Powered by Blogger.
Showing posts with label Ngenet Aman. Show all posts
Showing posts with label Ngenet Aman. Show all posts

Warning! Remaja di Jakarta Tusuk Ibu Kandung Karena Depresi Akibat Game Online

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, February 10, 2020 | 18:18

Sahabat Mentari, kembali sebuah kejadian yang tidak diinginkan kembali terjadi. Dimana seorang Remaja melakukan penusukan terhadap Ibu Kandungnya sendiri. Penyebab Remaja melakukan aksi tersebut berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh Pihak Kepolisian adalah karena terlalu keranjingan bermain Game Online, begitu juga informasi dari para Tetangga yang mengatakan bahwa Remaja tersebut sehari-hari tidak lepas dari HP.

Makanya Sahabat Mentari ... temennya jangan cuman akun-akun digital di Internet atau Game Online saja, carilah teman yang berwujud manusia asli di dunia nyata. Salah satunya ikut Mentoring dibawah bimbingan Yayasan Peduli Remaja (YPR) Mentari Cianjur atau ikut Pengajian di Sekolahnya dan juga sekitar tempat tinggal.

*****
Pengamat menyebut tindak kekerasan yang dilakukan seorang remaja berinisial CCS yang tega menusuk ibu kandungnya menggunakan gunting di Tanjung Duren terkait dengan paparan negatif dunia digital di internet.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA) Nahar mengatakan tindak kekerasan ini kemungkinan terinspirasi dari paparan hal-hal negatif di dunia digital.

"Ia terinspirasi oleh tayangan atau oleh pengalaman orang lain atau misalnya karena terinspirasi oleh hal-hal (di internet) yang seharusnya dia tidak lakukan," 

Nahar lebih lanjut menekankan agar orang tua memiliki pola asuh yang tidak hanya memberikan sesuatu kepada anak. Nahar menyarankan agar orang tua terus membimbing anak ketika hendak memberikan hal-hal baru.

Khususnya terkait hal-hal yang berkaitan dengan digital dan internet. Segala sesuatu yang baru pasti memiliki nilai positif dan negatif. Merupakan tugas orang tua untuk memastikan agar anak dapat memanfaatkan digital dan internet secara positif.

"Cara mengedukasi kita yang itu kembali lagi ke pola pengasuhan. Pola asuhnya harus jangan cuma bisanya menyodorkan sesuatu, lalu kemudian anak itu gampang mencontoh," katanya.

Di sisi lain, Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 mengatakan penduduk usia lima tahun ke atas mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan jumlah penduduk muda ini naik 22,76 persen dari 2014 ke 2018.

Penduduk usia 5 sampai 18 tahun pun tercatat menempati sekitar 25,62 persen dari total pengguna internet Indonesia.

Perkembangan teknologi informasi telah membuat anak rentan terhadap berbagai isu baru yang mungkin tidak pernah kita bayangkan di masa lalu. Bintang kemudian menjelaskan siapa yang menyangka bahwa bahaya dapat mengintai anak-anak di baling perangkat elektronik.

Banyak orang juga tidak membayangkan internet bisa menjauhkan anak-anak dari keluarga dan teman-teman sebaya akibat kecanduan internet.

"Saat ini, pemanfaatan internet yang tidak sehat masih menjadi persoalan di Indonesia," ujar Bintang. 

Sumber: cnnindonesia.com
18:18 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Special: Nonton bareng Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP), 17 November 2019

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, November 12, 2019 | 16:50

Mas gagah berubah!
Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!

Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Teknik Sipil UI Semester Tujuh. Ia seorang Kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja ganteng !
Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
-----------------------------------

Itu dia, penggalan dari Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP)

Dan kamu tau gaes! Islamic Sunday kali ini edisi spesial nonton bareng filmnya lohh..

Yuk agendakan!

[Islamic Sunday] Edisi Spesial

Nonton Bareng Ketika Mas Gagah Pergi

Kapan?
📆 Ahad, 17 November 2019
🕗 08.00 WIB - Selesai
🏠 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)

Film ini menginspirasi kalian dlm Hijrah yg sesungguhnya..

Kuy agendain dateng dan ajak temen2 yg lainnya yah..

Regards,
YPR Mentari Cianjur

More info:
08567998228
Ypr Mentari Cianjur
@ypr_mentari
yprmentari.or.id
16:50 | 0 comments | Read More

Seks Bebas Dibalik Seragam Putih Biru

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, October 20, 2018 | 17:27

Oleh: Dede Yulianti (Ibu dan Pemerhati Remaja)
#WadahAspirasiMuslimah
Disunting oleh Admin YPR Mentari Cianjur

Noda hitam kembali mencoreng dunia pendidikan. Bau busuk pergaulan bebas terendus di balik seragam putih biru. Dua belas siswi hamil ditemukan di satu sekolah di Kabupaten Lampung. Bisa dipastikan, aktivis zina remaja yang tidak sampai hamil, jumlahnya lebih fantastis.

Tak kalah mencengangkan, kondom dan alat tes kehamilan menjadi 'jajanan' yang laku keras di apotik sekitar sekolah dan kampus. Tak tanggung-tanggung, 100 kondom laris terjual dalam sebulan. Temuan fakta tersebut diungkap oleh Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Dwi Hafsah Handayani. (Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2018/10/02/12-siswi-di-satu-smp-hamil-pengakuan-sekolah-berbeda-dengan-temuan-pkbi-lampung)

Dalam waktu yang hampir bersamaan, terciduk komunitas seks bebas. Lagi-lagi di kalangan putih biru. Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi mendapatkan temuan terkait tindak asusila melalui grup aplikasi mengobrol, whatsapp (WA). Ironisnya, grup tersebut berisikan para siswa di satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan. Selain tindak asusila, di grup yang berisikan 24 siswa dan siswi itu, para anggota saling berbagi video porno. Dari video tersebut, para anggota saling mengajak untuk berhubungan badan.

“Ditemukan ada 42 video porno di grup WA itu. Kemudian ada ajakan mesum. Ajakan itu dikuatkan saat sang guru menelusuri lebih jauh dan ditemukan ada obrolan pribadi via WA yang mengajak berbuat mesum, siswa dan siswa yang masih satu sekolah,” ucap Rozak, Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi (Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/10/03/mengkhawatirkan-aktivitas-asusila-siswa-smp-di-grup-whatsapp-all-stars)

Akibat Pergaulan Bebas
Inilah yang disebut oleh Bu Elly Risman, pakar parenting sebagai 'bencana nasional' yang menimpa generasi muda dan mengancam ketahanan negara. Implikasi dari penerapan sekulerisme di negeri ini. Gelombang tsunami peradaban sekulerisme menghantam setiap sisi kemanusiaan. Tingginya ombak kebebasan menghanyutkan iman hingga melepas rasa malu. Naluri seksual ditempatkan hanya sebatas jalan mendapatkan kenikmatan syahwat.

Gambar: Google Images

Mengurai Persoalan
Naluri seksual sebagai fitrah manusia, sejatinya tak akan menimbulkan kekacauan dan kerusakan manakala diatur dan dikelola sesuai dengan fungsinya. Yaitu jalan lahirnya penerus generasi. Tentu satu-satunya cara yang dibenarkan dalam Islam hanya dengan pernikahan. Dengan demikian setiap aktivitas yang membangkitkan naluri ini yang terjadi pada Insan yang belum menikah mestilah diatur agar sesuai Syariat Islam. Seperti perilaku mengumbar aurat atau pornografi dan pornoaksi, budaya pacaran yang mendekati zina. Maka satu-satunya solusi adalah dengan mengembalikan tatanan kehidupan pada syariat Islam yang mengatur masalah ini dengan paripurna.

Perilaku seks bebas di kalangan remaja harus dihentikan. Membalikkan kondisi remaja muslim seperti seharusnya, yaitu bagian umat terbaik, memerlukan keseriusan dan kerja keras dari semua pihak. Pembinaan remaja dengan aqidah dan pemahaman syariat mutlak dibutuhkan. Beberapa hal yang penting dipahami oleh remaja, sebagai berikut:

1. Menanamkan identitas diri sebagai Muslim
Tuntun remaja memahami tujuan hidupnya. Bahwa setiap manusia berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Maka kehidupan ini hanyalah untuk menghamba kepada-Nya. Tumbuhkan rasa takut dan merasa diawasi Allah SWT. Jadikan aqidah Islam sebagai satu-satunya landasan ketika berperilaku.

2. Memahami Konsekuensi Usia Baligh
Ketika organ-organ reproduksi manusia telah matang, mereka memasuki usia akil baligh. Dalam Islam usia tersebut bukan pintu diberikannya kebebasan. Justru statusnya sebagai mukallaf, berkonsekuensi untuk bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatannya. Maka dimulailah kewajiban untuk terikat dengan seluruh hukum syariat Islam. Catatan amal mulai berlaku, terbuka pintu menuju surga atau neraka.

3. Memahami Hukum Islam Tentang Pergaulan
Ajarkan sejak dini perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya dari pakaiannya. Sehingga terhindar dari kholwat, berduaan dengan yang bukan mahrom. Serta ikhtilat, campur baur tanpa kepentingan. Biasakan menutup aurat sedari dini. Tanamkan pentingnya menjaga kehormatan dan rasa malu baik untuk laki-laki maupun perempuan. Sebab Allah SWT memerintahkannya.

4. Menjelaskan Zina Adalah Perbuatan Keji
Allah SWT berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."(TQS. Al-Isra' 17: Ayat 32)

Termasuk mendekati zina dengan pacaran. Budaya ini jelas berbahaya bagi pergaulan remaja. Hukuman pelaku zina dalam Islam sangat gamblang . Allah SWT berfirman:
"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman." (TQS. An-Nur 24: Ayat 2).
Jika hukuman itu tidak dilaksanakan di dunia, tentu siksa pedih di akhirat menanti. Na'uzubillah.

5. Mengawasi Penggunaan Gawai (Gadget)
Teknologi memang sesuatu yang tak bisa dihindari. Namun penggunaannya bak pisau bermata dua. Tanpa pengawasan, gawai berpotensi mengakses informasi negatif. Oleh karena itu, penggunaannya harus diatur dan tetap diawasi orangtua.

Di tengah serbuan seks bebas remaja, masih ada setitik asa. Selama ajaran Islam dijadikan pegangan hidup dan dilaksanakan sepenuhnya. Semoga remaja negeri ini segera bangkit dari kerusakan menuju tercapainya generasi terbaik dari umat.

MasyaAllah, Semakin miris dengan "bencana nasional" ini.

============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
17:27 | 0 comments | Read More

Singgasana Allah Terguncang karena LGBT Merajalela

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, October 10, 2018 | 20:45

Merajalelanya kaum Lesbian Gay dan Transgender (LGBT), khususnya di Indonesia belakangan ini, dikatakan sanggup mengguncang singgasana Allah swt, yaitu Arsy. Hal ini sudah ditegaskan dalam sebuah hadist Rasulullah saw.

Gambar: Google Images

"Jika seorang lelaki 'menaiki' sesama lelaki, maka Arsy guncang lantaran takut murka Allah. Hampir saja langit runtuh gara-gara perbuatan itu. Para malaikat pun berpegang pada ujung langit sambil membaca 'qul huwa Allah ahad' (surat Ikhlas), sehingga murka Allah reda kembali." [Al-Kabir, Hal 57].

Berdasarkan kedua sumber utama ajaran Islam yakni Alquran dan hadist, sudah banyak dijelaskan tentang keharaman praktek lesbian dan homoseksual. Bahkan, sampai-sampai perilaku menyimpang ini dikatakan sanggup mengguncang singgasana Allah sebagaimana disebut di atas.

Arsy merupakan makhluk Allah yang tidak terdefinisikan. Allah bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. Sebagaimana Firman Allah,  "...kemudian Dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan." (Surah Yunus ayat 3).

Jika singgasana Allah tersebut terguncang, maka umat manusia barangkali akan terkena adzab seperti yang diterima kaum homo dan lesbi pada zaman Nabi Luth as. Umat Islam harus melakukan pencegahan terhadap pelaku penyimpangan seksual ini. Karena jika tidak, mereka dapat membuat orang berbuat maksiat (’anah ‘ala al-ma’siat) dan bahkan bisa turut berpartisipasi di dalamnya.

Imam Abu Said As-Shaluki mengatakan dalam kitab Al-Kabair, umat Nabi Muhammad saw akan tertimpa bencana homoseksualitas. Mereka terdiri dari tiga tingkatan. Pertama, mereka hanya mendiamkan; kedua, mereka ikut merestui; dan ketiga, mereka melakukan secara langsung. [Al-Kabair, 57-58]. Wallahu a’lam.

Sumber: Republika.co.id
20:45 | 0 comments | Read More

Innalillahi, ada Peserta Kontes Gay asal Cianjur di Bali

Sebelumnya, Admin Web YPR Mentari melihat Iklan di Facebook bahwa ada Warga Cianjur yang jadi peserta Acara Kontes Kaum Gay Laknatullah di Bali yang lagi heboh dan didemo Umat Islam di Bali sana hingga acaranya batal (Pihak penyelenggara kontes tersebut masih mencari tempat lain). Dan kejengkelan tersebut ternyata tercium juga Netizen Cianjur dan Situs Berita Radar Cianjur. Berikut cuplikan beritanya:

Para netizen khususnya di daerah Kabupaten Cianjur dihebohkan dengan kabar bakal adanya acara yang diduga berbau LGBT di Bali.
Yang lebih menghebohkan, Kabupaten Cianjur yang dikenal dengan julukan Kota Santri ternyata menjadi peserta dalam ajang tersebut.
Acara yang bertajuk Mister & Miss Gaya Dewata 2018 itu diikuti 80 kandidat dari 40 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Dalam postingan sebuah iklan yang beredar di media sosial, di daerah Jawa Barat terdapat 14 orang peserta yang tersebar di Lima daerah, Jakarta, Bandung, Cirebon, Garut, Subang, dan Cianjur.
Acara yang diketahui di gagas oleh Gaya Dewata tersebut sontak menjadi viral dan menjadi perbincangan para netizen.

Sumber: Radar Cianjur
19:59 | 0 comments | Read More

Herayati, Putri Pengayuh Becak Lulus ITB dengan Predikat Cum Laude

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, July 28, 2018 | 19:24


Gadis kelahiran Cilegon, Banten, Herayati, membuktikan kekurangan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Gadis putri seorang tukang becak ini lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat Cumlaude.

Herayati menamatkan pendidikan sarjana di Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3,77. Bahkan sat menjalani kuliah semester V, IPK Herayati masuk kategori sempurna, 4,00.

Selama kuliah, Herayati tidak mengandalkan uang dari orangtua. Mahasiswi berprestasi ini mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Herayati mengaku sudah lama ingin kuliah di ITB dengan beasiswa. Dia terinspirasi oleh salah satu alumni di sekolahnya yang bisa kuliah di kampus yang sama tanpa uang pribadi sepeserpen, sepenuhnya dari beasiswa.

" Saya juga ingin berkuliah tanpa membebankan biaya ke orang tua," kata Herayati dikutip dari itb.ac.id, Kamis 26 Juli 2018.

Meski begitu, dia tidak sepenuhnya menggantungkan pembiayaan dari beasiswa. Herayati juga mencari yang tambahan dengan menjadi guru les privat untuk mahasiswa tingkat pertama ITB.

Meski sibuk dengan tugas kuliah dan mengajar, nyatanya Herayati tetap bisa berprestasi. Awal tahun 2017, gadis ini mendapatkan penghargaan dari Dosen FMIPA karena IP yang selalu sempurna sejak semester I sampai semester V.

Tak hanya itu, Herayati juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Asia Pasific Future Leader Conference 2017 di Kuala Lumpur. Dia merasa sangat bangga menjadi wakil Indonesia.

" Ini salah satu momen yang tak terlupakan selama menjadi mahasiswa karena bertemu dengan orang-orang dari negara lain," ucap Herayati.

Prestasi tersebut membuat Herayati mendapat banyak dana bantuan pendidikan. Beberapa di antaranya seperti dari Pemerintah Kota Cilegon, Kepala Staf Presiden Moeldoko, dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Saat ini, Herayati tercatat sebagai mahasiswi program fast track yang dicanangkan ITB. Program ini memungkinkan seorang mahasiswa menempuh pendidikan S1 sekaligus S2 selama lima tahun.

Herayati berasal Masigit, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, ini bukan berasal dari keluarga mampu. Dia hanyalah anak dari seorang ayah berprofesi sebagai tukang becak dan ibu yang merupakan ibu rumah tangga biasa.

Mungkin banyak dari mereka kurang bersemangat dalam belajar lantaran kondisi keuangan yang serba kurang. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Hera, yang diterima kuliah di ITB dengan beasiswa penuh.

Ayah Hera, Sawiri kerap menarik becak di Kecamatan Grogol dengan penghasilan hanya sebesar Rp15.000 perhari. Tentu uang itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Meski penghasilan orangtuanya sangat kurang, Hera pantang menyerah. Dia sangat yakin, Allah Maha Kaya.

Semangat itu justru mengantarkan Hera meraih prestasi begitu tinggi. Semua berkat kerja keras yang dia jalani selama ini.

Meski begitu, Hera sempat merasakan kepahitan. Dia pernah tidak lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hanya karena panitia meragukan nilai rapornya.

" Waktu itu SNMPTN ITB, panitianya tidak percaya kalau nilai saya di rapor besar-besar. Akhirnya, saya ikut tes tertulis dan akhirnya saya diterima," ucap Hera.

Dia menambahkan, semangatnya belajar terinspirasi dari perjuangan pantang menyerah kedua orangtuanya dalam menjalani hidup. Dia ingin orangtuanya bisa hidup lebih baik.

" Saya ingin mengubah hidup orangtua saya dan ingin membangun daerah kelahiran saya," tutur Hera.

Capaian yang ditorehkan Hera membuat sang ayah, Sawiri, bangga. Dia sampai menitikkan airmata saat Hera dinyatakan lulus dari ITB dengan predikat Cumlaude.

" Saya tidak bisa berbuat banyak selain berdoa kepada Allah untuk kesuksesan Hera," kata Sawiri.

Sumber: dream.co.id
19:24 | 0 comments | Read More

Studi: Radiasi Ponsel Pengaruhi Ingatan Remaja

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, July 25, 2018 | 07:32

Foto: Linetoday

Seringnya penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak terutama akibat terpajan ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) selama penggunaan ponsel. Hal itu diungkapkan dalam satu studi terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH).  

Para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpajan pada RF-EMF.

Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nirkabel yang berbeda.

Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja, kata Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu (21/7) siang.

Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau "beselancar" di Internet tak memiliki dampak mencolok, kata studi tersebut.

Studi itu juga menambahkan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nir-kabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultraviolet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker.

Sumber: Republika.co.id
07:32 | 0 comments | Read More

Open Registration: Sanlat MATAHARI Ramadhan 1439 H

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 8, 2018 | 10:21

💫[Open Registration] 💫
*Sanlat MATAHARI Ramadhan 1439 H*
.
"Kalau sekiranya umatku mengetahui segala (kebaikan) didalam bulan suci Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun itu menjadi Ramadhan”, dikarenakan semua kebaikan itu berkumpul di bulan suci Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua doa dikabulkan, semua dosanya diampuni dan surga senantiasa merindukan mereka” (HR. Ahmad)
🔥 _INSTAGRAM (Insan Tangguh Ramadhan)_ 🔥
With our special speakers:
🗣 *Kang Roby* _(Personal Power Trainer)_
🗣 *Kang Novie* _(Personal Development Trainer)_
*Guest Star:*
👥 *HAMANIS* _(Kembar 3 Penghafal Qur'an_)
_Let's mark your calender and save your day!_ ✍🏻
📆 *Sabtu & Ahad, 2 & 3 Juni 2018* (Tidak Menginap)
🕗 08.00 - 16.00 WIB
🏬 Aula Hotel Puncak Mass (Sate Shinta Cipanas)*
_HTM:_
*Rp 30.000*
_Get:_
👉🏻 Seminar Kit
👉🏻 Door Prize
👉🏻 Ilmu Bermanfaat
👉🏻 Bonus Special Perform *Kabaret & Nasyid*
Pendaftaran dibuka mulai tanggal:
*7 - 26 Mei 2018* _(Tiket Terbatas)_
Cara daftar:
*Nama_AsalSekolah* kirim ke 08567998228
.
Jadi jangan sampai kehabisan!
.
Jika ini Ramadhan terakhirmu, tentu kamu gak akan membiarkannya pergi dengan sia-sia..
.
Maka dari itu.. *Buruan Agendain dan Daftar*..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
.
📲 More Info:
IG: @ypr_mentari
Fp: @yprmentaricianjur
Web: www.yprmentari.or.id
📱: 08567998228 (Whatsapp)
10:21 | 0 comments | Read More

Ustadz Abdul Somad: Hadits Palsu Menyambut Ramadan

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, May 7, 2018 | 20:41

Di Indonesia beredar hadits-hadits yang justru di dalam kitab-hadis hadis palsu sekalipun tidak ditemukan. Khusus terkait dengan datangnya bulan Ramadan, di antara hadis populer yang selalu kita dengar adalah hadis, "Man fariha bi dukhuli Ramadan harramallahu jasadahu 'ala an-niran (Siapa yang gembira menyambut bulan suci Ramadan, maka diharamkan Allah jasadnya masuk neraka)".

Ini hadis palsu yang tidak ada dasarnya sama sekali, baik dalam kitab-kitab shahih maupun maudhu' (kumpulan hadis palsu).

Namun kepalsuan hadis ini tidak membuat hati kita berubah menyambut bulan suci Ramadan. Karena dalam hadis shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

"Telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan puasa bagi kamu di bulan itu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkan kebaikan". (HR. an-Nasa'i).

*****

Teks Mirip Hadits Shahih

Hadis lain yang populer menjelang Ramadan adalah, "Rasulullah naik ke atas mimbar. Ketika berada di tangga pertama, beliau ucapkan, "Amin".

Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau ucapan, "Amin". Ketika naik ke anak tangga ke tiga, beliau ucapkan, "Amin". Lalu para shahabat bertanya, "Mengapa engkau mengucapkan Amin wahai Rasulullah?".

Rasulullah menjawab, "Tadi Malaikat Jibril datang dan berkata, 'Ya Allah, janganlah engkau terima puasa seorang anak yang belum meminta ampun kepada kedua orang tuanya'.

Maka aku katakan, "Amin". Lalu Malaikat Jibril berkata, 'Ya Allah, janganlah Engkau terima puasa seorang istri yang belum meminta maaf kepada suaminya'. Maka aku katakan, "Amin".

Kemudian malaikat Jibril berkata, "Ya Allah, janganlah engkau terima puasa seorang saudara yang belum meminta maaf kepada saudaranya". Maka aku katakan, "Amin".

Hadis ini palsu, tidak terdapat kitab-kitab hadis shahih maupun kumpulan hadis maudhu' (palsu).

Ada hadis yang teksnya mirip dengan hadis ini, disebutkan Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari Ka'ab bin 'Ajrah, ia berkata, "Rasulullah SAW berkata, "Datanglah kalian ke mimbar".

Lalu kami pun datang ke mimbar. Ketika Rasulullah SAW naik ke anak tangga pertama beliau ucapkan, "Amin". Ketika naik ke anak tangga kedua beliau ucapkan, "Amin".

Ketika naik ke anak tangga ketiga, beliau ucapkan, "Amin". Ketika beliau turun, kami katakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, hari ini kami mendengar darimu sesuatu yang tidak pernah kami dengar sebelumnya". Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya malaikat Jibril telah datang kepadaku seraya berkata, 'Celakalah orang yang bertemu dengan Ramadan, tapi ia tidak diampuni'. Maka aku katakan, "Amin". Ketika aku naik ke anak tangga kedua, malaikat Jibril berkata, 'Celakalah orang yang ketika namamu disebut, akan tetapi ia tidak bershalawat untukmu'. Maka aku katakan, "Amin".

Ketika aku naik ke anak tangga ketiga, malaikat Jibril berkata, "Celakalah orang yang bertemu dengan kedua orang tuanya hingga lanjut usia, tetapi tidak dapat membuatnya masuk surga". Maka aku katakan, "Amin".

Hadis ini dinyatakan shahih oleh al-Hafizh adz-Dzahabi dalam at-Talkhish.

Meskipun hadis di atas palsu, namun bukan berarti membenarkan kita tetap memutuskan silaturahim menjelang Ramadan. Karena ada hadis shahih dari Mu'adz bin Jabal yang menyatakan, "Allah memperhatikan semua makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya'ban, maka Ia ampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang belum berdamai dengan saudaranya". Mudah-mudahan kita selamat dari hadis palsu.***

Sumber: https://www.facebook.com/UstadzAbdulSomad/posts/1890657484479916
20:41 | 1 comments | Read More

Widya Apriliani, Pejuang UNBK dari SMAN 1 Sukaresmi Itu Kini Telah Tiada

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 26, 2018 | 21:26

Ketika Admin Situs www.yprmentari.or.id share berita terkait seorang Pelajar asal SMAN 1 Sukaresmi yang Sakit Liver tapi memaksakan Ikut UNBK, saat itu View Website terkait Berita tersebut sangatlah tinggi dan menjadi Rekor (diterbitkan 12 April 2018 dan sampai saat ini sudah dilihat 2237 Kali).

Foto Allahuyarham Widya dibopong Sang Ayah untuk mengikuti UNBK

Tinggi-nya View karena banyak Netters yang share berita tersebut disebabkan Sosok Widya menjadi Inspirasi dan sumber Motivasi bagi banyak orang terutama Pelajar.

Namun Hari ini Tanggal 26 April 2018 ada kabar sedih menghampiri kita semua, Ba'da Shubuh ada Pengurus Mentari yang share kabar di Grup WA Pengurus Mentari bahwa Allahuyarham Widya Apriliani telah Meninggal Dunia ... Innalillahi Wa Innailaihi Raaji'un, Allahughfirlaha Warhamha Wa'afiha Wa'fu 'Anha.

Pengurus Yayasan Peduli Mentari (YPR) Mentari mengucapkan turut berbela sungkawa atas kepergian Almarhumah.

Semoga Daya Juang Allahuyarham Widya bisa menjadi Inspirasi sekaligus memotivasi buat Para Pelajar lainnya yang Allah SWT masih berikan kesehatan untuk belajar lebih giat. YPR Mentari Cianjur yang bekerjasama dengan SMAN 1 Sukaresmi untuk menyelenggarakan Mentoring dan juga banyak dari Pengurus YPR Mentari adalah Alumni,  sangat kehilangan sosok yang menginspirasi itu.

Semoga amal ibadah Allahuyarham Widya diterima Iman dan Islam-nya dan diampuni dosa-dosanya, Aamiin Ya Rabbal 'Alamien
21:26 | 0 comments | Read More

Cianjur Darurat LGBT (Aslina ... Teu Bohong)

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, February 3, 2018 | 13:46

Oleh Idrus Firmansyah
Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi
Yayasan Peduli  Remaja Mentari (YPR) Cianjur

Siang itu selepas Sholat Jum’at saya naik Bis ke Jakarta dari Cianjur demi menjemput Rezeki di Ibukota. Dalam perjalanan itu, saya mendapati Seorang Remaja Tanggung sekitaran umur 15-20 Tahun nelpon dengan Earphone dan sepertinya menggunakan Aplikasi WhatsApp (soalnya gratis asalkan ada Paket Datanya). Remaja tersebut berbicara ketika nelpon itu dengan suara yang sangat keras, dan tidak terlalu menghiraukan orang-orang di dalam Bis Umum.

Dalam percakapan telepon itu, Remaja tersebut berbicara dengan suara yang cenderung seperti perempuan atau dikenal dengan istilah “Melambai”. Dia berbicara mengungkit kata-kata “onta”, “My Habibi” (yang berasal dari kosakata bahasa Arab yang artinya kekasihku) dan istilah-istilah lainnya yang sangat identik dengan sebuah Tempat Wisata di Cipanas. Remaja tersebut pun mengatakan bahwa dia menjadi “Lady Boy” Arab di daerah Wisata Cipanas tersebut. Jujur waktu itu, saya sangat jengah mendengar obrolan tak tahu diri Remaja Melambai tersebut. Dia benar-benar sudah sangat tidak tahu diri, tapi untuk menghentikannya berbicara asusila yang mengarah pada LGBT saya sendiri pun bingung harus bagaimana.

Akhirnya ... saya kepikiran membuka Aplikasi Quran Android di HP dan membaca 1 ayat saja (asalnya ingin panjang tapi karena lagi di dalam Bis, kepala pusing kalau sambil berkendara). Qadarullah ... Remaja itu berhenti “ngoceh asusila yang cenderung ke kelakuan Kaum Sodom”, dan ketika di Ciawi dia pindah ke Jok depan karena ada penumpang yang turun jadi kosong.

Kalau saya “flashback” apa yang dibicarakan Remaja tanggung itu, seperti nyambung dengan obrolan Istri saya yang mengatakan bahwa di Daerah Cipanas ada Pelajar jadi “Lady Boy” untuk Komunitas Wisatawan di daerah Cipanas, ketika ditanya kenapa mereka melakukan: “Jawabannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti membeli make up dan lain-lain, padahal mereka itu anak lelaki!!! “

Kemudian jika dikaitkan dengan beberapa waktu yang lalu dimana Polres Cianjur melakukan penggerebekan di daerah kawasan Villa Cipanas, dimana didapatkan 5 Pelaku Homoseksual yang didalamnya terdapat Pelajar berumur 16 Tahun (Baca: Innalillahi ... Pesta Gay di Cianjur Digerebek Polisi 5 Pria Ditangkap, Ada Pelajarnya). Mereka bisa melakukan Pesta durjana sesama Homoseksual karena menggunakan sebuah Aplikasi di Android yang bisa dengan secara bebas didownload di Playstore. Maka saya beropini, kenapa remaja tanggung itu ke Jakarta dan menghampiri teman dan My Habibi-nya tersebut karena bisa jadi daerah Cipanas yang biasa jadi tempat untuk tempat mereka melakukan kegiatan maksiat sudah dianggap tidak aman. Karena “My Habibi” yang biasa berada di Kawasan Wisata di Cipanas, sekarang berada di Jakarta.

Trus kenapa kita sebagai Warga Cianjur yang notabene dijuluki “Kota Santri” harus peduli terkait Musibah LGBT ini di daerah kita, karena ketika kelakuan laknat Homoseksual merajalela maka Allah SWT akan menurunkan Adzab tidak hanya untuk orang yang melakukannya tapi bagi orang-orang yang rajin beribadah.

Dan tentu pencegahan anak remaja yang menjadi Korban LGBT ini banyak caranya, seperti: mengarahkan mereka berolahraga seperti yang disarankan Rasulullah seperti: Berkuda, Memanah, Beladiri dan Berenang Atau olahraga lainnya seperti Futsal. Dan memberikan pendidikan Agama yang kuat, mereka diarahkan untuk aktif di Ikatan Remaja Mesjid, Dirangkul oleh Orang Tua untuk hadir di Kajian Keilmuan tiap pekan, aktif di Rohani Islam (Rohis) dan ikut Mentoring pekanan yang intensif di Sekolah. Karena kalau gak intensif ikut Kajian Keagamaan maka mereka akan diserang Predator Kaum Homoseksual yang mengintai melalui Jejaring Sosial Media seperti Facebook dan Instagram.

Terakhir, Kepada Allah lah kita meminta pertolongan karena Dia-lah sebaik-baik Pelindung.


03/02/2017
Written On The Earth
13:46 | 0 comments | Read More

Dilan Harus Pergi

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, February 2, 2018 | 20:50

(Gambar: Google Image)
Oleh Hilda Lussiana Wahyudi

Beberapa bulan lalu saya menyempatkan membaca salah 1 novel pemberian teman.
Berhubung buku-buku yang saya salurkan ke Simpul Baca harus difilter, maka membaca novel tersebut menjadi kewajiban saya.

Ok, saya baca. Baru 1 bab, saya sudah bisa menyimpulkan bahwa buku ini tidak lulus seleksi. Isinya melulu tentang cinta dan pacaran ala anak SMU tahun 1990, ala Dilan dan Milea.

Saya dan Simpul Baca memang sengaja tidak mengadakan genre romansa muda-mudi semacam ini untuk dikonsumsi para pembaca.

Bukan berarti saya tidak menyukai genre ini. Suka, tapi tidak yang seperti ini. Dan saya juga tidak ingin menjadi perantara yang menginspirasi para pembaca muda untuk berpacaran seperti kedua tokoh dalam novelnya.

Aih, memangnya dulu saya ngga pacaran?
Pacaran, di Bandung pula. Justru karena itu, saya tidak ingin kejadian ini terulang pada generasi selanjutnya terutama anak-anak kami sendiri. Tobat deh, semoga Allah mengampuni dosa kami di masa lalu.

Kembali pada novel, dengan alur cerita yang fokus pada percintaan dua sejoli, saya membaca dengan super cepat karena begitu ringannya.

Hingga sampailah saya pada halaman 196 yang dengan jelas menggambarkan 2 tokoh idola Dilan karena menempelkan poster mereka di kamarnya: Ayatullah Khomeini dan Mick Jagger.

Mick Jagger masih standar deh ya...

Tapi Ayatullah Khomeini?
Saya langsung on.

Kenapa nama ini tiba-tiba dimunculkan?
Fast forward menengok timeline beberapa waktu lalu, tokoh pemuda dalam novel ini membahana. Tapi belum ada kehebohan seperti kehebohan yang terjadi kala nama Ayatullah Khomeini muncul di salah satu ensiklopedi anak meski dengan konteks serupa, menempatkannya sebagai tokoh idola.

Saya teliti halaman informasi, mungkin ini novel terbitan lawas yang penulisnya tidak update tentang tokoh ini. Tidak, ini novel terbitan tahun 2014.

Saya juga langsung menggoogling penulisnya, penasaran berat. Saya ingin memeriksa latar belakangnya. Tidak mungkin penulis asal mencomot nama tersebut. Lumayan sedikit tercerahkan.

Sambil lanjut membaca, sampailah pada halaman 263, ada adegan Milea diajak Bunda melihat kamar Dilan dan seolah menjawab pertanyaan awal saya di halaman 196, ada kalimat dalam kurung seperti berikut:
(kelak Dilan menjelaskan kepadaku soal kenapa dia menyukai Ayatullah Khomeini, karena katanya Imam Besar Iran itu baginya adalah seorang pemberani dan revolusioner. Tidak ada sangkut pautnya dengan mazhab Sang Imam itu).

Oh, berarti jelas penulisnya tahu tentang mazhab tokoh tersebut.

Jujur, saya sempat penasaran ingin melanjutkan membaca novel selanjutnya hanya demi mendapatkan jawaban atas diangkutnya tokoh seserius ini ke dalam novel ringan setidak serius ini.

Untungnya PR bacaan lain masih mengantri, saya harus menghemat waktu.

Lalu jika akhirnya novel ini laris manis bahkan sampai diangkat menjadi film dan memikat para penonton seusianya, ah...semoga mereka tidak ikut-ikutan memasang poster dan mengidolakan tokoh yang satu itu.

Saya sempat membaca artikel tentang menjadi seperti Dilan, salah satunya memasang poster tokoh idola seperti Mick Jagger dan Ayatullah Khomeini. Duh!

Ada 3 pihak yang saya mintai pendapat kala itu: suami, kawan penulis yang tidak pernah baca novel ini, dan kawan yang saya tahu ngefans pada novel ini perihal kemunculan tokoh kontroversial yang ditanggapi biasa-biasa.

Bisa jadi, segmen pembacanya berbeda. Mereka yang kritis terhadap konten buku anak baik itu terhadap sisipan-sisipan tokoh syiah, konten pornografi, sampai isu LGBT yang beberapa kali sempat beredar, mungkin bukan pembaca novel semacam ini. Seperti saya yang juga hanya karena tuntutan wajib membacanya.

Melihat isi novelnya, mungkin segmennya berusia 15-20thn.
Tapi newsfeed saya ramai juga. Jangan-jangan friendlist saya banyak para muda-mudi.

Bila saat muda dulu, rasa sering memukul habis nalar logis.
Semoga, nostalgia di masa kini, tidak membabat habis pemikiran kritis.
20:50 | 0 comments | Read More

Apa Itu Qunut Nazilah dan Bagaimana Bacaannya?

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, July 25, 2017 | 16:04

Qunut nazilah adalah qunut yang dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang besar, seperti bencana, peperangan, dan sebagainya. Umumnya para ulama sepakat tentang qunut nazilah ini, karena nash-nash yang sampai kepada kita sangat jelas dan shahih. 


Dalam teknis pelaksanaannya, qunut nazilah ini agak sedikit berbeda dengan dua qunut lainnya, yaitu qunut shubuh dan qunut witir. Berikut adalah beberapa ketentuan dalam melakukan qunut nazilah :
1. Dilakukan Pada Saat Ada Bala atau Bencana
Dalam keadaan aman atau biasa-biasa saja, tidak disyariatkan untuk melakukan qunut nazilah. Sebab qunut nazilah yang dilakukan di masa Nabi SAW terkait dengan peristiwa besar, bencana, malapetaka atau pembunuhan atas umat Islam. 
Di masa sekarang ini, ketika Israel menghujani rakyat tidak berdosa di Gaza dengan bom, tentu seruan untuk melantunkan qunut nazilah sudah tepat. 
Namun qunut nazilah tidak tepat kalau dilakukan terus menerus sepanjang masa. Sebab Rasulullah SAW hanya melakukan qunut nazilah dalam hitungan sebulan saja.
2. Dilakukan Dalam Shalat Lima Waktu
Berbeda dengan qunut shubuh yang hanya dilakukan pada waktu shubuh, atau qunut witir yang hanya dilakukan pada shalat witir di malam hari, qunut nazilah dilakukan dalam lima waktu shalat fardhu. Jadi bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi lima kali dalam sehari, dan dalam hitungan beberapa hari berturut-turut. 
Namun apakah harus sebulan lamanya, nampaknya tidak ada ulama yang mengharusnya selama sebulan. Semua dikembalikan kepada mashalahatnya juga. Dan untuk itu, yang berhak untuk menerapkan adanya qunut nazilah tidak lain adalah imam atau pimpinan umat Islam.
3. Dikerjakan Setelah Bangun dari Ruku' Seusai I'tidal di Rakaat Terakhir
Qunut Nazilah dilaksanakan pada saat i’tidal (berdiri dari ruku’) di rakaat terakhir dalam seluruh shalat wajib.
4. Imam Mengeraskan Suara Doa Qunut dan Makmum Mengamini
Dianjurkan kepada imam shalat untuk mengeraskan suara bacaan doa qunut, agar para makmum di belakang dapat  mengamini bacaan doa itu. 
Namun para ulama berbeda pendapat tentang qunut nazilah pada shalat sirriyah seperti Dhuhur atau Ashar, apakah imam menjaharkan doa qunutnya atau tidak?
5. Disunnahkan Mengankat Kedua Tangan
dan mengangkat kedua tangan ketika membacanya tanpa mengusap wajah apabila telah selesai membacanya. 
قَنَتَ رَسُولُ اللهِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَالصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ : سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِيْرَةِ يَدْعُوا عَلَيْهِمْ عَلَى حَيَّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلِ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ.
“Rasulullah SAW melaksanakan qunut nazilah selama sebulan secara berturut-turut di dalam Shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Setiap kali usai mengucapkan : “Sami’allahu liman hamidah” Dari raka’at terakhir mendo’akan kejelekan atas mereka, yaitu perkampungan Ri’il, Dzakwan dan ‘Ushayyah dari Bani Sulaim. Sedangkan orang-orang dibelakangnya mengucapkan “Amien”. (HR. Ahmad).
Doa Qunut Nazilah
Walaupun doa di dalam qunut nazilah bukan suatu yang ditentukan bacaannya, namun dianjurkan untuk berdoa dengan doa-doa yang ada riwayatnya dan sesuai dengan kondisi dan suasana yang sedang terjadi, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh khalifah Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu, ketika memerangi orang-orang nashrani, bahwasanya beliau membaca qunut dengan doa yang sudah masyhur :
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.
اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ
Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.
اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”.
اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ
Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.
Sumber: rumahfiqih.com
16:04 | 0 comments | Read More

Awas, Pelaku Kejahatan Seksual Anak Mayoritas Orang Dekat

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 27, 2017 | 11:04

Foto: rilis.id

Menurut Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti, anak bisa menjadi korban ataupun pelaku kekerasan dengan lokus kekerasan pada anak ada 3, yaitu di lingkungan keluarga, di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. Hasil monitoring dan evaluasi KPAI tahun 2012 di 9 provinsi menunjukkan bahwa 91 persen anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, 87.6 persen di lingkungan sekolah dan 17.9 persen di lingkungan masyarakat.

“78.3 persen anak menjadi pelaku kekerasan dan sebagian besar karena mereka pernah menjadi korban kekerasan sebelumnya atau pernah melihat kekerasan dilakukan kepada anak lain dan menirunya,” paparnya.

Dia kembali memaparkan, pelaku kekerasan pada anak bisa dibagi menjadi Tiga: 
Pertama: Orang tua, keluarga, atau orang yang dekat di lingkungan rumah.
Kedua: Tenaga kependidikan yaitu guru dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolah seperti cleaning service, tukang kantin, satpam, sopir antar jemput yang disediakan sekolah. 
Ketiga: Orang yangg tidak dikenal. Berdasarkan data KPAI di atas tersebut, anak korban kekerasan di lingkungan masyarakat jumlahnya termasuk rendah yaitu 17,9 persen.

Artinya, anak rentan menjadi korban kekerasan justru di lingkungan rumah dan sekolah. Lingkungan yang mengenal anak-anak tersebut cukup dekat. Artinya lagi, pelaku kekerasan pada anak justru lebih banyak berasal dari kalangan yang dekat dengan anak.

Oleh karena itu, Orang Tua harus bisa lebih memerhatikan anak mereka dan ikut mengawasinya, agar terhindar dari berbagai kejahatan yang bisa terjadi di sekitarnya. Orang tua juga harus mengajarkan agar anak jujur, mau menolak jika ada yang mengajarkan perbuatan tidak baik, serta mau melapor. Dan yang lebih penting adalah Orang Tua harus mau belajar Syariat Agama lebih dalam karena bagaimana mungkin bisa menjaga anak dan mengajarkan etika, sementara Orang Tua-nya tidak faham Etika dan Adab yang berdasarkan Risalah Agama. (KPAI)
11:04 | 0 comments | Read More

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Remaja Indonesia Kini Menjadi Anak Android

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, September 6, 2016 | 16:23

Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir mengatakan remaja Indonesia saat ini selain memiliki orang tua biologis, juga memiliki orang tua android.
Cirinya,  waktu anak dan remaja saat ini dihabiskan untuk berinteraksi dengan media sosial dan gadget. Sehingga fungsi dan peran kemajuan teknologi tersebut menjadi paradoks di kehidupan masyarakat.
“Remaja saat ini hidup sehari-harinya di dunia digital, bahkan kedekatan remaja saat ini dengan android melebihi kedekatan mereka dengan orang tuanya sendiri,” ucap Haedar Nashir,  dalam acara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) Regional Kalimantan yang diselenggarakan sejak tanggal 27 – 28 Agustus 2016 di Tarakan, Kalimantan Utara sebagaimana dikutip laman resmi Muhammadiyah.or.id.
Haedar mengatakan, jika hal ini terus-terusan terjadi maka nilai-nilai yang menjadi panutan remaja saat ini bukan lagi orang tua biologisnya, melainkan media sosial, gadget, dan teknologi-teknologi lainnya yang dekat dengan kehidupan remaja.
“Mengatasi hal itu, banyak keluarga yang memandang untuk menghindari kemajuan teknologi dengan lari kebelakang, dan anti dengan segala-galanya, dan ada juga keluarga yang menjadi liberal serta sekuler dan memandang segala-galanya benar,” ucapnya.
Kedua hal tersebut kata Haedar tidaklah menyelesaikan masalah, Islam adalah agama yang menawarkan kemajuan. Namun, kemajuan yang ditawarkan berdasarkan prinsip-prinsip atau value yang luhur. Sehingga orang tua tidak bisa seutuhnya menyalahkan perkembangan teknologi, melainkan harus mengambil peran dalam mengontrol anak-anak dalam menggunakan teknologi tersebut.
“Orang tua harus bisa membatasi anaknya dalam berhubungan dengan dunia digital saat ini, jangan sampai remaja Indonesia menjadi anak asuh android,” tutur Haedar.
Menyikapi perkembangan dunia digital tersebut Muhammadiyah harus mengambil peran dakwah pencerahan, yang dapat disalurkan melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya dalam bidang pendidikan.
“Saya pikir Indonesia berkemajuan dapat terwujud, jika Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan dapat bersinergi membangun bangsa ini,” tutur Haedar.
Dalam acara tersebut turut hadir Asisten Gubernur Kalimantan Utara, Walikota Tarakan, Ketua DPRD Tarakan, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah se Kalimantan.*
16:23 | 0 comments | Read More

Tidak Ada Adzab Seberat Kaum Nabi Luth Karena Menjadi Gay

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, February 9, 2016 | 11:08


KAUM LBGT (Lesbian, Biseksual, Homoseksusl, Transgender) saat ini menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan setelah kebberanian mereka mengibarkan berbai aksinya secara terang-terangan.

Kelompok manusia pengidap penyakit seks menyimpang (gender identity disorder) ini secara terang-terangan menyebarkan penyakit mereka ke seluruh elemen masyarakat melalui lobi-lobi politik dan sosial demi mendapatkan hak yang sama dengan orang-orang normal lainnya.

LGBT saat ini bukan isapan jempol belaka, tapi telah menjadi penyakit sosial kronis menular yang harus dicegah dan ditangani secara serius. Pegiat LBGT dengan berbagai cara mencari pembenaran atas penyakit yang mereka derita, dengan mengatakan bahwa LBGT bukanlah penyakit tetapi merupakan hak asasi manusia yang harus diperjuangkan sebagaimana hak-hak perempuan.

Disebukan geliat mereka terhitung lama sejak 1952 melalui DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder)yang awalnya berkesimpulan bahwa homoseksual adalah gangguan sosio phatik. Gangguan tersebut tidak sesuai dengan norma sosial, sehingga merupakan perilaku yang abnormal.
Seiring waktu, DSM III menyatakan bahwa homoseksual bukanlah sebuah gangguan  pada tahun 1973 di Amerika. Sedang WHO (1992) menyatakan, homoseksual bukanlah suatu penyakit. [Baca:  Lima Dari Tujuh Orang Tim Pembuat DSM Adalah Homo]

Ajaran Islam sebagai undang-undang untuk suatu tatanan hidup mulia, telah menjelaskan hukum bagi segala hal yang terjadi di antara manusia, termasuk persoalan LGBT  tersebut. Ada beberapa istilah dan pembahasan yang disebutkan dalam kitab-kitab fiqh. Di antaranya bahasan tentang khuntsa, mukhannats dan mutarajjil, liwath, serta sihaq.

Pertama: Khuntsa. Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah dijelaskan, khuntsa adalah orang yang memiliki dua jenis kelamin, kelamin laki-laki dan perempuan. Jika kelamin laki-laki lebih menonjol maka dia dihukumi sebagai laki-laki dan jika kelamin perempuan lebih tampak, maka dia dihukumi sebagai perempuan (al-Mausu’ah Juz 36: 265). Sebagaimana berlaku baginya hukum laki-laki atau perempuan setelah diperoleh kejelasan jenis kelamin tersebut. Sebabseseorang tidak mungkin memiliki dua jenis kelamin yang berbeda dalam porsi yang sama.

Kedua: Mukhannats dan mutarajjil. Muhkannats yaitu laki-laki yang meniru wanita dalam penampilan, tingkah laku dan cara bicara. Sebaliknya nama yang disebut terakhir berarti perempuan yang meniru laki-laki dalam penampilan, tingkah laku dan cara bicara.
Tasyabbuh atau meniru seperti ini termasuk hal yang diharamkan dan tergolong dosa besar serta terlaknat (Mausu’ah FiqhIslamy, Juz 5, hal 129).
Hal ini dikuatkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ، وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ، وَقَالَ: «أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ

Dari Ibnu Abbas Radhiyahallahu anhu (Ra) berkata: Nabi melaknat mukhannatsin dari laki-laki dan mutarajjilat dari perempuan. Nabi bersabda: “Keluarkan mereka dari rumah-rumah kalian.” (HR. Imam al-Bukhari).

Disebutkan dalam kitab al-Fiqhu ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah (Juz 5 hal. 122), siapapun laki-laki berkelakuan seperti wanita atau sebaliknya, harus diasingkan jauh dari kerabat dan sanak saudara juga dari teman-teman yang telah mempengaruhinya. Sesuai yang diperintahkan oleh  Nabi: Keluarkan mereka dari rumah-rumah kalian.

Ketiga: Liwath (homoseksual). Dalam pengertian fiqh adalah perbuatan keji (fahisyah) seperti yang dilakukan oleh kaumNabi Luth. Sedang sihaq (lesbian) adalah perbuatan (zina) yang dilakukan perempuan dengan perempuan sebagaimana yang dilakukan laki-laki dengan perempuan (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah, Juz 24: 251).
Liwath adalah perbuatan keji yang dilakukan kaum Nabi Luth Alaihis salaam (As) yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh siapapun. Allah berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan ingatlah Luth ketika berkata pada kaumnya: Apakah kalian melakukan al-fahisyah yang belum pernah dilakukan seorangpun di alam ini. Sungguh kalian mendatangi laki-laki bukan wanita dengan penuh syahwat. Sungguh kalian kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf [7]: 81).

Senada Ibnu al-Qayyim menerangkan, ketika akibat buruk/dampak dari perbuatan liwaath adalah kerusakan yang besar, maka balasan yang diterima di dunia dan akhirat adalah siksaan yang berat (al-Jawab al-Kafi liman Sa-ala ‘an ad-Dawaa asy-Syafi).
Hukuman berat tersebut berupa adzab yang bertubi-tubi pada pelaku homoseksual dari kaum Nabi Luth. Mereka dibinasakan dengan suara yang keras, dibenamkan ke dalam tanah lalu dihujani dengan batu.

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ، فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ ، فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

Sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka (kesesatan). Maka mereka dibinasakan oleh suara keras ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari sijjil.” (QS. Al-Hijr [15]: 72-74).

Tiga bentuk siksaan sekaligus yang ditimpakan kepada pelaku gay dari kaum Nabi Luth menunjukkan beratnya kejahatan yang mereka perbuat. Untuk itu mayoritas ulama (jumhur) sepakat membunuh pelaku perbuatan dosa tersebut, baik pelaku maupun korbannya. Jumhur ulama menyepakati hukum had yang ditegakkan pada mereka haruslah lebih berat daripada had zina. Mereka hanya berselisih tentang cara penegakan hukum had tersebut.
Ibnu Abbas meriwayatkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan korbannya.” (HR. Ibnu Majah).

Melihat beratnya adzab dan hukuman yang harus ditimpakan pada pelaku homoseksual, menjadikan umat Islam tak boleh berpangku tangan membiarkan para pegiat LGBT melakukan lobi sosial dan politik untuk mendapatkan legalitas hukum dan penerimaan dari masyarakat. Karena bisa jadi adzab yang ditimpakan bukan hanya mengenai para pelaku dan pegiat LGBT tersebut, namun juga menimpa manusia yang hanya diam menonton tak berbuat sesuatu apapun.
Allah berfirman:

واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة واعلموا أن الله شديد العقاب

“Dan takutlah kalian pada adzab yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim di antara kalian saja. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat pedih siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal [8]: 25).

Masih ada waktu bagi para penganut LGBT, segeralah bertaubat. Minta ampunan Allah. Semoga kalian dikembalikan pada fithrah sesungguhnya.* (Hidayatullah.com)
11:08 | 0 comments | Read More

Sahabat Mentari Jaga Mata dan Pikiran Kita dari Propaganda Free Sex

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, November 25, 2015 | 20:38

Innalillahi Wa Innailahi Raaji'un ... Sahabat Mentari wajib sadar bahwa ketika melihat segala sesuatu harus berdasarkan "Kacamata" Syariat Agama (yang gak pake Kacamata beneran tetep harus patuh Syariat juga yah ^_^ ), dan bukan karena bagus menurut manusia atau menurut pendapat kebanyakan orang.


Di Youtube sekarang ini ternyata ada iklan yang otomatis muncul dan gak bisa di-skip (diklik dan dilewat tanpa ditonton), jadi kita harus melihat Iklan sampai beres. Namun yang bikin "ngarenghap" adalah ternyata itu iklan kondom :(
Produsen Kondom mengajak kita untuk memberikan masukan terkait emoticon kondom di Jejaring Sosial atau Instant Message, karena banyak yang masih "sadar" bahwa image kondom itu buruk.

Tahu tidak Sahabat Mentari? Iklan propaganda lewat Media Video yang sekarang masih dikuasai oleh Televisi dan sekarang Internet sedang coba menggantikannya (khususnya di Indonesia), sangatlah efektif merubah cara pandang seseorang dalam melihat dan menilai sesuatu.

Bayangkan jika Freesex alias Zina dipandang sebagai sesuatu yang gaul dan keren ... berapa banyak Remaja Islam yang akan kehilangan kemuliaannya disisi Allah SWT.

Sahabat Mentari yang masih Remaja .... yuks kuatkan Iman dan Islam dengan memperdalam pemahaman Agama, agar kita semakin kuat menjalankan prinsip hidup dalam beragama. Ikuti pengajian di sekolah, Mushola dan Mesjid sekitar Rumah atau bersama kami melalui Islamic Sunday tiap 2 pekan sekali dan Mentoring di Sekolah yang bekerjasama dengan Mentari.

Kami pengurus YPR Mentari Cianjur​ mencintai Sahabat Mentari karena Allah SWT ... yuks mari menuju Jannah bareng-bareng. Beresin Sekolah sampai selesai, bahagiakan keluarga dengan kita menjadi orang yang sukses dan nantikan masa depan gemilang (termasuk menanti Pujaan Hati untuk bareng nongkrong di Pelaminan ^_^ )

Intinya ... Sahabat Mentari itu JoJoBa alias Jomblo Jomblo Bahagia :D
20:38 | 0 comments | Read More

Cara untuk Berhenti Mengecek Smartphone Tengah Malam

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, September 22, 2015 | 09:45

Sebagaimana diketahui, studi baru-baru ini memberikan hasil yang mengejutkan tentang perilaku remaja dengan smartphone mereka. Studi anak-anak di Wales tersebut menemukan adanya gangguan reguler di waktu malam yang berdampak pada kesehatan dan kebahagiaan siswa sekolah. Studi tersebut menemukan satu dari lima remaja hampir selalu bangun pada malam hari untuk mengirim pesan atau mengecek akun media sosial mereka.

Gambar: Google
Interaksi nokturnal (berlangsung di malam hari) dengan Twitter dan Facebook membuat anak-anak lebih lelah selama pelajaran dan berdampak pada kebahagiaan dan kesejahteraan siswa secara keseluruhan.

Para peneliti di Wales Institute of Social and Economic Research (Wiserd) melakukan survei terhadap 412 siswa di tahun delapan yang berusia 12 dan 13 tahun serta 436 siswa di tahun sepuluh yang berusia 14 dan 15 tahun di sekolah menengah Welsh. Para remaja diminta untuk menjawab pertanyaan seberapa sering mereka bangun di malam hari untuk menggunakan media sosial.

Dan ternyata, perilaku ini tidak hanya menghinggapi remaja. Kebanyakan orang dewasa bangun tengah juga melakukan hal yang sama mengecek media sosial melalui smartphone mereka. Akibatnya tentu saja sama, mereka yang rela bangun tengah malam hanya untuk mengecek smartphone mereka akan terlihat lebih lelah.

Untuk itu, Anda perlu menghindari perilaku mengecek smartphone di tengah malam tersebut. Namun bagaimana caranya? Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan.
  1. Buatlah sebuah komitmen sebelum Anda berangkat tidur untuk mengecek smartphone untuk terakhir kalinya pada hari tersebut. Buatlah batas waktu penggunaa smartphone Anda sendiri. Misalnya setiap hari waktu terakhir mengecek smartphone adalah jam 21.00. Setelah membuat batasan anda harus berkomitmen untuk menaati batasan tersebut.
  2. Buatlah smartphone Anda dalam mode penerbangan (flight mode). Untuk urusan yang sangat darurat sediakan nomor yang bisa dihubungi teman atau keluarga sehingga Anda tetap terhubung ketika ada kondisi darurat.
  3. Jangan sesekali membawa smartphone ke tempat tidur. Hormatilah waktu Anda bersama pasangan di kamar tidur sehingga Anda akan berpikir dua kali untuk membawa smartphone karena bisa menganggu waktu di tempat tidur.
  4. Gunakan alarm manual. Ini artinya jangan bergantung kepada alarm yang disediakan smartphone karena ini akan mendorong Anda untuk mengecek smartphone dan terus bergantung kepadanya.
Selamat mencoba!

Sumber: Internet Sehat
09:45 | 0 comments | Read More

Satu dari Lima Remaja Bangun Tengah Malam untuk Medsos

Sebuah studi anak-anak di Wales menemukan adanya gangguan reguler di waktu malam yang berdampak pada kesehatan dan kebahagiaan siswa sekolah. Studi tersebut menemukan satu dari lima remaja hampir selalu bangun pada malam hari untuk mengirim pesan atau mengecek akun media sosial mereka.

Interaksi nokturnal (berlangsung di malam hari) dengan Twitter dan Facebook membuat anak-anak lebih lelah selama pelajaran dan berdampak pada kebahagiaan dan kesejahteraan siswa secara keseluruhan.

Ilustrasi: Dina Tokio

Para peneliti di Wales Institute of Social and Economic Research (Wiserd) melakukan survei terhadap 412 siswa di tahun delapan yang berusia 12 dan 13 tahun serta 436 siswa di tahun sepuluh yang berusia 14 dan 15 tahun di sekolah menengah Welsh. Para remaja diminta untuk menjawab pertanyaan seberapa sering mereka bangun di malam hari untuk menggunakan media sosial.

Hasilnya, dua puluh dua persen dari siswa tahun delapan dan 23 persen dari siswa di tahun 10 menjawab hampir selalu. Lebih dari setengah dari mereka melaporkan hampir selalu bangun untuk menggunakan Facebook dan Twitter sehingga mereka selalu merasa lelah ketika berangkat ke sekolah.

Studi ini menemukan proporsi yang signifikan dari siswa yang mengakui tidur sangat terlambat. Sebanyak 17 persen dari siswa tahun delapan dan 28 persen dari siswa tahun 10 mengatakan bahwa mereka berangkat tidur pada tengah malam.

Dr Kimberly Horton dari Wiserd yang akan menyajikan temuan untuk konferensi tahunan British Educational Research Association mengatakan bahwa sangat penting untuk mencegah remaja menggunakan media sosial di malam hari. Sebab jika mereka menggunakan media sosial tengah malam akan memengaruhi kondisi tubuh mereka dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Nah jika demikian, orang tua perlu melihat kembali anak remaja mereka. Apakah mereka bangun tengah malam untuk mengecek media sosial. Jika ya, itu artinya orang tua harus memberikan pengarahan yang lebih baik.

Sumber: Internet Sehat
09:30 | 0 comments | Read More