," tutur Hera.

Capaian yang ditorehkan Hera membuat sang ayah, Sawiri, bangga. Dia sampai menitikkan airmata saat Hera dinyatakan lulus dari ITB dengan predikat Cumlaude.

" Saya tidak bisa berbuat banyak selain berdoa kepada Allah untuk kesuksesan Hera," kata Sawiri.

Sumber: dream.co.id
19:24 | 0 comments | Read More

Studi: Radiasi Ponsel Pengaruhi Ingatan Remaja

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, July 25, 2018 | 07:32

Foto: Linetoday

Seringnya penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak terutama akibat terpajan ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) selama penggunaan ponsel. Hal itu diungkapkan dalam satu studi terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH).  

Para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpajan pada RF-EMF.

Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nirkabel yang berbeda.

Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja, kata Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu (21/7) siang.

Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau "beselancar" di Internet tak memiliki dampak mencolok, kata studi tersebut.

Studi itu juga menambahkan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nir-kabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultraviolet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker.

Sumber: Republika.co.id
07:32 | 0 comments | Read More

ISLAMIC SUNDAY ALERT! Halal Bihalal, Belajar Memanah + Mayoran

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, July 21, 2018 | 08:06

💡[ISLAMIC SUNDAY ALERT!]💡
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghubungkan kasih sayang/tali persaudaraan/ silaturahim, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam" (HR Bukhari dan Muslim)
*Islamic Sunday Will be Back* _Special Edition_
```Halal Bihalal, Belajar Memanah + Mayoran```
Let's Mark Your Calendar and Save The Day!
📆 Ahad, 29 July 2018
🏡 BBPK Ciloto - Puncak
🕗 08.00 WIB (Titik Kumpul di Kantor Kec.Cipanas)
💯% *FREE* + *Peserta Terbatas*
Yuk ajak teman temannya ikut dan daftarkan dirimu dengan ketik :
*Nama_AsalSekolah* kirim ke *08567998228 (Wajib Daftar)*
Perlengkapan yg harus dibawa:
👉🏻 Alat Shalat
👉🏻 Member IS
👉🏻 *Makan Siang*, Snack, Minum
See you gaes!
Regards,
YPR Mentari Cianjur
Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
08:06 | 0 comments | Read More

Open Registration: Sanlat MATAHARI Ramadhan 1439 H

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 8, 2018 | 10:21

💫[Open Registration] 💫
*Sanlat MATAHARI Ramadhan 1439 H*
.
"Kalau sekiranya umatku mengetahui segala (kebaikan) didalam bulan suci Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun itu menjadi Ramadhan”, dikarenakan semua kebaikan itu berkumpul di bulan suci Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua doa dikabulkan, semua dosanya diampuni dan surga senantiasa merindukan mereka” (HR. Ahmad)
🔥 _INSTAGRAM (Insan Tangguh Ramadhan)_ 🔥
With our special speakers:
🗣 *Kang Roby* _(Personal Power Trainer)_
🗣 *Kang Novie* _(Personal Development Trainer)_
*Guest Star:*
👥 *HAMANIS* _(Kembar 3 Penghafal Qur'an_)
_Let's mark your calender and save your day!_ ✍🏻
📆 *Sabtu & Ahad, 2 & 3 Juni 2018* (Tidak Menginap)
🕗 08.00 - 16.00 WIB
🏬 Aula Hotel Puncak Mass (Sate Shinta Cipanas)*
_HTM:_
*Rp 30.000*
_Get:_
👉🏻 Seminar Kit
👉🏻 Door Prize
👉🏻 Ilmu Bermanfaat
👉🏻 Bonus Special Perform *Kabaret & Nasyid*
Pendaftaran dibuka mulai tanggal:
*7 - 26 Mei 2018* _(Tiket Terbatas)_
Cara daftar:
*Nama_AsalSekolah* kirim ke 08567998228
.
Jadi jangan sampai kehabisan!
.
Jika ini Ramadhan terakhirmu, tentu kamu gak akan membiarkannya pergi dengan sia-sia..
.
Maka dari itu.. *Buruan Agendain dan Daftar*..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
.
📲 More Info:
IG: @ypr_mentari
Fp: @yprmentaricianjur
Web: www.yprmentari.or.id
📱: 08567998228 (Whatsapp)
10:21 | 0 comments | Read More

Ustadz Abdul Somad: Hadits Palsu Menyambut Ramadan

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, May 7, 2018 | 20:41

Di Indonesia beredar hadits-hadits yang justru di dalam kitab-hadis hadis palsu sekalipun tidak ditemukan. Khusus terkait dengan datangnya bulan Ramadan, di antara hadis populer yang selalu kita dengar adalah hadis, "Man fariha bi dukhuli Ramadan harramallahu jasadahu 'ala an-niran (Siapa yang gembira menyambut bulan suci Ramadan, maka diharamkan Allah jasadnya masuk neraka)".

Ini hadis palsu yang tidak ada dasarnya sama sekali, baik dalam kitab-kitab shahih maupun maudhu' (kumpulan hadis palsu).

Namun kepalsuan hadis ini tidak membuat hati kita berubah menyambut bulan suci Ramadan. Karena dalam hadis shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

"Telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan puasa bagi kamu di bulan itu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkan kebaikan". (HR. an-Nasa'i).

*****

Teks Mirip Hadits Shahih

Hadis lain yang populer menjelang Ramadan adalah, "Rasulullah naik ke atas mimbar. Ketika berada di tangga pertama, beliau ucapkan, "Amin".

Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau ucapan, "Amin". Ketika naik ke anak tangga ke tiga, beliau ucapkan, "Amin". Lalu para shahabat bertanya, "Mengapa engkau mengucapkan Amin wahai Rasulullah?".

Rasulullah menjawab, "Tadi Malaikat Jibril datang dan berkata, 'Ya Allah, janganlah engkau terima puasa seorang anak yang belum meminta ampun kepada kedua orang tuanya'.

Maka aku katakan, "Amin". Lalu Malaikat Jibril berkata, 'Ya Allah, janganlah Engkau terima puasa seorang istri yang belum meminta maaf kepada suaminya'. Maka aku katakan, "Amin".

Kemudian malaikat Jibril berkata, "Ya Allah, janganlah engkau terima puasa seorang saudara yang belum meminta maaf kepada saudaranya". Maka aku katakan, "Amin".

Hadis ini palsu, tidak terdapat kitab-kitab hadis shahih maupun kumpulan hadis maudhu' (palsu).

Ada hadis yang teksnya mirip dengan hadis ini, disebutkan Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari Ka'ab bin 'Ajrah, ia berkata, "Rasulullah SAW berkata, "Datanglah kalian ke mimbar".

Lalu kami pun datang ke mimbar. Ketika Rasulullah SAW naik ke anak tangga pertama beliau ucapkan, "Amin". Ketika naik ke anak tangga kedua beliau ucapkan, "Amin".

Ketika naik ke anak tangga ketiga, beliau ucapkan, "Amin". Ketika beliau turun, kami katakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, hari ini kami mendengar darimu sesuatu yang tidak pernah kami dengar sebelumnya". Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya malaikat Jibril telah datang kepadaku seraya berkata, 'Celakalah orang yang bertemu dengan Ramadan, tapi ia tidak diampuni'. Maka aku katakan, "Amin". Ketika aku naik ke anak tangga kedua, malaikat Jibril berkata, 'Celakalah orang yang ketika namamu disebut, akan tetapi ia tidak bershalawat untukmu'. Maka aku katakan, "Amin".

Ketika aku naik ke anak tangga ketiga, malaikat Jibril berkata, "Celakalah orang yang bertemu dengan kedua orang tuanya hingga lanjut usia, tetapi tidak dapat membuatnya masuk surga". Maka aku katakan, "Amin".

Hadis ini dinyatakan shahih oleh al-Hafizh adz-Dzahabi dalam at-Talkhish.

Meskipun hadis di atas palsu, namun bukan berarti membenarkan kita tetap memutuskan silaturahim menjelang Ramadan. Karena ada hadis shahih dari Mu'adz bin Jabal yang menyatakan, "Allah memperhatikan semua makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya'ban, maka Ia ampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang belum berdamai dengan saudaranya". Mudah-mudahan kita selamat dari hadis palsu.***

Sumber: https://www.facebook.com/UstadzAbdulSomad/posts/1890657484479916
20:41 | 1 comments | Read More

Widya Apriliani, Pejuang UNBK dari SMAN 1 Sukaresmi Itu Kini Telah Tiada

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 26, 2018 | 21:26

Ketika Admin Situs www.yprmentari.or.id share berita terkait seorang Pelajar asal SMAN 1 Sukaresmi yang Sakit Liver tapi memaksakan Ikut UNBK, saat itu View Website terkait Berita tersebut sangatlah tinggi dan menjadi Rekor (diterbitkan 12 April 2018 dan sampai saat ini sudah dilihat 2237 Kali).

Foto Allahuyarham Widya dibopong Sang Ayah untuk mengikuti UNBK

Tinggi-nya View karena banyak Netters yang share berita tersebut disebabkan Sosok Widya menjadi Inspirasi dan sumber Motivasi bagi banyak orang terutama Pelajar.

Namun Hari ini Tanggal 26 April 2018 ada kabar sedih menghampiri kita semua, Ba'da Shubuh ada Pengurus Mentari yang share kabar di Grup WA Pengurus Mentari bahwa Allahuyarham Widya Apriliani telah Meninggal Dunia ... Innalillahi Wa Innailaihi Raaji'un, Allahughfirlaha Warhamha Wa'afiha Wa'fu 'Anha.

Pengurus Yayasan Peduli Mentari (YPR) Mentari mengucapkan turut berbela sungkawa atas kepergian Almarhumah.

Semoga Daya Juang Allahuyarham Widya bisa menjadi Inspirasi sekaligus memotivasi buat Para Pelajar lainnya yang Allah SWT masih berikan kesehatan untuk belajar lebih giat. YPR Mentari Cianjur yang bekerjasama dengan SMAN 1 Sukaresmi untuk menyelenggarakan Mentoring dan juga banyak dari Pengurus YPR Mentari adalah Alumni,  sangat kehilangan sosok yang menginspirasi itu.

Semoga amal ibadah Allahuyarham Widya diterima Iman dan Islam-nya dan diampuni dosa-dosanya, Aamiin Ya Rabbal 'Alamien
21:26 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Alert: INSTAGRAM - INSan TAnGguh RAMadhan, 29 April 2018

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, April 16, 2018 | 10:39


💡[Islamic Sunday Alert!] 💡

🌙 Ramadhan Return!🌙

📌 Bagaimana persiapan Ramadhanmu?

📌 Amat merugi/hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya." (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami', no. 3510)

Nah.. Biar kita gak jadi orang yg merugi yuk dateng dan agendakan..

👉🏻 Islamic Sunday  "Road To INSTAGRAM (Insan Tangguh Ramadhan)"

With:
🗣 Akhrie Rabbani, Lc (Alumni Univ. Al-Azhar, Mesir)

📆 Ahad, 29 April 2017
🕤 Pukul 08.30 WIB
🏠 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)

Yuk, ajak teman-temanmu sebanyak-banyaknya. Kita isi waktu luang dengan hal yang bermanfaat. Dan yang ga kalah penting, Islamic Sunday ini gratis!! Yeay! 😉

Ditunggu ditempat ya, See you..

Regards,
Yayasan Peduli Remaja MENTARI #yprmentari #pemudabawaperubahan

📲 Find us on:
- FP : Ypr Mentari Cianjur
- IG : @ypr_mentari
📞 Contact Person
- CP & WA: 08567998228
10:39 | 0 comments | Read More

Inspirasi dari SMAN 1 Sukaresmi (LOWA): Sakit Liver, Buram dan Susah Menggerakan Mouse Komputer Tetap Ikut UNBK

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 12, 2018 | 16:12


Sakit tak dirasa. Meski sedang mengalami sakit yang cukup serius, siswi SMAN 1 Sukaresmi bernama Widya Apriliani tetap semangat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA yang berlangsung sejak Senin (9/4/2018) dan berakhir hari ini Kamis (12/4/2018).

Wajahnya pucat tak berdaya. Widya datang ke sekolah bersama sang ayah, Deni Iskandar. Bapak tercintanya ditemani sang ibu, Ita Mintarsih setiap hari harus menggendong Widya agar tiba di sekolah.

Berat badannya terus menurun. Semula Widya memiliki berat badan 52 kilogram (kg). Namun, akibat komplikasi penyakit maag dan tifus sampai sakit liver membuat berat badannya turun drastis 14 kg menjadi 38 kg.

Peduli dan sayang kepada anaknya, Deni mengaku sering memberi saran kepada putrinya untuk tidak ikut dalam UNBK.

“Sering bilang ke Widya untuk ikut ujian susulan saja, tapi dia tetap ingin mengikuti UNBK serentak bersama teman-temannya. Padahal kondisi tubuhnya tidak memungkinkan,” kata Deni.

Di hari pertama UNBK, Deni mengantarkan Widya menggunakan motor karena kondisi Widya yang lemah. Deni mengikat Widya agar tak jatuh saat dibonceng.

“Kalau hari ini (Rabu) ada temen saya yang pinjamkan mobilnya. Jadi saya pakai untuk antar Widya. Kalau di mobil enak, Widya bisa bersandar,” tuturnya.

Ibu Widya, Ita menceritakan, awalnya ayah Widya bekerja di hotel tapi sejak Widya sakit akhirnya berhenti bekerja.

“Sempat usaha jualan pulsa tapi akhirnya berhenti karena modal untuk membawa Widya bolak-balik ke rumah sakit lumayan besar,” jelas Ita dengan sedih.

Kelulusan saat ini tidak seratus persen ditentukan oleh nilai UNBK, bagi siswi SMAN 1 Sukaresmi, Widya Apriliani sangat penting. Meski sedang mengalami sakit liver hingga tubuhnya layu, tak membuat siswi ini putus asa bahkan yakin bisa melewati ini semua.

Widya mengatakan, sebenarnya sangat lemas dan sakit untuk bergerak. “Pandangan saya buram, bahkan untuk menggerakan mouse saja gak kuat,” ungkapnya.

Yang membuat Widya tetap semangat adalah kedua orangtuanya, tetap mau merawatnya hingga saat ini. “Meski hari ini (kemarin) kondisi saya lemah tapi saya tetap semangat karena ada orangtua dan teman-teman serta guru-guru yang selalu mensupport (dukung) saya,” pungkasnya.

Sumber: http://jabar.pojoksatu.id/cianjur
16:12 | 5 comments | Read More