Powered by Blogger.

Fitnah Zina pada Aisyah RA sang Istri Rasulullah SAW

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, May 24, 2017 | 21:29

Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkan, “Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak keluar untuk melakukan suatu perjalanan, maka beliau mengundi di antara istri-istrinya. Maka, siapa saja di antara mereka yang keluar undiannya, maka dialah yang keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan kisahnya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan undian di antara kami di dalam suatu peperangan yang beliau ikuti. Ternyata namaku-lah yang keluar. Aku pun berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kejadian ini sesudah ayat tentang hijab diturunkan. Aku dibawa di dalam sekedup (tandu di atas punggung onta) lalu berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga kembali dari perang tersebut.


Ketika telah dekat dengan Madinah, maka pada suatu malam beliau memberi aba-aba agar berangkat. Saat itu aku keluar dari tandu melewati para tentara untuk menunaikan keperluanku. Ketika telah usai,  aku kembali ke rombongan. Saat aku meraba dadaku, ternyata kalungku dari merjan zhifar terputus. Lalu aku kembali lagi untuk mencari kalungku, sementara rombongan yang tadi membawaku telah siap berangkat. Mereka pun membawa sekedupku dan memberangkatkannya di atas ontaku yang tadinya aku tunggangi. Mereka beranggapan bahwa aku berada di dalamnya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

“Pada masa itu perempuan-perempuan rata-rata ringan, tidak berat, dan tidak banyak daging. Mereka hanya sedikit makan. Makanya, mereka tidak curiga dengan sekedup yang ringan ketika mereka mengangkat dan membawanya. Di samping itu, usiaku masih sangat belia. Mereka membawa onta dan berjalan. Aku pun menemukan kalungku setelah para tentara berlalu. Lantas aku datang ke tempat mereka. Ternyata di tempat itu tidak ada orang yang memanggil dan menjawab. Lalu aku bermaksud ke tempatku tadi di waktu berhenti. Aku beranggapan bahwa mereka akan merasa kehilangan diriku lalu kembali lagi untuk mencariku.”

“Ketika sedang duduk, kedua mataku merasakan kantuk yang tak tertahan. Aku pun tertidur. Shafwan bin al-Mu’aththal as-Sullami adz-Dzakwani tertinggal di belakang para tentara. Ia berjalan semalam suntuk sehingga ia sampai ke tempatku, lalu ia melihat hitam-hitam sosok seseorang, lantas ia menghampiriku. Ia pun mengenaliku ketika melihatku. Sungguh, ia pernah melihatku sebelum ayat hijab turun, Aku terbangun mendengar bacaan istirja’-nya (bacaan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) ketika ia melihatku. Kututupi wajahku dengan jilbab. Demi Allah, dia tidak mengajakku bicara dan aku tidak mendengar sepatah kata pun dari mulutnya selain ucapan istirja sehingga ia menderumkan kendaraannya, lalu ia memijak kaki depan onta, kemudian aku menungganginya. Selanjutnya ia berkata dengan menuntun kendaraanu sehingga kami dapat menyusul para tentara setelah mereka berhenti sejenak seraya kepanasan di tengah hari. Maka, binasalah orang yang memanfaatkan kejadian ini (menuduh berzina). Orang yang memperbesar masalah ini ialah Abdullah bin Ubay bin Salul (Tokoh Munafiq di Zaman Rasulullah).”


Kesedihan yang melanda Istri Rasulullah SAW Aisyah RA ketika dituduh berzina sangatlah mendalam, karena Rasulullah dan Orang Tua Aisyah RA sendiri yaitu Abu Bakar sampai mendiamkan Aisyah karena dituduh berzina. Sampai akhirnya turun Wahyu dari Allah SWT tentang bantahan bahwa Aisyah RA telah berzina:


“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (pula).” (QS. An-Nur: 11)


Beberapa hikmah dari kejadian yang menimpa Aisyah RA:

* Sunnah bagi suami meminta pendapat kepada orang terdekatnya, keluarganya, dan teman-temannya mengenai persoalan yang dihadapinya.

* Terbebasnya Aisyah radhiyallahu ‘anha dari cerita bohong yang dituduhkan kepadanya. Ia telah terbebas secara pasti berdasarkan nash Alquran. Jadi, seandainya ada seseorang yang meragukannya, wal-iyadzu billah, maka ia menjadi kafir dan murtad berdasarkan ijma kaum muslimin.


(Syarh Muslim karya Imam An-Nawawi dengan perubahan).

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Diringkas dari kisahmuslim.com

Judul asli: Tuduhan Dusta Terhadap Istri Rasulullah
21:29 | 0 comments | Read More

Sengaja Tidak Puasa 1 Hari di Bulan Ramadhan, Tidak bisa digantikan dengan Puasa Setahun

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 23, 2017 | 15:10


Bagaimana hukum orang yang berpuasa beberapa hari dalam bulan Ramadhan tetapi berbuka (tidak berpuasa) selama beberapa hari dengan sengaja? Apakah hari-hari selama ia berpuasa itu diperhitungkan?

Kejadian seperti ini sering didapati di masyarakat. Seseorang yang menyatakan dirinya Islam dengan entengnya meninggalkan puasa dengan entengnya tanpa merasa berdosa. Apakah hukum bagi mereka yang berbuat demikian?

Syekh Yusuf Qardhawi menguraikan hal ini dalam fatwanya. Dia berpendapat bahwa segala sesuatu masing-masing ada perhitungannya. Dan dalam kasus ini letak permasalahannya bukanlah pada perhitungan hari-hari ia berpuasa, tetapi mengenai hari-hari pada saat ia tidak berpuasa—dapat diganti ataukah tidak.

Satu hari dari bulan Ramadhan tidak dapat digantikan kecuali oleh satu hari dari bulan Ramadhan yang lain. Sedangkan pada setiap bulan Ramadhan seorang Muslim senantiasa mempunyai kewajiban berpuasa, dan kewajiban ini tidak mungkin dapat dihindarkan.

Oleh karena itulah, Abu Hurairah RA pernah berkata, "Barangsiapa tidak berpuasa sehari dari hari-hari Ramadhan maka tidak dapat digantikan oleh hari yang lain dari hari-hari dunia."

Diriwayatkan pula bahwa ada seorang laki-laki yang berbuka (membatalkan) puasa pada bulan Ramadhan, lalu Abu Hurairah berkata, "Tidak diterima darinya puasa setahun (sebagai gantinya)."

Dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, "Barangsiapa yang tidak berpuasa selama satu hari dari bulan Ramadhan tanpa ada rukhshah untuknya, maka tidaklah dia dapat menggantikannya meskipun dengan berpuasa setahun.”

Fatwa seperti ini diriwayatkan pula dari Abu Bakar dan Ali. Oleh karena itu, hendaklah setiap Muslim takut kepada Allah dalam urusan agamanya, dan hendaklah ia memiliki kemauan yang keras untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta mengalahkan hawa nafsu dan syahwatnya. Barangsiapa yang kalah (gagal) dalam menghadapi perutnya sendiri, maka ia tidak akan mendapat kemenangan dalam lapangan apa pun. Wallahu'alam.

Sumber: Republika.co.id
15:10 | 0 comments | Read More

Baru 34 SMP di Cianjur Gelar UNBK

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, May 3, 2017 | 18:53



POJOKJABAR.com, CIANJUR – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan sederajat berlangsung serentak di Indonesia, sejak hari Selasa (2/5/2017).
Sebanyak 34 SMP dari 283 SMP di Kabupaten Cianjur, melaksanakan ujian berbasis komputer dengan lancar, meski sempat terganggu matinya lampu di beberapa sekolah.
Dari 34 sekolah yang melaksanakan UNBK, SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur merupakan salah satu sekolah swasta yang sudah melaksanakan UNBK.
Kepala SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur H Mohammad Solihin mengatakan, di SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur sebanyak 69 siswa mengikuti UNBK dengan dibagi tiga sesi.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, peserta bisa melaksanakan UNBK dengan baik, karena sudah diantisipasi sebelumnya, dengan terus melakukan latihan,” paparnya.
Solihin mengaku bangga, lantaran SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur sudah bisa melaksanakan UNBK disaat sekolah lain masih banyak yang belum.
“Di cianjur itu baru beberapa sekolah saja yang UNBK saya berharap tahun depan lebih banyak SMP yang melaksanakan UNBK,” tambahnya.
Sementara itu, SMPN 3 Cibeber belum mampu melaksanakan UNBK dan memilih Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Penyebabnya, sekolah tersebut belum didukung sarana dan prasarana seperti perangkat komputer. Bahkan sekolah itu belum dijangkau jaringan internet.
Dari pantauan Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com), para peserta ujian terlihat serius dan antusias mengerjakan soal-soal ujian meski tidak menggunakan perangkat komputer. Para siswa juga tidak saling memandang ke sebelah, dan terlihat sangat fokus.
Kepala SMPN 3 Cibeber Nani Sunarti menyebutkan, seluruh siswa peserta ujian nasional (UN) sebanyak 212 orang. Namun mereka belum bisa mengikuti UNBK. Dikarenakan SMPN 3 Cibeber belum masuk jaringan internet. Selain itu, terbatasnya jumlah perangkat komputer sehingga UN dilaksanakan secara manual.
“Sekolah kami belum dijangkau jaringan internet. Jika mengakses internet masih mengandalkan modem. Jujur kalau ditanya sekolah kami juga ingin melaksanakan UNBK, tapi belum didukung dengan sarana dan prasana,” terang Nani Selasa (02/05) kemarin.
Nani memahami, sekolah bisa menginduk atau mengadakan UNBK di SMA atau SMK terdekat namun usulan tersebut ditolak oleh sebagian besar orangtua murid dengan alasan kenyamanan siswa.
“Semoga tahun depan jaringan internet bisa masuk ke sini agar bisa ikuti UNBK,” harapnya.
18:53 | 0 comments | Read More

Rayakan Kelulusan, Pelajar Yogyakarta Bagi-bagi Nasi Bungkus dan Susu Kepada Masyarakat

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 2, 2017 | 17:12

Nasi dan susu sebanyak 5000 buah yang siap dibagikan ke 11 titik di Kota Yogyakarta dalam acara Sungkeman 2017 oleh siswa siswi SMA di Yogyakarta Selasa (2/5/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 2000 nasi bungkus dan 3000 susu akan dibagikan kepada para masyarakat dalam acara Sungkeman 2017 yang mengambil titik kumpul di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Selasa (02/5/2017) pagi.

Kegiatan Sungkeman 2017 ini sendiri merupakan satu acara kelulusan yang digagas oleh sejumlah pelajar di Yogyakarta.

Muhammad Iqbal Aryana selaku ketua panitia acara Sungkeman 2017 mengatakan, pihaknya menyediakan makanan dan susu berjumlah sekitar 5000 untuk dibagikan.

"Untuk pembelian makanan dan susu kami mengumpulkan dana dari para peserta dan dari beberapa donatur," katanya.

Ia mengatakan kegiatan pembagian makanan dan susu tersebut bakal dilakukan ke beberapa titik tempat.

"Kami akan bagikan di 11 tempat meliputi Alun Alun Utara, Tugu Pal Putih, Pingit, Stasiun Tugu, Malioboro, Jokteng Kulon, Abu Bakar Ali, Dongkelan, Ngaben, Ngasem, dan Lempuyangan," pungkasnya.
17:12 | 0 comments | Read More

Awas, Pelaku Kejahatan Seksual Anak Mayoritas Orang Dekat

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 27, 2017 | 11:04

Foto: rilis.id

Menurut Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti, anak bisa menjadi korban ataupun pelaku kekerasan dengan lokus kekerasan pada anak ada 3, yaitu di lingkungan keluarga, di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. Hasil monitoring dan evaluasi KPAI tahun 2012 di 9 provinsi menunjukkan bahwa 91 persen anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, 87.6 persen di lingkungan sekolah dan 17.9 persen di lingkungan masyarakat.

“78.3 persen anak menjadi pelaku kekerasan dan sebagian besar karena mereka pernah menjadi korban kekerasan sebelumnya atau pernah melihat kekerasan dilakukan kepada anak lain dan menirunya,” paparnya.

Dia kembali memaparkan, pelaku kekerasan pada anak bisa dibagi menjadi Tiga: 
Pertama: Orang tua, keluarga, atau orang yang dekat di lingkungan rumah.
Kedua: Tenaga kependidikan yaitu guru dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolah seperti cleaning service, tukang kantin, satpam, sopir antar jemput yang disediakan sekolah. 
Ketiga: Orang yangg tidak dikenal. Berdasarkan data KPAI di atas tersebut, anak korban kekerasan di lingkungan masyarakat jumlahnya termasuk rendah yaitu 17,9 persen.

Artinya, anak rentan menjadi korban kekerasan justru di lingkungan rumah dan sekolah. Lingkungan yang mengenal anak-anak tersebut cukup dekat. Artinya lagi, pelaku kekerasan pada anak justru lebih banyak berasal dari kalangan yang dekat dengan anak.

Oleh karena itu, Orang Tua harus bisa lebih memerhatikan anak mereka dan ikut mengawasinya, agar terhindar dari berbagai kejahatan yang bisa terjadi di sekitarnya. Orang tua juga harus mengajarkan agar anak jujur, mau menolak jika ada yang mengajarkan perbuatan tidak baik, serta mau melapor. Dan yang lebih penting adalah Orang Tua harus mau belajar Syariat Agama lebih dalam karena bagaimana mungkin bisa menjaga anak dan mengajarkan etika, sementara Orang Tua-nya tidak faham Etika dan Adab yang berdasarkan Risalah Agama. (KPAI)
11:04 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Mentari: My Beloved Rasulullah, 30 April 2017

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, April 26, 2017 | 19:57

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat Mentari, Islamic Sunday Mentari is Back !!!

Kali ini dengan tema yang berkaitan dengan panutan dan junjungan kita yaitu Nabi Muhammad SAW: "My Beloved Rasulullah", dan tambah spesial karena Pengisinya Founder Mentari yaitu Kang Roby

Catat waktu pelaksanaanya: Ahad, 30 April 2017 
Tempat: di Aula Toko Rabbani Lantai 2
Waktu: 08.00 - 11.30 WIB


Ayo para Pelajar di Cipanas dan Cianjur hadiri acara keren banget ini, ajak temen dan saudara kamu. Mari kita cintai panutan kita dengan cara yang benar agar semakin bertambah keimanan kita.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
19:57 | 0 comments | Read More

IPB Menerima Calon Mahasiswa Hafiz al-Quran

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, April 7, 2017 | 14:54

Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 yang memiliki kemampuan menghafal al-Quran atau Hafiz al-Quran. Secara khusus IPB menerima Hafiz al-Quran melalui Jalur Seleksi Prestasi Internasional dan Nasional (PIN). Demikian disampaikan Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto di Kampus IPB Darmaga Bogor (4/4).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Yonny Koesmaryono mengatakan bahwa calon pendaftar harus mengikuti prosedur dan tatacara seleksi penerimaan mahasiswa baru yang berlaku di IPB.

Melalui Jalur Seleksi PIN, bagi calon mahasiswa yang telah hafal 30 juz akan diapresiasi dengan nilai tambahan setara prestasi olimpiade tingkat internasional. Sementara bagi Hafiz minimal 15 juz sampai 29 juz akan diapresiasi setara dengan prestasi olimpiade tingkat nasional.

"Calon mahasiswa yang melamar melalu jalur ini harus menunjukkan bukti yang sah sebagai Hafiz dari lembaga terpercaya dan bersedia diverifikasi hafalannya. Program ini berlaku untuk semua program studi,” terang Prof. Yonny.

Jalur PIN IPB sudah diselenggarakan sejak tahun 1974 dengan nama Jalur Finalis Lomba Karya Ilmiah. Pada tahun 2000, namanya berubah menjadi Jalur PIN seperti yang dikenal saat ini. Jalur ini memberikan kesempatan kepada lulusan SMA berprestasi luar biasa dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk di dalamnya adalah Hafiz al-Quran, untuk menimba ilmu di IPB agar sikap, perilaku dan pengetahuannya dapat berkembang secara optimal. Informasi ini disampaikan oleh Biro Hukum, Promosi dan Humas Institut Pertanian Bogor

http://ipb.ac.id
http://humas.ipb.ac.id
http://ipbmag.ipb.ac.id
http://media.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
 Telp: 0251-8425635 WA : 087874833355

 "Hemat air, hemat energi, kelola sampah dan bijak transportasi" Menuju IPB Green Campus 2020 🌿🌳🌷
14:54 | 0 comments | Read More

Dibalik Cerita Ibu Digugat Anaknya: "5 Bukti Riba Merusak dan Membinasakan!!!"

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, March 29, 2017 | 16:17

Ditulis oleh Dian Aryanti Cucu dari Nenek Amih yang digugat anaknya Sendiri di Pengadilan Negeri Garut


KETIKA AMIH DIUJI DI PERSIDANGAN KARENA RIBA KAMI... 
=====================================
Ulasan ringkas dari salah satu media ini, bukan dimaksudkan untuk menebar AIB keluarga kami. Hanya saja saat ini kami merasa nasi sudah menjadi bubur, kami sekeluarga sudah tidak mampu menahan lagi gempuran media.
Hari ini bahkan sudah dibahas di program prime time secara khusus dan live oleh TV nasional. Kami sebagai bagian dari keluarga hanya khawatir, semua yang menonton hanya sebatas mengikutinya sebagai drama, dan kejadian ini malah menjadi jalan terbukanya dosa baru; mengundang cacian dan makian pada mereka penuntut yang sedang menjadi jalan ujian bagi keluarga kami.
Tanpa mengurangi rasa terima kasih untuk banyak pihak yang mendoakan, yang memberikan donasi hingga bantuan advokasi untuk amih dan keluarga besar yang dinilai sedang terdzolimi, kami juga ingin mengajak semua untuk untuk melihat hikmah besar apa yang tengah Allah sematkan dalam kasus yang sedang keluarga kami hadapi ini.
Hingga kejadian ini bisa membawa berkah bagi siapapun, untuk terbukanya pintu ilmu Allah, dengan mendakwahkan:
JAUHI RIBA!!! JAUHI RIBA!!! JAUHI RIBA!!!
Kejadian ini, setidaknya mengandung 5 HIKMAH yang Allah sematkan:
===================================
"LIMA BUKTI RIBA MERUSAK DAN MEMBINASAKAN!!! "
===================================
Amih, nenek kami tercinta... yang tak pernah kenal Riba, di usia senjanya harus merasakan debu riba yang ketika dihirup, membuat sesak nafas ini. Mengucurkan banyak air mata yang tak terbendung.
Apalagi bagi kita yang masih terjebak RIBA???
Boleh dibilang keluarga besar kami, seperti banyak keluarga lainnya di zaman ini, awam dengan istilah RIBA. Dimana setelah dipelajari, RIBA itu adalah setiap kelebihan yang muncul akibat proses utang piutang.
Keluarga besar kami masih percaya utang bank itu menolong, karena bunga nya yang dianggap kecil dan mudah prosesnya. Padahal, kecil atau besar tetap hakikatnya adalah kelebihan yang muncul dari proses utang piutang yang Allah golongkan sebagai 7 DOSA BESAR.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (MEMBAWA PADA KEHANCURAN), diantaranya... memakan RIBA"
[HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Mungkin dengan kejadian ini, Allah ingin membukakan mata hati kami, juga seluruh orang yang menyaksikan persidangan ini, betapa RIBA mampu membawa pada kehancuran.
Dimulai dari utang piutang 20 tahun lalu, paman kami memiliki kredit macet di Bank yang memiliki program KUR dengan bunga yang rendah.
Tapi serendah apapun bunga yang diberikan bank untuk menolong, qadarullah utang tersebut tetap tidak bisa terbayar. (#1 bukti RIBA sekecil apapun membinasakan)

Untuk menutup kredit macet tersebut, paman meminta tolong adik perempuan dan suaminya ( yang sekarang menjadi pihak pemuntut ) untuk dipinjamkan uang sebesar 42jt.
Setelah 20 tahun lebih, bibi dan suaminya beberapa bulan lalu menagih hutang tersebut. Paman kami yang meminjam selama ini memang sepertinya belum mampu membayar dan kami keluarga besar sama sekali tidak tahu menahu tentang pinjaman tersebut.
Karena dahulu prosesnya hanya disaksikan amih, yang diminta pertolongan untuk menjadi penjamin dan bersedia memberikan sertifikat rumah untuk membantu anaknya dari lilitan hutang .
Paman kami keberatan membayar hutang sebanyak 42jt tersebut, apalagi setelah dikonversi ke harga emas dan dihitung apabila dipakai untuk modal kerja, modal usaha selama sekian puluh tahun akhirnya nilai itu menjadi berlipat-lipat hingga keluar angka 1.8M (#2 RIBA pangkal kebinasaan)

Selain itu karena merasa baru mendapatkan pinjaman setengah dari yang disepakati. Paman kami yang berhutang enggan membayar seluruh hutang tersebut.
Akhirnya saat ini berlarutlah masalah piutang piutang antara adik dan kakak ini ke meja persidangan. Dengan menuntut amih sebagai pemberi jaminan. (#3 Riba membinaskan tali persaudaraan, bahkan tali kasih antara ibu dan anak)

Yang menggugatpun pada dasarnya hari ini sedang terlilit hutang RIBA sampai hampir habis seluruh hartanya. (#4 bukti RIBA mampu menghancurkan harta yang telah dibangun dengan susah payah)
ﻣَﺎ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺇِﻻَّ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺎﻗِﺒَﺔُ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﺇِﻟَﻰ ﻗِﻠَّﺔٍ
"Siapapun yang memperbanyak hartanya dari RIBA maka ujung akhir urusannya adalah kemiskinan." [HR. Ibnu Majah 2365]

Membuat tamak hatinya, mencari jalan keluar dengan jalan apapun, sampai harus menjadikan ibu sebagai alat pancingan dengan menggiringnya ke meja persidangan.
(#5. Bukti RIBA membinasakan hati nurani dan menjadikan mereka seperti hilang ingatan)

Mungkin ini gambaran dari firman Allah Ta’ala ,
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila.” (QS. Al Baqarah: 275)
Jelas sudah, kejadian ini telah Allah sematkan hikmah yang tentu menjadi ibrah bagi semua, mengapa Allah sampai mengharankan RIBA!!!
ﺍَﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮْﻥَ ﺍﻟﺮِّﺑٰﻮﺍ ﻟَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻣُﻮْﻥَ ﺍِﻟَّﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻡُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﺘَﺨَﺒَّﻄُﻪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄٰﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺲِّ ؕ ﺫٰ ﻟِﻚَ ﺑِﺎَﻧَّﻬُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮْۤﺍ ﺍِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊُ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑٰﻮﺍ ﻭَﺍَﺣَﻞَّ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊَ ﻭَﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﺮِّﺑٰﻮﺍ ؕ ﻓَﻤَﻦْ ﺟَﺎٓﺀَﻩٗ ﻣَﻮْﻋِﻈَﺔٌ ﻣِّﻦْ ﺭَّﺑِّﻪٖ ﻓَﺎﻧْﺘَﻬٰﻰ ﻓَﻠَﻪٗ ﻣَﺎ ﺳَﻠَﻒَ ؕ ﻭَﺍَﻣْﺮُﻩٗۤ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ؕ ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺎﺩَ ﻓَﺎُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﺍَﺻْﺤٰﺐُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺧٰﻠِﺪُﻭْﻥَ
Orang-orang yang memakan RIBA tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan RIBA. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan MENGHARAMKAN RIBA.
Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [QS. Al-Baqarah: Ayat 275]

Mohon diaminkan oleh semua yang membaca tulisan ini. Agar kami mampu melewati dengan mengundang ridho Allah disetiap prosesnya. Dan tentu menjadi pembelajaran berhagra bagi semua.
Khusus buat Amih... Kanyaah Dian...
Hatur nuhun sudah tegar menjalani proses sulit ini. Tidak mudah menghadapi kenyataan, anak yang telah dikandung dan dilahirkan dengan susah payah, sekarang harus mengajak amih berhadapan di muka persidangan. Hanya karena kelalayan sebagian dari kami anak cucumu.
Jika semua mempertanyakan apakah anak mantumu itu tidak takut akan pengadilan akhirat? Justru saat itu pula kami menyaadari bahwa kami yang sekarang merasa ada di pihak benar dan ada disisimu untuk membela, akan dimintakan juga pertanggung jawaban di akhirat;
Sudah tepatkah cara kami menghadapi ujian ini?
Jangan-jangan selama prosesnya, kami justru hanya belajar keburukan karena terlalu fokus dengan keburukan mereka.
Doakan ya mih, kami mampu lebih bijak menghadapi tuntutan mereka ke amih. Menjadi hujjah di hadapan Allah kami telah membalas keburukan mereka dengan cara yang lebih baik.
Menjadi amal shaleh yang melangit bagi setiap jiwa yang diuji...
Doakaaaan... Semoga kejadian ini menjadi moment kebaikan untuk semua yang menyaksikannya.
Mereka yang menuntut, bisa belajar kebaikan dari kita keluarga besar yang dituntut.
Keluarga yang dituntut semoga tidak belajar membalas keburukan dengan keburukan.
Menteladani Rasulullah, beliau tidak menghadapi keburukan dengan kemarahan, apalagi dendam dan sindiran.
Ketika beliau diludahi, dicaci, kepala di injak, dilempar kotoran hingga malaikat jibril menangis melihatnya.
Jibril menawarkan Rasulullah untuk menimpakan satu dua buah gunung kepada penduduk thaif yang telah berlaku kasar teehadap kekasih Allah tersebut .
Namun Rasulullah menolak tawaran Jibril dan melarang Jibril melakukannya:
"Jangan engkau lakukan wahai Jibril. Mereka memperlakukan aku seperti ini karena mereka belum tahu. Aku harap suatu saat nanti, keluar dari sulbi-sulbi mereka kebaikan serta keturunan yang akan menjadi pengikut agama Allah ini".
Keburukan dibalas dengan sifat-sifat baiklah yang dicontohkan Rasulullah. Insha Allah akhirnya akan baik, seperti kemenangan beliau hingga mampu menjadikan kita bangga sebagai muslim hingga saat ini.
Mudah-mudahan kita semua tidak mengingkari ilmu yang sudah beliau contohkan dengan dalih kita hanya manusia biasa. Bukan Rosul Allah..
Padahal salah satu dari rukun iman itu adalah iman kepada Rasul Allah, yang diutus Allah sebagai teladan bagi umatnya, dan rahamat bagi semesta.
Mintakan ke Allah ya mih, mampaukan kami Meneladani Rasulullah dan menjadikan kami bagian dari rahmat bagi semesta...
Rahmat bagi sang penuntut yang miskin ilmu, yang sedang gundah gulana karena dunia, yang begitu menuhankan harta sampai tamak dan hilang ingatan.
Jika bukan dimulai dari kita keluarganya siapa lagi yang akan menolong mereka yang sedang tersesat ini?
Bismillah kita lebih Bijak membalas keburukan mereka dengan setitik kasih sayang, rangkulan hangat dan ilmu Allah yang terkandung dari setiap interaksi kita dengan mereka.
Sesuangguhnya harta yang tengah mereka perebutkan dengan cara tidak baik itu, dari awal telah hilang keberkahannya.
Tidak akan menjadi kebaikan bagi siapapun yang menang, sebelum semua dari kita bisa mengambil kebaikan dari kasus ini dengan cara yang baik.
Ikhlaskan... Ikhlaskan karena Allah...
Doakan ya mih, Semua ujian Allah ini menjadikan tidak hanya kami, tapi juga anak amih lainnya yang sekarang menjadi sebab ujian, mampu menjadikan Moment ini untuk berhijrah menjadi pribadi-pribadi yang lebih hanif.
Sehat amiiih, barokah di umur senjamu Allah pilih amih dijadikan pembuka tabir ilmu bagi kami anak cucu, juga semua orang yang menyaksikan ....
Barakallah...
16:17 | 0 comments | Read More