Powered by Blogger.

Innalillahi, ada Peserta Kontes Gay asal Cianjur di Bali

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, October 10, 2018 | 19:59

Sebelumnya, Admin Web YPR Mentari melihat Iklan di Facebook bahwa ada Warga Cianjur yang jadi peserta Acara Kontes Kaum Gay Laknatullah di Bali yang lagi heboh dan didemo Umat Islam di Bali sana hingga acaranya batal (Pihak penyelenggara kontes tersebut masih mencari tempat lain). Dan kejengkelan tersebut ternyata tercium juga Netizen Cianjur dan Situs Berita Radar Cianjur. Berikut cuplikan beritanya:

Para netizen khususnya di daerah Kabupaten Cianjur dihebohkan dengan kabar bakal adanya acara yang diduga berbau LGBT di Bali.
Yang lebih menghebohkan, Kabupaten Cianjur yang dikenal dengan julukan Kota Santri ternyata menjadi peserta dalam ajang tersebut.
Acara yang bertajuk Mister & Miss Gaya Dewata 2018 itu diikuti 80 kandidat dari 40 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Dalam postingan sebuah iklan yang beredar di media sosial, di daerah Jawa Barat terdapat 14 orang peserta yang tersebar di Lima daerah, Jakarta, Bandung, Cirebon, Garut, Subang, dan Cianjur.
Acara yang diketahui di gagas oleh Gaya Dewata tersebut sontak menjadi viral dan menjadi perbincangan para netizen.

Sumber: Radar Cianjur
19:59 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Alert: Social Media Addicteen, Ahad, 16 September 2018

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, September 11, 2018 | 18:23

💡[Islamic Sunday Alert]💡
Zaman sekarang, siapa sih yang nggak punya media sosial. Rasanya hampir semua orang yang punya smartphone dan pasti memiliki satu akun media sosial..
Anyway, anak millenial kudu bin wajib tau nih sejauh apa medsos itu jadi candu dlm kehidupan kita sehari hari.
Biar makin kekinian, Hadir dan Agendakan ...

*Islamic Sunday*
```Social Media Addicteen```
With:
🗣 Kang Yayat Nurhidayat Syahron (Ketua Lembaga Dakwah FMIPA IPB 2014)
📅 Ahad, 16 September 2018
🕀 08.30 WIB
🏡 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)
👥 Pesertanya umum, bukan yg punya member ajah ko jadi agendakan hadir yah.. ðŸ˜Š
💯% free for teen (Pelajar & Mahasiswa)
Yuk ajak teman temannya ikut!
Inget buat bawa:
👉🏻 Al-Qur'an
👉🏻 Member IS
Yak..
See you gaes!
Regards,
YPR Mentari Cianjur
Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
18:23 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Alert: Most Wanted Pemuda BAPER (Bawa Perubahan), Ahad 26 Agustus 2018

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, August 12, 2018 | 23:48

💡[ISLAMIC SUNDAY ALERT!]💡

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” ~Ir. Soekarno

"Most Wanted!!!"
Pemuda BAPER
(Bawa Perubahan)

With:
🗣 Fuad Farhat
(Menteri Sosial Politik BEM UNISBA, Staff Kaderisasi PD KAMMI Bandung)

Apa anda pemuda Baper bin galau? Eittss jangan salah, ini baper bukan sembarang Baper!

Let's Mark Your Calendar and Save The Day!

📆 Ahad, 26 Agustus 2018
🏡 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)
🕗 08.00 WIB

💯% FREE

Yuk ajak teman temannya ikut!

Bawa:
👉🏻 Al-Qur'an
👉🏻 Member IS
Yak..

See you gaes!

Regards,
YPR Mentari Cianjur

Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
23:48 | 0 comments | Read More

Herayati, Putri Pengayuh Becak Lulus ITB dengan Predikat Cum Laude

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, July 28, 2018 | 19:24


Gadis kelahiran Cilegon, Banten, Herayati, membuktikan kekurangan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Gadis putri seorang tukang becak ini lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat Cumlaude.

Herayati menamatkan pendidikan sarjana di Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3,77. Bahkan sat menjalani kuliah semester V, IPK Herayati masuk kategori sempurna, 4,00.

Selama kuliah, Herayati tidak mengandalkan uang dari orangtua. Mahasiswi berprestasi ini mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Herayati mengaku sudah lama ingin kuliah di ITB dengan beasiswa. Dia terinspirasi oleh salah satu alumni di sekolahnya yang bisa kuliah di kampus yang sama tanpa uang pribadi sepeserpen, sepenuhnya dari beasiswa.

" Saya juga ingin berkuliah tanpa membebankan biaya ke orang tua," kata Herayati dikutip dari itb.ac.id, Kamis 26 Juli 2018.

Meski begitu, dia tidak sepenuhnya menggantungkan pembiayaan dari beasiswa. Herayati juga mencari yang tambahan dengan menjadi guru les privat untuk mahasiswa tingkat pertama ITB.

Meski sibuk dengan tugas kuliah dan mengajar, nyatanya Herayati tetap bisa berprestasi. Awal tahun 2017, gadis ini mendapatkan penghargaan dari Dosen FMIPA karena IP yang selalu sempurna sejak semester I sampai semester V.

Tak hanya itu, Herayati juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Asia Pasific Future Leader Conference 2017 di Kuala Lumpur. Dia merasa sangat bangga menjadi wakil Indonesia.

" Ini salah satu momen yang tak terlupakan selama menjadi mahasiswa karena bertemu dengan orang-orang dari negara lain," ucap Herayati.

Prestasi tersebut membuat Herayati mendapat banyak dana bantuan pendidikan. Beberapa di antaranya seperti dari Pemerintah Kota Cilegon, Kepala Staf Presiden Moeldoko, dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Saat ini, Herayati tercatat sebagai mahasiswi program fast track yang dicanangkan ITB. Program ini memungkinkan seorang mahasiswa menempuh pendidikan S1 sekaligus S2 selama lima tahun.

Herayati berasal Masigit, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, ini bukan berasal dari keluarga mampu. Dia hanyalah anak dari seorang ayah berprofesi sebagai tukang becak dan ibu yang merupakan ibu rumah tangga biasa.

Mungkin banyak dari mereka kurang bersemangat dalam belajar lantaran kondisi keuangan yang serba kurang. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Hera, yang diterima kuliah di ITB dengan beasiswa penuh.

Ayah Hera, Sawiri kerap menarik becak di Kecamatan Grogol dengan penghasilan hanya sebesar Rp15.000 perhari. Tentu uang itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Meski penghasilan orangtuanya sangat kurang, Hera pantang menyerah. Dia sangat yakin, Allah Maha Kaya.

Semangat itu justru mengantarkan Hera meraih prestasi begitu tinggi. Semua berkat kerja keras yang dia jalani selama ini.

Meski begitu, Hera sempat merasakan kepahitan. Dia pernah tidak lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hanya karena panitia meragukan nilai rapornya.

" Waktu itu SNMPTN ITB, panitianya tidak percaya kalau nilai saya di rapor besar-besar. Akhirnya, saya ikut tes tertulis dan akhirnya saya diterima," ucap Hera.

Dia menambahkan, semangatnya belajar terinspirasi dari perjuangan pantang menyerah kedua orangtuanya dalam menjalani hidup. Dia ingin orangtuanya bisa hidup lebih baik.

" Saya ingin mengubah hidup orangtua saya dan ingin membangun daerah kelahiran saya," tutur Hera.

Capaian yang ditorehkan Hera membuat sang ayah, Sawiri, bangga. Dia sampai menitikkan airmata saat Hera dinyatakan lulus dari ITB dengan predikat Cumlaude.

" Saya tidak bisa berbuat banyak selain berdoa kepada Allah untuk kesuksesan Hera," kata Sawiri.

Sumber: dream.co.id
19:24 | 0 comments | Read More

Studi: Radiasi Ponsel Pengaruhi Ingatan Remaja

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, July 25, 2018 | 07:32

Foto: Linetoday

Seringnya penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak terutama akibat terpajan ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) selama penggunaan ponsel. Hal itu diungkapkan dalam satu studi terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH).  

Para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpajan pada RF-EMF.

Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nirkabel yang berbeda.

Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja, kata Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu (21/7) siang.

Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau "beselancar" di Internet tak memiliki dampak mencolok, kata studi tersebut.

Studi itu juga menambahkan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nir-kabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultraviolet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker.

Sumber: Republika.co.id
07:32 | 0 comments | Read More

ISLAMIC SUNDAY ALERT! Halal Bihalal, Belajar Memanah + Mayoran

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, July 21, 2018 | 08:06

💡[ISLAMIC SUNDAY ALERT!]💡
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghubungkan kasih sayang/tali persaudaraan/ silaturahim, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam" (HR Bukhari dan Muslim)
*Islamic Sunday Will be Back* _Special Edition_
```Halal Bihalal, Belajar Memanah + Mayoran```
Let's Mark Your Calendar and Save The Day!
📆 Ahad, 29 July 2018
🏡 BBPK Ciloto - Puncak
🕗 08.00 WIB (Titik Kumpul di Kantor Kec.Cipanas)
💯% *FREE* + *Peserta Terbatas*
Yuk ajak teman temannya ikut dan daftarkan dirimu dengan ketik :
*Nama_AsalSekolah* kirim ke *08567998228 (Wajib Daftar)*
Perlengkapan yg harus dibawa:
👉🏻 Alat Shalat
👉🏻 Member IS
👉🏻 *Makan Siang*, Snack, Minum
See you gaes!
Regards,
YPR Mentari Cianjur
Find Us On:
📱FB/FP: Ypr Mentari Cianjur
📲 IG : @ypr_mentari
🌎 yprmentari.or.id
08:06 | 0 comments | Read More

Open Registration: Sanlat MATAHARI Ramadhan 1439 H

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 8, 2018 | 10:21

💫[Open Registration] ðŸ’«
*Sanlat MATAHARI Ramadhan 1439 H*
.
"Kalau sekiranya umatku mengetahui segala (kebaikan) didalam bulan suci Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun itu menjadi Ramadhan”, dikarenakan semua kebaikan itu berkumpul di bulan suci Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua doa dikabulkan, semua dosanya diampuni dan surga senantiasa merindukan mereka” (HR. Ahmad)
🔥 _INSTAGRAM (Insan Tangguh Ramadhan)_ ðŸ”¥
With our special speakers:
🗣 *Kang Roby* _(Personal Power Trainer)_
🗣 *Kang Novie* _(Personal Development Trainer)_
*Guest Star:*
👥 *HAMANIS* _(Kembar 3 Penghafal Qur'an_)
_Let's mark your calender and save your day!_ ✍🏻
📆 *Sabtu & Ahad, 2 & 3 Juni 2018* (Tidak Menginap)
🕗 08.00 - 16.00 WIB
🏬 Aula Hotel Puncak Mass (Sate Shinta Cipanas)*
_HTM:_
*Rp 30.000*
_Get:_
👉🏻 Seminar Kit
👉🏻 Door Prize
👉🏻 Ilmu Bermanfaat
👉🏻 Bonus Special Perform *Kabaret & Nasyid*
Pendaftaran dibuka mulai tanggal:
*7 - 26 Mei 2018* _(Tiket Terbatas)_
Cara daftar:
*Nama_AsalSekolah* kirim ke 08567998228
.
Jadi jangan sampai kehabisan!
.
Jika ini Ramadhan terakhirmu, tentu kamu gak akan membiarkannya pergi dengan sia-sia..
.
Maka dari itu.. *Buruan Agendain dan Daftar*..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
.
📲 More Info:
IG: @ypr_mentari
Fp: @yprmentaricianjur
Web: www.yprmentari.or.id
📱: 08567998228 (Whatsapp)
10:21 | 0 comments | Read More

Ustadz Abdul Somad: Hadits Palsu Menyambut Ramadan

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, May 7, 2018 | 20:41

Di Indonesia beredar hadits-hadits yang justru di dalam kitab-hadis hadis palsu sekalipun tidak ditemukan. Khusus terkait dengan datangnya bulan Ramadan, di antara hadis populer yang selalu kita dengar adalah hadis, "Man fariha bi dukhuli Ramadan harramallahu jasadahu 'ala an-niran (Siapa yang gembira menyambut bulan suci Ramadan, maka diharamkan Allah jasadnya masuk neraka)".

Ini hadis palsu yang tidak ada dasarnya sama sekali, baik dalam kitab-kitab shahih maupun maudhu' (kumpulan hadis palsu).

Namun kepalsuan hadis ini tidak membuat hati kita berubah menyambut bulan suci Ramadan. Karena dalam hadis shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

"Telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan puasa bagi kamu di bulan itu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkan kebaikan". (HR. an-Nasa'i).

*****

Teks Mirip Hadits Shahih

Hadis lain yang populer menjelang Ramadan adalah, "Rasulullah naik ke atas mimbar. Ketika berada di tangga pertama, beliau ucapkan, "Amin".

Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau ucapan, "Amin". Ketika naik ke anak tangga ke tiga, beliau ucapkan, "Amin". Lalu para shahabat bertanya, "Mengapa engkau mengucapkan Amin wahai Rasulullah?".

Rasulullah menjawab, "Tadi Malaikat Jibril datang dan berkata, 'Ya Allah, janganlah engkau terima puasa seorang anak yang belum meminta ampun kepada kedua orang tuanya'.

Maka aku katakan, "Amin". Lalu Malaikat Jibril berkata, 'Ya Allah, janganlah Engkau terima puasa seorang istri yang belum meminta maaf kepada suaminya'. Maka aku katakan, "Amin".

Kemudian malaikat Jibril berkata, "Ya Allah, janganlah engkau terima puasa seorang saudara yang belum meminta maaf kepada saudaranya". Maka aku katakan, "Amin".

Hadis ini palsu, tidak terdapat kitab-kitab hadis shahih maupun kumpulan hadis maudhu' (palsu).

Ada hadis yang teksnya mirip dengan hadis ini, disebutkan Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari Ka'ab bin 'Ajrah, ia berkata, "Rasulullah SAW berkata, "Datanglah kalian ke mimbar".

Lalu kami pun datang ke mimbar. Ketika Rasulullah SAW naik ke anak tangga pertama beliau ucapkan, "Amin". Ketika naik ke anak tangga kedua beliau ucapkan, "Amin".

Ketika naik ke anak tangga ketiga, beliau ucapkan, "Amin". Ketika beliau turun, kami katakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, hari ini kami mendengar darimu sesuatu yang tidak pernah kami dengar sebelumnya". Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya malaikat Jibril telah datang kepadaku seraya berkata, 'Celakalah orang yang bertemu dengan Ramadan, tapi ia tidak diampuni'. Maka aku katakan, "Amin". Ketika aku naik ke anak tangga kedua, malaikat Jibril berkata, 'Celakalah orang yang ketika namamu disebut, akan tetapi ia tidak bershalawat untukmu'. Maka aku katakan, "Amin".

Ketika aku naik ke anak tangga ketiga, malaikat Jibril berkata, "Celakalah orang yang bertemu dengan kedua orang tuanya hingga lanjut usia, tetapi tidak dapat membuatnya masuk surga". Maka aku katakan, "Amin".

Hadis ini dinyatakan shahih oleh al-Hafizh adz-Dzahabi dalam at-Talkhish.

Meskipun hadis di atas palsu, namun bukan berarti membenarkan kita tetap memutuskan silaturahim menjelang Ramadan. Karena ada hadis shahih dari Mu'adz bin Jabal yang menyatakan, "Allah memperhatikan semua makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya'ban, maka Ia ampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang belum berdamai dengan saudaranya". Mudah-mudahan kita selamat dari hadis palsu.***

Sumber: https://www.facebook.com/UstadzAbdulSomad/posts/1890657484479916
20:41 | 1 comments | Read More