Powered by Blogger.
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Insan Tangguh Ramadhan (INSTAGRAM) Season 3 : Kajian Online dengan Kak Nabilah, Juri Hafidz Indonesia RCTI

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, April 28, 2020 | 21:28

Sahabat Mentari!🌤️ Jaga iman dan imunmu dengan Al-Qur'an! Penasaran gimana caranya? kuy kupas tuntas bersama Ustadzah Nabilah! hanya di Insan Tangguh Ramafhan Season 3 : Now Online! Gratis!


📌Ahad, 3 Mei 2020
"Ustadzah Nabilah Abdul Rahim @nabilah_abdulrahim : Qur'an Peningkat Imunmu!"
🕓16.00 WIB
Live hanya di Zoom dan YouTube YPR Mentari!

Dipandu oleh Moderator Shalihah➡️ Kholistiani Puspadina Hapsa @tianipuspadina

Daftarkan dirimu untuk dapat berinteraksi langsung via zoom di➡️ bit.ly/mentari-ustadzahnabilah (klik link di bio)
⚠️GRATIS!!!!⚠️
(Khusus pelajar dan mahasiswa)

ID dan password bisa di lihat di email temen-temen yaa.

Yuk agendakan ahad ini! Kita ngabuburit bareng di INSTAGRAM - Insan Tangguh Ramadhan! Jangan mau rugi! Iman MENINGKAT! imun KUAT!

Informasi lebih lanjut hubungi narahubung kami di 087821832030 (Teh Mentari)

#QuranPeningkatImunmu
#MentariMudaBerkarya
#MudaBawaPerubahan
#SanlatInstagram
#YPRMENTARI
____________________________
🎥Stay Connected
📘 YPR Mentari Cianjur
▶️ bit.ly/youtubementari
🌐 yprmentari.or.id
📷Instagram.com/yprmentari
21:28 | 0 comments | Read More

Warning! Remaja di Jakarta Tusuk Ibu Kandung Karena Depresi Akibat Game Online

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, February 10, 2020 | 18:18

Sahabat Mentari, kembali sebuah kejadian yang tidak diinginkan kembali terjadi. Dimana seorang Remaja melakukan penusukan terhadap Ibu Kandungnya sendiri. Penyebab Remaja melakukan aksi tersebut berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh Pihak Kepolisian adalah karena terlalu keranjingan bermain Game Online, begitu juga informasi dari para Tetangga yang mengatakan bahwa Remaja tersebut sehari-hari tidak lepas dari HP.

Makanya Sahabat Mentari ... temennya jangan cuman akun-akun digital di Internet atau Game Online saja, carilah teman yang berwujud manusia asli di dunia nyata. Salah satunya ikut Mentoring dibawah bimbingan Yayasan Peduli Remaja (YPR) Mentari Cianjur atau ikut Pengajian di Sekolahnya dan juga sekitar tempat tinggal.

*****
Pengamat menyebut tindak kekerasan yang dilakukan seorang remaja berinisial CCS yang tega menusuk ibu kandungnya menggunakan gunting di Tanjung Duren terkait dengan paparan negatif dunia digital di internet.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA) Nahar mengatakan tindak kekerasan ini kemungkinan terinspirasi dari paparan hal-hal negatif di dunia digital.

"Ia terinspirasi oleh tayangan atau oleh pengalaman orang lain atau misalnya karena terinspirasi oleh hal-hal (di internet) yang seharusnya dia tidak lakukan," 

Nahar lebih lanjut menekankan agar orang tua memiliki pola asuh yang tidak hanya memberikan sesuatu kepada anak. Nahar menyarankan agar orang tua terus membimbing anak ketika hendak memberikan hal-hal baru.

Khususnya terkait hal-hal yang berkaitan dengan digital dan internet. Segala sesuatu yang baru pasti memiliki nilai positif dan negatif. Merupakan tugas orang tua untuk memastikan agar anak dapat memanfaatkan digital dan internet secara positif.

"Cara mengedukasi kita yang itu kembali lagi ke pola pengasuhan. Pola asuhnya harus jangan cuma bisanya menyodorkan sesuatu, lalu kemudian anak itu gampang mencontoh," katanya.

Di sisi lain, Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 mengatakan penduduk usia lima tahun ke atas mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan jumlah penduduk muda ini naik 22,76 persen dari 2014 ke 2018.

Penduduk usia 5 sampai 18 tahun pun tercatat menempati sekitar 25,62 persen dari total pengguna internet Indonesia.

Perkembangan teknologi informasi telah membuat anak rentan terhadap berbagai isu baru yang mungkin tidak pernah kita bayangkan di masa lalu. Bintang kemudian menjelaskan siapa yang menyangka bahwa bahaya dapat mengintai anak-anak di baling perangkat elektronik.

Banyak orang juga tidak membayangkan internet bisa menjauhkan anak-anak dari keluarga dan teman-teman sebaya akibat kecanduan internet.

"Saat ini, pemanfaatan internet yang tidak sehat masih menjadi persoalan di Indonesia," ujar Bintang. 

Sumber: cnnindonesia.com
18:18 | 0 comments | Read More

Raih IPK Tinggi Meski Tinggal di Masjid Kampus UNPAD

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, February 9, 2020 | 16:59


Yusup Mulyana, sempat tak direstui kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena keterbatasan biaya 3,5 tahun lalu. Namun kini Yusup menjadi salah satu wisudawan terbaik di Universitas Padjadjaran, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,52.
Yusup menuntaskan masa kuliahnya dalamWisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2019/2020 Universitas Padjadjaran yang digelar di Kampus Unpad, Bandung, Selasa, 4 Februari 2020. Penerima Bidikmisi ini berhasil menyelesaikan studinya di Sastra Arab.
Ia dinyatakan lulus dengan IPK 3.52 pada 7 Januari 2020 lalu setelah tugas akhir skripsi berjudul “Estetika Interior Masjid Agung Kota Cimahi dengan Kajian Semiotika”. Masih terlintas dalam pikiran Yusup 3,5 tahun yang lalu, kedua orang tuanya sempat tidak menyetujui keinginan Yusup untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi selepas lulus SMA.
Alasannya, kedua orang tua Yusup yang berprofesi sebagai pengayuh becak dan ibu rumah tangga tak tahu harus bagaimana membayar biaya kuliah Yusup jika nanti jadi melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun semangat Yusup begitu besar untuk tak berhenti sampai di SMA saja.
Pemuda asal Desa Banjarsari, Ciamis ini kemudian banyak berkonsultasi dengan gurunya. Ia pun mencoba mendaftar program bantuan Bidikmisi dan membulatkan tekad memilih prodi Sastra Arab Unpad.
“Akhirnya diterima melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sekaligus dinyatakan berhak memperoleh beasiswa Bidikmisi,” ujar kelahiran Ciamis 22 Februari 1998 ini.
Semasa aktif sebagai mahasiswa, Yusup banyak mengabdikan diri melayani umat sebagai takmir di masjid Al-Mushlih FIB Unpad hingga Masjid Raya Unpad. Tak hanya itu, Yusup juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Sastra Arab Unpad dan Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (Imasasi).
Yusup mengatakan, selama kuliah, selain belajar untuk menuntaskan kewajiban akademiknya, ia juga menjadi pengajar baca tulis Alquran di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Unpad hingga DKM Masjid Al-Jabbar ITB Jatinangor.
Dalam membagi waktu antara belajar, berorganisasi, sekaligus mengabdikan diri kepada masyarakat, Yusup mengaku tidak menemui kesulitan berarti. Menurutnya, kunci untuk mengatur waktu di antaranya adalah disiplin menjalankan salat tepat waktu, dan mengisi waktu kosong antar jadwal salat wajib itu dengan belajar, baik membaca atau mendengarkan kajian.
“Dengan menjaga ibadah, Allah juga akan menjaga kelancaran segala urusan kita,” ujarnya dikutip dari laman Unpad.
Masa di setengah tahun terakhir masa studinya, Yusup memutuskan untuk tinggal di Masjid Raya Unpad. Selama tinggal di Masjid Raya Unpad sejak bulan Juli tahun lalu, ia merasakan banyak manfaat yang diperoleh selain giat beribadah mendekatkan diri pada Tuhan.
Ia mengabdikan diri menjadi takmir, sekaligus melakukan banyak kegiatan sosial bersama organisasi KMMK Syamil Unpad. Tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana, Yusup bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya.
Saat ini, ia tengah merencanakan untuk meneruskan pendidikan Magister melalui beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Unpad. Di keluarganya, Yusup menjadi anak pertama yang berhasil meraih gelar sarjana.
Ia berharap keberhasilan ini tak lantas menjadikannya jumawa. “Semoga keberhasilan ini mampu menjadi penyemangat dirinya untuk terus mengabdikan diri pada masyarakat, dan memotivasi untuk terus belajar meraih cita-cita,” pungkasnya.
Sumber: Berbagisemangat.com
16:59 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday: MABIT untuk Hijrah di Mesjid Attarbiyah SMKN 1 Cipanas, 21-22 Desember 2019

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, December 16, 2019 | 21:44

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat Mentari semuanya ... ingin  aktivitas bermanfaat dan menambah semangat di ujung akhir tahun 2019 ini, yuks ikut MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk HIJRAH di Mesjid At-Tarbiyah yang berlokasi di SMKN 1 Cipanas.
Bukan kalian Pelajar, Mahasiswa dan Anak Muda dibawah Umur 25 Tahun ... Yuks Kumpul di acara keren ini!


SUSUNAN ACARA
16.30 - 17.00 Registrasi
17.00 - 17.30 Pembukaan + Dzikir Petang
17.30 - 19.00 Aktivitas Pribadi
19.00 - 19.30 Makan Malam
19.30 - 21.00 Materi
21.00 - 21.30 Muhasabah
21.30 - 02.30 Istirahat
02.30 - 04.30 Shalat Tahajjud + Shalat Shubuh
04.30 - 05.00 Al matsurat + Kajian Shubuh
05.00 - 06.00 Aktvitas Pribadi
06.00 - 06.30 Riyadhoh
06.30 - 07.30 Outbound
07.30 - 08.00 Penutup
21:44 | 1 comments | Read More

Islamic Sunday Special: Nonton bareng Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP), 17 November 2019

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, November 12, 2019 | 16:50

Mas gagah berubah!
Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!

Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Teknik Sipil UI Semester Tujuh. Ia seorang Kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja ganteng !
Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
-----------------------------------

Itu dia, penggalan dari Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP)

Dan kamu tau gaes! Islamic Sunday kali ini edisi spesial nonton bareng filmnya lohh..

Yuk agendakan!

[Islamic Sunday] Edisi Spesial

Nonton Bareng Ketika Mas Gagah Pergi

Kapan?
📆 Ahad, 17 November 2019
🕗 08.00 WIB - Selesai
🏠 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)

Film ini menginspirasi kalian dlm Hijrah yg sesungguhnya..

Kuy agendain dateng dan ajak temen2 yg lainnya yah..

Regards,
YPR Mentari Cianjur

More info:
08567998228
Ypr Mentari Cianjur
@ypr_mentari
yprmentari.or.id
16:50 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Alert - How To Be A Great Muslim, Ahad 15 September 2019 di Rabbani Cipanas

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, September 11, 2019 | 23:59

💡[Islamic Sunday Alert]💡

Great muslim, berbahagialah. Kau tunjukkan pada dunia. Kau mampu warnai langit indah. Dengan cinta, kau wujudkan masa depan penuh dengan karya nyata. Great Muslim Berprestasi, Menginspirasi.

Ohooyy sahabat mentari, di zaman  sekarang adakah sosok Great Muslim yang cerdas, berprestasi dan menginspirasi?

Dan bagaimanakah cara menjadi muslim yg sesungguhnya? Yang membanggakan tentunya.

Yuk agendakan hadir di IS bulan September ini:

With akang yang full power:
🗣 Kang Hadi Hidayat (Trainer ABCo Motivatindo Bogor)


Kapan? Catet waktunya..
📅 Ahad, 15 September 2019
🕤 08.30 WIB
🏡 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)
👥 Pesertanya umum

Dan yang pasti acara ini..
💯% free for teen (Pelajar & Mahasiswa)

Yuk ajak teman temannya ikut!

Inget buat bawa:
👉🏻 Al-Qur'an yahh.. See you gaes!

Regards,
YPR Mentari Cianjur

More info:
08567998228
Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
23:59 | 0 comments | Read More

Open Recruitment: The Next Mentari Muda, Pendaftaran Sampai Dengan 13 September 2019

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, September 6, 2019 | 06:23

Hayoo siapa yang dari kemarin nunggu info ini?

Siapa juga yang sudah gak sabar mau Join di Mentari Muda?

Yuk.. Mari Bergabung jadi duta Mentari Selanjutnya!

Gimana caranya??

Sahabat Mentari tinggal masuk ke link: bit.ly/daftarmentarimuda
Isi data lengkap sahabat mentari d sana yah.
Tapi ada kriteria khusus apa ajah nih kriterianya:
- Komitmen Kuat
- Usia 16-23 tahun dan belum menikah..

Dan simak timeline pendaftaran nya di pamflet yah:


Yuk segera daftar.. Jangan lupa ajak temenmu untuk gabung juga yah.

Regards,
YPR Mentari Cianjur
More info:
08567998228
Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
06:23 | 0 comments | Read More

Inspirasi dari Pengusaha Cianjur Tanpa Riba: Kang Apep Daday, Pengusaha Parfum Sukses (Bagian 2)

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, August 25, 2019 | 11:03

Oleh Admin www.yprmentari.or.id

Sahabat Mentari sekalian, kali ini kita akan berbagi cerita tentang Pengusaha asal Cianjur yang Alhamdulillah sudah terbilang sukses memiliki Cabang Toko Parfum di 5 Kota, beliau adalah Kang Apep Daday.

Kisah terkait Pengusaha Parfum asal Cianjur yang sudah memiliki Cabang di 5 Kota ini, Admin dapatkan informasinya dari Pendiri Komunitas #SedekahRombongan dan Penggiat Masyarakat Anti Riba yaitu Mas Saptuari Sugiharto. Dan jujur Admin sendiri baru tahu terkait sosok beliau dari Youtube Mas Saptuari, yang mana Kang Apep sendiri mungkin memiliki Brand-nya belum terlalu dikenal luas di masyarakat Cianjur khususnya apalagi dagangannya Parfum, tidak seperti Rumah Makan yang jualannya makanan ^_^. Tapi kalau parameternya kesuksesan materi, Kang Apep ini menghadiahkan Umroh senilai 60 Juta Rupiah loh pas Milad yang ke-8 #SedekahRombongan.

Kang Apep Daday menempuh pendidikan sampai dengan STM (sekarang SMK) ini bercerita bahwa dulunya beliau bekerja di Pabrik, yang waktu kerjanya berangkat gelap (Shubuh) dan pulang kerja pun masih gelap (Maghrib). Karena ingin waktu yang lebih luang beliau akhirnya usaha sendiri dengan membuka usaha Parfum yang mana dalam perjalanannya karena ingin ekspansi lebih besar usahanya sempat meminjam uang ke Bank dengan menjaminkan sertifikat Rumah Kakaknya.

Dalam perjalanannya Kang Apep bercerita walaupun usahanya maju tapi seperti tidak ada keberkahan, dimana keluarganya seperti Orang Tua dan Keluarga Kakaknya sering sakit-sakitan.

Suatu ketika Kang Apep mengikuti seminar di daerah Epicentrum Kuningan Jakarta, dimana beliau pertama kali bertemu dengan Mas Saptuari Sugiharto. Dalam seminar itu, beliau mendengar pemaparan terkait keberkahan Usaha tanpa Riba dan kebetulan diberikan buku karya Mas Saptuari.

Apa yang dijelaskan oleh dalam buku Mas Saptuari benar-benar membuat Kang Vandhi "menohok" dan terjadilah pergolakan batin selama kurang lebih 1 tahun. Pada akhirnya Kang Apep mulai membersihkan Riba (Hutang yang berbunga) dari Bisnisnya. Dan pada akhirnya kata Kang Apep, kedamaian dan keberkahannya didapat dalam menjalani hidup.

Untuk melihat Videonya inspirasinya bisa dilihat dari Menit 10:20 sampai beres Videonya dibawah ini:

11:03 | 0 comments | Read More

Inspirasi dari Pengusaha Cianjur Tanpa Riba: Kang Vandhi Adam, Pemilik Alam Sunda dengan 14 Cabang (Bagian 1)

Oleh Admin www.yprmentari.or.id

Sahabat Mentari sekalian, kali ini kita akan berbagi cerita tentang Pengusaha asal Cianjur yang Alhamdulillah sudah terbilang sukses memiliki 14 Cabang Rumah Makan Alam Sunda, beliau adalah Kang Vandhi Adam.

Kisah terkait owner Rumah Makan Alam Sunda asal Cianjur ini, Admin dapatkan informasinya dari Pendiri Komunitas #SedekahRombongan dan Penggiat Masyarakat Anti Riba yaitu Mas Saptuari Sugiharto.

Kang Vandhi yang hanya menempuh pendidikan sampai kelas 5 SD ini bercerita bahwa dulunya beliau berdagang di daerah Tanah Abang Jakarta sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tentunya tempat berdagangnya tidak tetap karena menggunakan fasilitas umum (bukan milik sendri).

Dalam perjalanannya Kang Vandhi bercerita ketika memulai Bisnis Usaha Rumah Makan Alam Sunda dan terbilang sukses beliau merasa ada kekurangan dalam hidupnya yaitu merasa tidak tenang.

Suatu ketika Kang Vandhi membuka Youtube dan melihat penjelasan tentang Riba dari Mas Saptuari Sugiharto. Apa yang dijelaskan oleh Mas Saptuari benar-benar membuat Kang Vandhi mulai membersihkan Riba (Hutang yang berbunga) dari Bisnisnya.

Seiring dengan berjalannya waktu menurut Kang Vandhi beliau merasakan ketenangan hidup karena merasakan rezeki yang didapatkan menjadi berkah. Untuk melihat Videonya inspirasinya bisa dilihat dari Menit 00:50 sampai dengan 10:10 dibawah ini:

10:35 | 1 comments | Read More

Islamic Sunday Alert 17 Maret 2019: Menjadi Pemuda IPK (Inovatif, Prestatif dan Kreatif)

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, March 14, 2019 | 08:11


💡[Islamic Sunday Alert]💡

Kesuksesan BESAR itu milik mereka yang menyandarkan kepada yg MAHA BESAR..

Sukses bukanlah suatu kebetulan. Sukses lahir dr kerja keras, kegigihan, banyak belajar, berani berkorban dan yg terpenting mencintai hal yg kamu lakukan. ~Pale

Yess.. Islamic Sunday bulan ini bakalan ngupas tuntas.. How..

Menjadi Pemuda IPK (Inovatif, Prestatif dan Kreatif)

With akang yg kece badai:
🗣 Marlis Nawawi, S. Pt., MS

Yg mana beliau itu salah satu pemuda yang prestatif dulunya..
Dan sekarang beliau beraktifitas sebagai researcher, Penggiat Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan Sosial..
Penasaran kan yah, apa yang akan beliau share..

Catet waktunya..
📅 Ahad, 17 Maret 2019
🕤 08.30 WIB
🏡 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)

👥 Pesertanya umum
Dan yang pasti acara ini..
💯% free for teen (Pelajar & Mahasiswa)

Yuk ajak teman temannya ikut!

Inget buat bawa:
👉🏻 Al-Qur'an yahh..

See you gaes!

Regards,
YPR Mentari Cianjur

Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
08:11 | 0 comments | Read More

Awas! 91 Warga Terkena Demam Berdarah di sekitar Daerah Cipanas

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, January 23, 2019 | 18:55

Seperti yang diberitakan oleh radarcianjur.com daerah Daerah sekitar Cipanas (Kecamatan Pacet, Cipanas, Sukaresmi dan sekitarnya) benar-benar menjadi perhatian khusus peristiwa serangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Di bulan pertama 2019 ini, tak sedikit korban yang menjadi sasarannya.
Yang terbaru, Selasa (22/1/2019), sedikitnya ada 91 warga kawasan Cianjur Utara terpaksa dilarikan ke RSUD Cimacan untuk menjalani penanganan medis.
Bahkan penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti ini hampir merenggut nyawa. Pantauan Radar Cianjur, gejala DBD itu dialami 91 warga dari berbagai daerah yang ada di Kecamatan Cipanas, Sukaresmi, dan wilayah lainnya. Hasil pemeriksaan medis pun seluruh pasien dinyatakan positif DBD dan ditemukan bintik merah pada kulit.
Tak hanya anak-anak, DBD juga menyerang orang dewasa. “Pasien yang memang datang kesini (RSUD Cimacan) selama bulan Januari cukup banyak. Tetapi beberapa pasien sudah mulai berangsur pulang,” kata Humas RSUD Cimacan, Hendrawan, kemarin.
Ia menjelaskan, sejumlah pasien yang positif DBD tengah menjalani perawatan di sejumlah ruang perawatan RSUD Cimacan yakni di ruang flamboyan sebanyak 46 pasien, ruang tulip sembilan orang, ruang anggrek 33 orang dan ruang mawar tiga orang. “Itu dari sejumlah ruangan baik dewasa dan anak-anak. Kalau dewasa sebanyak 55 orang, dan anak-anak sebanyak 36 orang,” jelasnya.
Pasien yang datang pun rata-rata ada atas rujukan dari pihak puskesmas setempat, dan ada pula yang memang berinisiatif langsung datang ke RSUD Cimacan.
Dengan hal tersebut, pihak RSUD Cimacan mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal dengan menerapkan metode 3M (menguras, membersihkan dan mengubur). “Saat ini lagi musimnya (DBD). Diharapkan kepada masyarakat, supaya bisa lebih hidup sehat. Artinya makan makanan yang bersih, sesuai aturan, menjaga lingkungan, apalagi kalau ada semacam genangan-genangan air, supaya bisa cepat dibersihkan,” tukasnya.
Peristiwa ini pun menuai reaksi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur yang dinilai harus memaksimalkan kinerjanya, dari mulai pengecekan di lapangan hingga melakukan fogging (pengasapan). Selain DBD, diare dan juga muntaber bisa saja menyerang, “Di musim hujan seperti saat ini kita pun siaga dalam kasus penyakit seperti demam berdarah, diare dan juga muntaber, seperti sekarang kasus DBD yang terjadi,” ujar Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Cianjur, Rosdiani Dewi.
Menurutnya, pencegahan yang dilakukan dinilai tidak terlalu berdampak jika masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan, pasalnya itu hanya bersifat sementara. Pihaknya pun mengimbau untuk lebih menjaga kebersihan di sekitar, agar sumber penyakit di musim penghujan saat ini bisa diminimalisir.
Ia menambahkan, seperti halnya DBD, ketika dilakukan fogging itu tidak bersifat akan menghilangkan DBD tapi harus dilakukan pembersihan jentik nyamuk (PJN). “Itu (fogging) kan hanya bersifat sementara. Namun, yang perlu dilakukan itu pembersihan jentik nyamuk dan juga menjaga kebersihan sekitar,” paparnya.
18:55 | 0 comments | Read More

Ternyata ... Bahaya Menghisap Shisha Lebih Dari Rokok

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, January 4, 2019 | 08:09

Perokok Shisha

Shisha merupakan salah satu metode menghisap tembakau di mana tembakau kerap dicampur dengan buah atau gula molase. Campuran ini dihisap melalui sebuah selang atau tabung khusus.

Meski cukup populer, shisha ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan yang lebih berat dibandingkan rokok. Menurut penelitian, satu sesi shisha bisa memberikan efek negatif yang lebih berat dibandingkan satu bungkus rokok.

Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti dari Brighton and Sussex Medical School setelah melakukan penelitian berskala besar. Penelitian yang melibatkan 9.840 partisipan ini bertujuan untuk mengetahui dampak buruk dari shisha.

Berdasarkan penelitian, orang-orang yang suka menghisap shisha lebih berisiko untuk mengalami kenaikan berat badan dan menderita diabetes tipe 2 dibandingkan non perokok. Penelitian ini juga menemukan hubungan positif antara menghisap shisha dengan obesitas, sindrom metabolik, diabetes serta dislipidemia.

Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa shisha tidak seberbahaya rokok. Faktanya, tim peneliti justru melihat kecenderungan bahwa shisha lebih berbahaya dibandingkan rokok.

"Satu sesi merokok hookah (shisha) bisa setara bahkan lebih dibandingkan satu bungkus rokok, dan senyawa beracun yang terhirup (dari shisha) bisa jauh lebih banyak," papar Profesor Gordon Ferns dari Brighton and Sussex Medical School seperti dilansir Independent.

Saat ini, tim peneliti belum memahami mengapa kebiasaan menghisap shisha berkaitan dengan obesitas dan diabetes. Akan tetapi ada kemungkinan racun pada asap shisha menstimulasi respon inflamasi yang menyebabkan jaringan tubuh menjadi resisten terhadap efek hormon insulin yang meregulasi kadar gula dalam darah.

"Tetapi, ada kemungkinan pula bahwa merokok hookah berkaitan dengan perilaku sosial lain yang menyebabkan kenaikan berat badan," jelas Ferns.

Senada dengan penelitian ini, British Heart Foundation (BHF) mengatakan sulit untuk menentukan secara pasti seberapa banyak seseorang bisa terpapar senyawa beracun dalam satu sesi menghisap shisha. Akan tetapi BHF bisa memastikan bahwa senyawa beracun yang mungkin dipaparkan dalam satu sesi menghisap shisha sangat banyak. Alasannya, jumlah asap yang dihisap dalam satu sesi shisha setara dengan asap yang dihasilkan lebih dari 100 batang rokok.

"Sebagai hasilnya, perokok shisha memiliki risiko penyakit yang sama seperti perokok biasa, misalnya penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan dan masalah selama kehamilan," ungkap BHF.

Sumber: Republika Online
08:09 | 0 comments | Read More

Apple, Google dan Banyak Perusahaan Lainnya Yang Gak Lagi Mewajibkan Ijazah Kuliah

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, November 17, 2018 | 16:40


Di tengah persaingan yang ketat di kalangan pencari kerja ternyata banyak Perusahaan besar di Amerika sudah memberikan peluang kepada pencari kerja yang bukan lulusan kuliah, yang mana biasanya Pelamar harus menempuh pendidikan Kuliah dulu selama 4 Tahun.

Di Tahun 2017, Perusahaan Raksasa IBM menginformasikan kepada CNBC bahwa 15% Karyawan mereka tidak menempuh Pendidikan Tinggi (Kuliah). Tapi mereka memilih karyawan berpengalaman yang telah dididik untuk mengikuti kursus pemrograman dalam bentuk "Boot Camp" atau memilih lulusan Sekolah Kejuruan.

Jadi buat Sahabat Mentari yang gak bisa Kuliah, jika dilihat dari cara terkini Perusahaan di Amerika dalam merekrut Karyawab (dan pastinya di Indonesia pun akan menirunya) maka buat yang gak kuliah bisa mengikuti Kursus Pengembangan Skill dan bisa membuat karya yang bisa menarik Perusahaan ataupun Client tertarik atau bisa juga membuat semacam "Portofolio" (cari aja di google apa artinya ^_^ )

Berikut daftar Perusahaan yang memperkerjakan Karyawan dengan lulusan tidak harus kuliah:
1. Google
Lowongan yang tersedia sekarang: product manager, recruiter, software engineer, product marketing manager

2. Penguin Random House (Penerbit Buku Bersampul Tipis)
Lowongan yang tersedia sekarang: marketing designer, publicity assistant, senior manager of finance, production assistant

3. Costco Wholesale (Perusahaan Bidang Pemasaran)
Lowongan yang tersedia sekarang: cashier, stocker, pharmacy sales assistant, bakery wrapper

4. Whole Foods (Supermarket Khusus Organik)
Lowongan yang tersedia sekarang: grocery team member, cashier, bakery team member, whole body team member

5. Hilton (Hotel)
Lowongan yang tersedia sekarang: event manager, front office manager, housekeeper, hotel manager

6. Publix (Industri Retail)
Lowongan yang tersedia sekarang: pharmacist, retail set-up coordinator, maintenance technician, job fair

7. Apple
Lowongan yang tersedia sekarang: design verification engineer, engineering project manager, iPhone buyer

8. Starbucks
Lowongan yang tersedia sekarang: barista, shift supervisor, store manager

9. Nordstrom (Jaringan Toko Barang Mewah)
Lowongan yang tersedia sekarang: retail sales, cleaning, stock and fulfillment, bartender

10. Home Depot (Industri Retail)
Lowongan yang tersedia sekarang: department supervisor, customer service sales, store support

11. IBM
Lowongan yang tersedia sekarang: financial blockchain engineer, lead recruiter, contract and negotiations professional

12. Bank of America
Lowongan yang tersedia sekarang: client service representative, client associate, analyst, executive assistant

13. Chipotle (Restoran Cepat Saji)
Lowongan yang tersedia sekarang: district manager, kitchen manager, service manager

14. Lowe's (Penjualan Bahan Bangunan dan Renovasi Rumah)
Lowongan yang tersedia sekarang: plumbing associate, commercial sales loader, lumber associate

Sumber: CNBC
16:40 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Alert: Zero To Hero, 18 November 2018

💡[Islamic Sunday Alert]💡

Kesuksesan BESAR itu milik mereka yang menyandarkan kepada yang MAHA BESAR

Wadaww..
Udah kek gitu belum nih men temen?
Mau dapet tips yg dahsyat? Mau menjiwai jiwa pahlawan pula? (Karena d bulan ini ada bulan pahlawan), mau dapet  kesuksesan besar?

Yuk dateng dan agendakan ...


Islamic Sunday: Zero To Hero

With Pembicara Keren yang Mantul (Mantap Betul):
🗣 Kang Roby

Catet waktunya..
📅 Ahad, 18 November 2018
🕤 08.30 WIB
🏡 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)

👥 Pesertanya umum, bukan yg punya member ajah ko jadi agendakan hadir yah.. 😊

Dan yang pasti acara ini..
💯% free for teen (Pelajar & Mahasiswa)

Yuk ajak teman temannya ikut!

Inget buat bawa:
👉🏻 Al-Qur'an
👉🏻 Member IS
Yak..

See you gaes!

Regards,
YPR Mentari Cianjur

Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
15:46 | 0 comments | Read More

Beasiswa Pesantren ID-Networkers untuk SysAdmin dan Programmer

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, November 3, 2018 | 17:23


Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan agar skill Programming dan SysAdmin lebih diasah setelah lulus SMK Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Nah Sahabat Mentari sekalian, ada kesempatan emas untuk kalian semua agar bisa melanjutkan Pendidikan dan mengasah skill lebih dalam, dimana salah satu tempat kursus berbasis IT (Admin YPR Mentari pernah kursus CCNA disini) membuka lowongan Beasiswa untuk SysAdmin dan Programmer yang berbasis Pesantren.
Ayo coba, sangat direkomendasikan buat yang lulusan SMK dan minat dengan dunia IT lebih dalam lagi tapi tidak bisa melanjutkan Kuliah.
Dan Catat, pendaftaran terakhir:15 November 2018 pukul 23:00 !!!

***
INFO BEASISWA Pesantren ID-Networkers [Terbaru]
=============================================================
Dibuka penerimaan pendaftaran Pesantren Programmer & Sysadmin IDN untuk Lulusan SMK Jurusan TKJ/RPL

Periode belajar dari tanggal 20 November 2018 s.d. 20 November 2019

Persyaratan:
– Laki-laki usia maksimal 20 th
– Tidak merokok, tidak pacaran
– Mendapat izin dari orang tua
– Sudah dinyatakan lulus sekolah tingkat SMK
– Diutamakan dari keluarga yang kurang mampu
– Membawa laptop sendiri
– Sanggup untuk tinggal dan belajar selama setahun di pondok pesantren (jonggol, Kab.Bogor) dan di IDN (Slipi Jakarta Barat)
– Sanggup beradaptasi dengan lingkungan pesantren di pelosok gunung dengan berbagai macam keterbatasannya
– Sanggup mengikuti berbagai macam kegiatan Pesantren Sysadmin/Programming
– Sanggup untuk menghafal dengan target minimal juz amma
– Sanggup untuk senantiasa sholat berjamaah dimasjid di awal waktu sholat
– Sanggup untuk rutin membaca quran setiap hari
– Sanggup untuk berlatih presentasi dalam bahasa inggris setiap harinya

Tidak ada kewajiban apapun yang harus diberikan setelah masa pesantren berakhir

Silahkan isi form di bawah ini.

Klik Link Berikut untuk lebih detail: https://idn.id/pesantren/?fbclid=IwAR36eRvpIZNXeQX_fVoAILQj0gWuLftagUZ6-94wAXmUEeXeGB0ZZbC9SOM

Pendaftaran paling lambat tanggal 15 November 2018 pukul 23:00 WIB
17:23 | 0 comments | Read More

Seks Bebas Dibalik Seragam Putih Biru

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, October 20, 2018 | 17:27

Oleh: Dede Yulianti (Ibu dan Pemerhati Remaja)
#WadahAspirasiMuslimah
Disunting oleh Admin YPR Mentari Cianjur

Noda hitam kembali mencoreng dunia pendidikan. Bau busuk pergaulan bebas terendus di balik seragam putih biru. Dua belas siswi hamil ditemukan di satu sekolah di Kabupaten Lampung. Bisa dipastikan, aktivis zina remaja yang tidak sampai hamil, jumlahnya lebih fantastis.

Tak kalah mencengangkan, kondom dan alat tes kehamilan menjadi 'jajanan' yang laku keras di apotik sekitar sekolah dan kampus. Tak tanggung-tanggung, 100 kondom laris terjual dalam sebulan. Temuan fakta tersebut diungkap oleh Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Dwi Hafsah Handayani. (Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2018/10/02/12-siswi-di-satu-smp-hamil-pengakuan-sekolah-berbeda-dengan-temuan-pkbi-lampung)

Dalam waktu yang hampir bersamaan, terciduk komunitas seks bebas. Lagi-lagi di kalangan putih biru. Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi mendapatkan temuan terkait tindak asusila melalui grup aplikasi mengobrol, whatsapp (WA). Ironisnya, grup tersebut berisikan para siswa di satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan. Selain tindak asusila, di grup yang berisikan 24 siswa dan siswi itu, para anggota saling berbagi video porno. Dari video tersebut, para anggota saling mengajak untuk berhubungan badan.

“Ditemukan ada 42 video porno di grup WA itu. Kemudian ada ajakan mesum. Ajakan itu dikuatkan saat sang guru menelusuri lebih jauh dan ditemukan ada obrolan pribadi via WA yang mengajak berbuat mesum, siswa dan siswa yang masih satu sekolah,” ucap Rozak, Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi (Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/10/03/mengkhawatirkan-aktivitas-asusila-siswa-smp-di-grup-whatsapp-all-stars)

Akibat Pergaulan Bebas
Inilah yang disebut oleh Bu Elly Risman, pakar parenting sebagai 'bencana nasional' yang menimpa generasi muda dan mengancam ketahanan negara. Implikasi dari penerapan sekulerisme di negeri ini. Gelombang tsunami peradaban sekulerisme menghantam setiap sisi kemanusiaan. Tingginya ombak kebebasan menghanyutkan iman hingga melepas rasa malu. Naluri seksual ditempatkan hanya sebatas jalan mendapatkan kenikmatan syahwat.

Gambar: Google Images

Mengurai Persoalan
Naluri seksual sebagai fitrah manusia, sejatinya tak akan menimbulkan kekacauan dan kerusakan manakala diatur dan dikelola sesuai dengan fungsinya. Yaitu jalan lahirnya penerus generasi. Tentu satu-satunya cara yang dibenarkan dalam Islam hanya dengan pernikahan. Dengan demikian setiap aktivitas yang membangkitkan naluri ini yang terjadi pada Insan yang belum menikah mestilah diatur agar sesuai Syariat Islam. Seperti perilaku mengumbar aurat atau pornografi dan pornoaksi, budaya pacaran yang mendekati zina. Maka satu-satunya solusi adalah dengan mengembalikan tatanan kehidupan pada syariat Islam yang mengatur masalah ini dengan paripurna.

Perilaku seks bebas di kalangan remaja harus dihentikan. Membalikkan kondisi remaja muslim seperti seharusnya, yaitu bagian umat terbaik, memerlukan keseriusan dan kerja keras dari semua pihak. Pembinaan remaja dengan aqidah dan pemahaman syariat mutlak dibutuhkan. Beberapa hal yang penting dipahami oleh remaja, sebagai berikut:

1. Menanamkan identitas diri sebagai Muslim
Tuntun remaja memahami tujuan hidupnya. Bahwa setiap manusia berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Maka kehidupan ini hanyalah untuk menghamba kepada-Nya. Tumbuhkan rasa takut dan merasa diawasi Allah SWT. Jadikan aqidah Islam sebagai satu-satunya landasan ketika berperilaku.

2. Memahami Konsekuensi Usia Baligh
Ketika organ-organ reproduksi manusia telah matang, mereka memasuki usia akil baligh. Dalam Islam usia tersebut bukan pintu diberikannya kebebasan. Justru statusnya sebagai mukallaf, berkonsekuensi untuk bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatannya. Maka dimulailah kewajiban untuk terikat dengan seluruh hukum syariat Islam. Catatan amal mulai berlaku, terbuka pintu menuju surga atau neraka.

3. Memahami Hukum Islam Tentang Pergaulan
Ajarkan sejak dini perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya dari pakaiannya. Sehingga terhindar dari kholwat, berduaan dengan yang bukan mahrom. Serta ikhtilat, campur baur tanpa kepentingan. Biasakan menutup aurat sedari dini. Tanamkan pentingnya menjaga kehormatan dan rasa malu baik untuk laki-laki maupun perempuan. Sebab Allah SWT memerintahkannya.

4. Menjelaskan Zina Adalah Perbuatan Keji
Allah SWT berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."(TQS. Al-Isra' 17: Ayat 32)

Termasuk mendekati zina dengan pacaran. Budaya ini jelas berbahaya bagi pergaulan remaja. Hukuman pelaku zina dalam Islam sangat gamblang . Allah SWT berfirman:
"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman." (TQS. An-Nur 24: Ayat 2).
Jika hukuman itu tidak dilaksanakan di dunia, tentu siksa pedih di akhirat menanti. Na'uzubillah.

5. Mengawasi Penggunaan Gawai (Gadget)
Teknologi memang sesuatu yang tak bisa dihindari. Namun penggunaannya bak pisau bermata dua. Tanpa pengawasan, gawai berpotensi mengakses informasi negatif. Oleh karena itu, penggunaannya harus diatur dan tetap diawasi orangtua.

Di tengah serbuan seks bebas remaja, masih ada setitik asa. Selama ajaran Islam dijadikan pegangan hidup dan dilaksanakan sepenuhnya. Semoga remaja negeri ini segera bangkit dari kerusakan menuju tercapainya generasi terbaik dari umat.

MasyaAllah, Semakin miris dengan "bencana nasional" ini.

============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
17:27 | 0 comments | Read More

Seruan Pemkab Cianjur Agar Khutbah Jum'at Bahas Bahaya LGBT, Download Disini Naskahnya

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, October 17, 2018 | 11:38

Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Cianjur follow up Berita dan Kasus LGBT yang marak, terutama di Sosial Media seperti Facebook dimana ditemukan Grup LGBT daerah Cianjur yang anggotanya Ribuan.
Gambar: Screenshot dari Facebook

Sebelumnya Wakil Bupati Cianjur menginformasikan bahwa data Resmi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, Jumlah Pelaku LGBT di Cianjur sudah sekitar 2805 Orang (bagaimana dengan yang belum yang terdata?).

Dan puncak kehebohan Kasus LGBT di Cianjur adalah ada Peserta Kontes LGBT di Bali berasal dari Cianjur, yang Allhamdulillah setelah didemo Umat Islam beserta pihak MUI di Bali akhirnya dibatalkan.

Dan untuk menindaklanjuti agar dampak dari LGBT tidak merebak, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur melalui Wakil Bupati mengeluarkan Surat Edaran agar para Khatib di Jum'at Tanggal 19 Oktober 2018 memberikan Khutbah dengan Isi tentang Bahaya LGBT yang dibuat oleh Pihak MUI Kabupaten Cianjur melalui Wakil Ketua Umum-nya H. AHMAD YANI, S.IP., M.Si


Untuk Download Naskah Khutbah Jum'at tersebut, silahkan download disini: Materi Khutbah Jum'at tentang Bahaya LGBT dari MUI Cianjur
11:38 | 0 comments | Read More

Ngeri Banget Euy, Jumlah LGBT di Cianjur Meningkat Jadi 2.805

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, October 13, 2018 | 10:08

Wakil Bupati Cianjur
Jumlah Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kabupaten Cianjur meningkat sebanyak 40 persen dari 2.000 orang tahun 2017 menjadi 2.805 orang pada tahun 2018.
” Data ini didapat dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya hanya sekitar 2.000 orang dan kami terus melakukan upaya dengan mensosialisasikan bahaya LGBT terutama ke sekolah-sekolah” kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman saat ditemui beritautama.net usai melaksanakan sholat Zuhur di Mesjid Agung Cianjur, Selasa (09/10).
Wakil Bupati mengatakan dari jumlah tersebut 40 persen mengidap penyakit AIDS dan kebanyakan dari lelaki sesuka sesama jenis.
Meningkatnya jumlah penyuka sesama jenis ini, kata dia, dikarenakan pergaulan dan gaya hidup.
Biasanya satu orang penyuka sesama jenis menularkan penyakitnya ini dengan mencari pasangan lebih dari satu orang.
” Bahayanya para penyuka sesama jenis mencari pasangannya untuk menularkan penyakitnya lebih dari satu pasangan” ujarnya.
Herman menambahkan para penyuka sesama jenis ini berbagai macam usia terutama usia rentan yakni masih sekolah atau beranjak dewasa.
” Saya terus berupaya untuk menanggulangi masalah ini dengan cara setiap hari Senin keliling kesekolah-sekolah mengantisipasi penyebaran seks menyimpang ini,” katanya.
Selain itu, Pemkab Cianjur juga bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan lagi program iman dan taqwa kepada warga Cianjur.
” Dengan menggandeng MUI program iman dan taqwa seperti menghidupkan kembali magrib mengaji, adanya pengajian disekolah, program sholat berjamaah dan kegiatan-kegiatan keagamaan insya Alloh bisa melindungi warga Cianjur dari pengaruh LGBT” jelasnya.
10:08 | 0 comments | Read More

Singgasana Allah Terguncang karena LGBT Merajalela

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, October 10, 2018 | 20:45

Merajalelanya kaum Lesbian Gay dan Transgender (LGBT), khususnya di Indonesia belakangan ini, dikatakan sanggup mengguncang singgasana Allah swt, yaitu Arsy. Hal ini sudah ditegaskan dalam sebuah hadist Rasulullah saw.

Gambar: Google Images

"Jika seorang lelaki 'menaiki' sesama lelaki, maka Arsy guncang lantaran takut murka Allah. Hampir saja langit runtuh gara-gara perbuatan itu. Para malaikat pun berpegang pada ujung langit sambil membaca 'qul huwa Allah ahad' (surat Ikhlas), sehingga murka Allah reda kembali." [Al-Kabir, Hal 57].

Berdasarkan kedua sumber utama ajaran Islam yakni Alquran dan hadist, sudah banyak dijelaskan tentang keharaman praktek lesbian dan homoseksual. Bahkan, sampai-sampai perilaku menyimpang ini dikatakan sanggup mengguncang singgasana Allah sebagaimana disebut di atas.

Arsy merupakan makhluk Allah yang tidak terdefinisikan. Allah bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. Sebagaimana Firman Allah,  "...kemudian Dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan." (Surah Yunus ayat 3).

Jika singgasana Allah tersebut terguncang, maka umat manusia barangkali akan terkena adzab seperti yang diterima kaum homo dan lesbi pada zaman Nabi Luth as. Umat Islam harus melakukan pencegahan terhadap pelaku penyimpangan seksual ini. Karena jika tidak, mereka dapat membuat orang berbuat maksiat (’anah ‘ala al-ma’siat) dan bahkan bisa turut berpartisipasi di dalamnya.

Imam Abu Said As-Shaluki mengatakan dalam kitab Al-Kabair, umat Nabi Muhammad saw akan tertimpa bencana homoseksualitas. Mereka terdiri dari tiga tingkatan. Pertama, mereka hanya mendiamkan; kedua, mereka ikut merestui; dan ketiga, mereka melakukan secara langsung. [Al-Kabair, 57-58]. Wallahu a’lam.

Sumber: Republika.co.id
20:45 | 0 comments | Read More

Innalillahi, ada Peserta Kontes Gay asal Cianjur di Bali

Sebelumnya, Admin Web YPR Mentari melihat Iklan di Facebook bahwa ada Warga Cianjur yang jadi peserta Acara Kontes Kaum Gay Laknatullah di Bali yang lagi heboh dan didemo Umat Islam di Bali sana hingga acaranya batal (Pihak penyelenggara kontes tersebut masih mencari tempat lain). Dan kejengkelan tersebut ternyata tercium juga Netizen Cianjur dan Situs Berita Radar Cianjur. Berikut cuplikan beritanya:

Para netizen khususnya di daerah Kabupaten Cianjur dihebohkan dengan kabar bakal adanya acara yang diduga berbau LGBT di Bali.
Yang lebih menghebohkan, Kabupaten Cianjur yang dikenal dengan julukan Kota Santri ternyata menjadi peserta dalam ajang tersebut.
Acara yang bertajuk Mister & Miss Gaya Dewata 2018 itu diikuti 80 kandidat dari 40 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Dalam postingan sebuah iklan yang beredar di media sosial, di daerah Jawa Barat terdapat 14 orang peserta yang tersebar di Lima daerah, Jakarta, Bandung, Cirebon, Garut, Subang, dan Cianjur.
Acara yang diketahui di gagas oleh Gaya Dewata tersebut sontak menjadi viral dan menjadi perbincangan para netizen.

Sumber: Radar Cianjur
19:59 | 0 comments | Read More