Powered by Blogger.

Widya Apriliani, Pejuang UNBK dari SMAN 1 Sukaresmi Itu Kini Telah Tiada

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 26, 2018 | 21:26

Ketika Admin Situs www.yprmentari.or.id share berita terkait seorang Pelajar asal SMAN 1 Sukaresmi yang Sakit Liver tapi memaksakan Ikut UNBK, saat itu View Website terkait Berita tersebut sangatlah tinggi dan menjadi Rekor (diterbitkan 12 April 2018 dan sampai saat ini sudah dilihat 2237 Kali).

Foto Allahuyarham Widya dibopong Sang Ayah untuk mengikuti UNBK

Tinggi-nya View karena banyak Netters yang share berita tersebut disebabkan Sosok Widya menjadi Inspirasi dan sumber Motivasi bagi banyak orang terutama Pelajar.

Namun Hari ini Tanggal 26 April 2018 ada kabar sedih menghampiri kita semua, Ba'da Shubuh ada Pengurus Mentari yang share kabar di Grup WA Pengurus Mentari bahwa Allahuyarham Widya Apriliani telah Meninggal Dunia ... Innalillahi Wa Innailaihi Raaji'un, Allahughfirlaha Warhamha Wa'afiha Wa'fu 'Anha.

Pengurus Yayasan Peduli Mentari (YPR) Mentari mengucapkan turut berbela sungkawa atas kepergian Almarhumah.

Semoga Daya Juang Allahuyarham Widya bisa menjadi Inspirasi sekaligus memotivasi buat Para Pelajar lainnya yang Allah SWT masih berikan kesehatan untuk belajar lebih giat. YPR Mentari Cianjur yang bekerjasama dengan SMAN 1 Sukaresmi untuk menyelenggarakan Mentoring dan juga banyak dari Pengurus YPR Mentari adalah Alumni,  sangat kehilangan sosok yang menginspirasi itu.

Semoga amal ibadah Allahuyarham Widya diterima Iman dan Islam-nya dan diampuni dosa-dosanya, Aamiin Ya Rabbal 'Alamien
21:26 | 0 comments | Read More

Islamic Sunday Alert: INSTAGRAM - INSan TAnGguh RAMadhan, 29 April 2018

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, April 16, 2018 | 10:39


💡[Islamic Sunday Alert!] 💡

🌙 Ramadhan Return!🌙

📌 Bagaimana persiapan Ramadhanmu?

📌 Amat merugi/hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya." (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami', no. 3510)

Nah.. Biar kita gak jadi orang yg merugi yuk dateng dan agendakan..

👉🏻 Islamic Sunday  "Road To INSTAGRAM (Insan Tangguh Ramadhan)"

With:
🗣 Akhrie Rabbani, Lc (Alumni Univ. Al-Azhar, Mesir)

📆 Ahad, 29 April 2017
🕤 Pukul 08.30 WIB
🏠 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)

Yuk, ajak teman-temanmu sebanyak-banyaknya. Kita isi waktu luang dengan hal yang bermanfaat. Dan yang ga kalah penting, Islamic Sunday ini gratis!! Yeay! 😉

Ditunggu ditempat ya, See you..

Regards,
Yayasan Peduli Remaja MENTARI #yprmentari #pemudabawaperubahan

📲 Find us on:
- FP : Ypr Mentari Cianjur
- IG : @ypr_mentari
📞 Contact Person
- CP & WA: 08567998228
10:39 | 0 comments | Read More

Inspirasi dari SMAN 1 Sukaresmi (LOWA): Sakit Liver, Buram dan Susah Menggerakan Mouse Komputer Tetap Ikut UNBK

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, April 12, 2018 | 16:12


Sakit tak dirasa. Meski sedang mengalami sakit yang cukup serius, siswi SMAN 1 Sukaresmi bernama Widya Apriliani tetap semangat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA yang berlangsung sejak Senin (9/4/2018) dan berakhir hari ini Kamis (12/4/2018).

Wajahnya pucat tak berdaya. Widya datang ke sekolah bersama sang ayah, Deni Iskandar. Bapak tercintanya ditemani sang ibu, Ita Mintarsih setiap hari harus menggendong Widya agar tiba di sekolah.

Berat badannya terus menurun. Semula Widya memiliki berat badan 52 kilogram (kg). Namun, akibat komplikasi penyakit maag dan tifus sampai sakit liver membuat berat badannya turun drastis 14 kg menjadi 38 kg.

Peduli dan sayang kepada anaknya, Deni mengaku sering memberi saran kepada putrinya untuk tidak ikut dalam UNBK.

“Sering bilang ke Widya untuk ikut ujian susulan saja, tapi dia tetap ingin mengikuti UNBK serentak bersama teman-temannya. Padahal kondisi tubuhnya tidak memungkinkan,” kata Deni.

Di hari pertama UNBK, Deni mengantarkan Widya menggunakan motor karena kondisi Widya yang lemah. Deni mengikat Widya agar tak jatuh saat dibonceng.

“Kalau hari ini (Rabu) ada temen saya yang pinjamkan mobilnya. Jadi saya pakai untuk antar Widya. Kalau di mobil enak, Widya bisa bersandar,” tuturnya.

Ibu Widya, Ita menceritakan, awalnya ayah Widya bekerja di hotel tapi sejak Widya sakit akhirnya berhenti bekerja.

“Sempat usaha jualan pulsa tapi akhirnya berhenti karena modal untuk membawa Widya bolak-balik ke rumah sakit lumayan besar,” jelas Ita dengan sedih.

Kelulusan saat ini tidak seratus persen ditentukan oleh nilai UNBK, bagi siswi SMAN 1 Sukaresmi, Widya Apriliani sangat penting. Meski sedang mengalami sakit liver hingga tubuhnya layu, tak membuat siswi ini putus asa bahkan yakin bisa melewati ini semua.

Widya mengatakan, sebenarnya sangat lemas dan sakit untuk bergerak. “Pandangan saya buram, bahkan untuk menggerakan mouse saja gak kuat,” ungkapnya.

Yang membuat Widya tetap semangat adalah kedua orangtuanya, tetap mau merawatnya hingga saat ini. “Meski hari ini (kemarin) kondisi saya lemah tapi saya tetap semangat karena ada orangtua dan teman-teman serta guru-guru yang selalu mensupport (dukung) saya,” pungkasnya.

Sumber: http://jabar.pojoksatu.id/cianjur
16:12 | 5 comments | Read More

Panggilan Allah SWT

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, March 1, 2018 | 07:16

@Akhrie Rabbani

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
(Al Anfal 24)

Sahabatku yang dicintai Allah swt...

Kalo ada orang lain yang memanggil nama kita. Apa yang akan kita lakukan. Pasti kita akan berpaling melihat orang yang memanggil kita tersebut. Dan segera merespon panggilannya.

Apalagi yang memanggil itu bukan sembarangan orang. Jika bapak bupati memanggil nama kita. Dengan segera kita akan menghadap bupati untuk memenuhi panggilannya.

Nggak usah bupati lah. Pimpinan di perusahaan tempat kita bekerja memanggil kita untuk datang ke kantornya jam sekian. Atau kita diundang untuk mengikuti meeting dengan pimpinan jam sekian.

Saya yakin setiap kita akan hadir pada meeting tersebut. Memenuhi undangan atau panggilan dari sang pimpinan.

Bahkan kita akan merasa tidak enak jika masuk ke ruangan meeting terlambat. Jangankan telat. Masuk bareng sama pimpinan saja kita sudah merasa malu.

Lalu bagaimana kalo yang memanggil itu yang memiliki seluruh isi langit dan bumi.

Yang menentukan nasib kita di akhirat. Surga atau ke neraka. Yang tak ada terjadi sesuatu di bawah kolong langit ini tanpa seizin-Nya.

Sudahkah kita sudah memenuhi panggilan tersebut? Bahkan panggilannya tidak hanya sekali. Tapi lima kali sehari semalam.

Dia selalu menunggu kedatangan Anda untuk menikmati jamuannya. Ketika Anda masih terlelap subuh. Ia menanti Anda untuk datang ke rumah-Nya ketika zuhur.

Ehh...Dia juga belum menemukan Anda di rumahNya. Ia sangat memuliakan orang orang yang datang ke rumah-nya dengan ampunan dosa. Dengan rezeki yang berlimpah. Dengan kesehatan fisik yang prima.

Temen temen...
Adakah kita malu ketika dipanggil oleh Allah swt. Tapi kita masih leha leha. Masih sibuk dengan kehidupan dunia kita. Padahal dunia ini berada dalam genggaman-Nya

Bagaimana Anda tidak memberikan waktu untuk-Nya. Padahal Ia yang menciptakan waktu.

Bagaimana Anda tidak memberikan waktu untuk menyembah-Nya. Padahal Dialah yang memberikan rezeki untuk kita.

Jika Anda sudah hadir memenuhi panggilan tersebut. Alhamdulillah...

Namun jika sampai detik ini kita masih saja enggan untuk datang memenuhi panggilanNya. Perbanyaklah mohon ampun. Karena bisa jadi kita belum mampu untuk datang ke rumah-Nya disebabkan beratnya dosa dosa kita.

Rasulullah saw mengatakan dalam sebuah haditnya.

Jika engkau melihat seseorang yang selalu menunaikan shalat berjamaah maka saksikanlah bahwa dia adalah orang beriman.

Shalat berjamaah adalah amalan yang sangat utama. Bahkan jika seandainya sholat kita tidak terlalu khusyu'. Maka Allah akan menyempurnakan pahala kita dengan pahala jamaah yang sholatnya khusyu'.

Musuh-musuh Islam tidak akan pernah takut kepada umat Islam. Mereka hanya takut jika umat Islam ini menunaikan shalat subuh mereka sebagaimana mereka melaksanakan sholat jum'at.

Bulatkan tekad kita untuk selalu hadir dalam panggilan Allah. Karena kita tidak tahu kapan maut akan menjemput kita.

Semakin cepat kita merespon panggilan Allah maka semakin cepat doa doa kita akan diijabah oleh Allah swt.

Bermanfa’at? Bantu Share yah…

Join Telegram : http://bit.ly/2iZSHLV
Follow Instagram : @akhrierabbani
07:16 | 0 comments | Read More

Terapi Istighfar

@Akhrie Rabbani

Jika kita punya salah sama seseorang. Pasti merasa tidak enak jika bertemu dengan orang tersebut. Hati kita akan selalu merasa gelisah dan gundah.

Hal itu akan terus terjadi setiap kali kita bertemu dengan orang tersebut. Hati kita baru akan merasa lega dan damai jika kita meminta maaf kepada orang yang kita sakiti tersebut.

Ada hal yang lebih penting dari itu semua. Yaitu cara kita meminta maaf kepada orang tersebut.

Kalo kita minta maaf dengan cara yang baik dan mengakui kesalahan kita. Serta berjanji kepada orang tersebut untuk tidak mengulangi perbuatan kita kepadanya.

Maka saya yakin orang tersebut akan memaafkan kita.

Tapi kalo cara kita meminta maaf dengan cara yang kasar dan tidak sopan. Alih alih orang tersebut akan memaafkan kita. Malah ia akan tambah sakit hati kepada kita.

Contohnya kita mengatakan kepada orang tersebut dengan intonasi suara yang super cepat dan datar :

Maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf,
Maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf,

Temen temen...
Lalu bagaimana kalo kita punya salah dan dosa kepada Allah Swt.

Tidakkah kita merasa gelisah di dalam hati kita?

Orang yang hatinya masih bersih maka ia akan merasakan hatinya berontak dan gelisah karena dosa yang ia lakukan.

Karena definisi dosa itu kata Rasulullah saw adalah apa yang membuat hatimu gelisah dan engkau tidak ingin dilihat oleh orang lain.

Maka jika ingin hati kita tenang kembali. Solusinya adalah dengan memperbanyak mohon ampun kepada Allah swt.

Sayangnya tidak banyak orang yang tahu cara mohon ampun kepada Allah swt.

Permohonan ampun kita mirip seperti kisah pertama di atas. Yang minta ampun kepada Allah dengan nada yang datar dan super cepat.

Tanpa kita sadari sering banget kita lakukan hal ini kepada Allah swt. Contohnya saja pas beres sholat. Baru beres salam kita langsung pergi. Tanpa memohon ampun terlebih dahulu.

"Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah..."

Istighfar kita hanya sampe mulut saja. Belum istighfar yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam.

Bagaimana kalo kita memohon ampun kepada Allah swt dengan nada penuh pengharapan. Sembari berharap dosa kita diampuni oleh Allah swt...

Kang Edi Sutisna dalam bukunya Sedekah Membabi Buta. Beliau menuliskan tentang Terapi Taubat.

Begini...
Silahkan temen temen ambil posisi duduk yang nyaman. Tarik nafas tahan dan keluarkan secara perlahan...
Lakukan berulang kali.

Kalo sudah ucapkanlah secara perlahan :

Astaghfirullahal adzhim...
Astaghfirullahal adzhim...
Astaghfirullahal adzhim...

Ya Allah...
Ampun...
Ampun...
Ampun...

Ampuni hamba Ya Allah...
Hamba banyak dosa ya Allah...

Ya Allah...
Ampun...
Hamba mohon ampun ya Allah...

Hamba takut akan siksa Mu...
Hamba takut neraka Mu...

Astaghfirullahal adzhim...
Astaghfirullahal adzhim...

Ampun ya Allah...
Ampun ya Allah...

Izinkan Hamba Mendekat kepada Mu
Kenalkan diri Mu kepadaku

Astaghfirullahal adzhim...

Ulangi terus menerus sampai Anda merasakan bahwa betapa lemahnya diri kita.

Cobalah untuk menangis...kalo belum bisa nangis. Coba terus kecilkan diri kita di hadapan Allah yang Maha Besar.

Ali bin Husain rahimahullah berkata:

إن الله يحب المؤمن المذنب التواب

"Sungguh Allah mencintai seorang mukmin berdosa yang bertaubat."

Bermanfa’at? Bantu Share yah…

Join Telegram : http://bit.ly/2iZSHLV
Follow Instagram : @akhrierabbani
07:14 | 0 comments | Read More

Innalillahi ... Dampak Nonton Video Porno, Anak Perempuan 8 Tahun Dilecehkan


Sahabat Mentari,

Kejadian heboh yang terjadi di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor beberapa waktu yang lalu, menyisakan cerita yang cukup menyayat hati kita. Bagaimana tidak? 6 Anak Laki-laki dengan rentang usia 8-11 mencabuli 2 Anak Perempuan berusia 8 Tahun, Naudzubillah.

Setelah diusut ternyata, 6 anak lelaki tersebut sebelum kejadian suka menonton Video Porno yang diajak oleh Pria Dewasa berumur 25 Tahun. (Baca: Polisi Amankan Barang Bukti Ini dari Pria yang Ajak 6 Bocah Nonton Video Porno sebelum Cabuli Gadis Cilik)

Ya ... Umur 8 Tahun itu kurang lebih kelas 2 SD, baik Pelaku yang Bocah Laki-laki dan Korban Anak Perempuan. Mereka belum Baligh tapi sudah ingin mencoba Aktivitas Seks yang harusnya dilakukan oleh Pasangan yang sudah menikah.

Dampak dari Pornografi yang begitu merusak pikiran dan akal sehat, harusnya menjadi fokus bersama Umat Islam bahwa mendidik anak-anak untuk tidak menonton tayangan yang mengumbar aurat itu harus dilakukan sedari dini. Didik anak-anak kita dengan tuntunan Syariat terkait menjaga pandangan, agar terhindar dari syahwat yang menjurus kepada kemaksiatan. Jika sedari kecil bisa menjaga pandangan maka ketika Remaja dan Dewasa Insya Allah akan lebih mudah menjaga pandangan karena sudah punya dasar pemahaman agama yang kuat, akan tetapi jika dari kecil sudah biasa menonton tayangan dengan konten pornografi maka ketika besar nanti maka kemungkinan menjadi pelaku maksiat jauh lebih besar peluangnya. Naudzubillah ...

Jaga Pandangan, Cara Aman Pelihara Jiwa
Sebagai Muslim tentu kita semua sangat menyesalkan, mengapa kasus pemerkosaan dan tindakan asusila ini kian hari justru kian menjadi-jadi.

Akan tetapi, satu hal yang tidak bisa kita tunda adalah sesegera mungkin membentengi keluarga kita dari akar terjadinya segala macam bentuk tindak kemaksiatan, termasuk di dalamnya sebab utama sebuah pemerkosaan dan tindakan asusila terjadi.

Menundukkan Pandangan

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur [24]: 30).

Menundukkan pandangan adalah perkara utama dan kunci dari keselamatan seorang Muslim dalam memelihara jiwa dan akalnya dari ‘jajahan’ hawa nafsu. Sepintas perintah ini seolah mudah alias gampang. Tetapi, kalau dipikir lebih dalam, ternyata perintah ini sangat penting untuk diamalkan.

Apalagi menjaga pandangan di zaman sekarang ini, betapa berat dan  sangatlah sulit.

Mengapa? Dalam sehari semalam, utamanya bagi mereka yang aktivitasnya di luar rumah, maka mata dalam situasi tertentu, mau tidak mau harus melihat hal-hal yang dilarang agama. Seperti melihat aurat kaum hawa dan lain sebagainya.

Jangan Ada Niat Buruk

Bagaimana ternyata jika upaya kita menjaga pandangan tidak benar-benar maksimal, karena memang sekarang gambar atau ‘perhiasan’ perempuan ada dimana-mana?

Kita harus tetap pada posisi tidak melampiaskan pandangan untuk menikmati hal-hal yang diharamkan Islam. Jika pemandangan haram itu tetap tidak bisa dihindari maka sungguh Allah Maha Mengetahui.

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. 40: 19).

Menafsirkan ayat tersebut, Ibn Katsir mengatakan bahwa Allah memberikan kabar tentang ilmu-Nya yang sempurna dan meliputi segala sesuatu, baik yang terhormat dan yang hina, yang besar dan yang kecil, atau pun kasar dan yang lembut, agar manusia waspada terhadap pengetahuan-Nya kepada mereka.

lebih dari itu juga agar kita malu kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya malu dan bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benar takwa, serta merasa diawasi-Nya dengan pengawasan orang yang mengetahui, bahwa Dia melihatnya.

Kemudian, Ibn Katsir mengutip penjelasan Ibn Abbas terhadap ayat tersebut. “Yaitu, seorang laki-laki yang masuk ke sebuah rumah yang salah seorang penghuninya terdapat wanita cantik, atau wanita itu sedang melewatinya. Jika mereka lengah, dia pun menoleh kepada wanita itu. Dan, jika mereka mengawasi, dia pun menahan pandangannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui hatinya yang berkeinginan, seandainya dia berhasil melihat auratnya.” (HR. Ibn Abi Hatim).

Kewajiban Muslimah

Jika pada ayat 30 dari Surah Al-Nur Allah memerintahkan secara gamblang kepada Muslim laki-laki untuk menundukkan pandangan. Maka pada ayat ke-31 Allah tidak saja memerintahkan Muslimah hanya menundukkan pandangan. Lebih jauh juga menutup perhiasan yang haram dilihat lelaki bukan mahrom.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. 24: 31).

Ayat tersebut secara eksplisit sangat panjang, selain karena tidak ada salah paham, rincian tersebut memberikan penegasan bahwa siapa saja Muslimah yang tidak hati-hati terhadap perhiasannya, maka sadar atau tidak, ia sedang dalam potensi bahaya yang berpotensi merusak diri dan masa depannya.

Oleh karena itu, dari hati yang terdalam, pihak mana pun harus mendukung Muslimah negeri ini untuk menutup auratnya, karena itu adalah perintah langsung dari Allah Ta’ala yang menciptakan manusia itu sendiri. Sungguh, tidak bisa dibayangkan betapa sangat murkanya Allah kepada siapa pun yang menghalangi kaum Muslimah menjalankan perintah Allah Ta’ala yang Maha Hidup Maha Benar lagi Maha Mengetahui.

Bahaya Melampiaskan Pandangan

Seorang konsultan keluarga pada sebuah majalah komunitas mengatakan bahwa menurut para pakar penyakit hati (qalbu), antara mata dan hati terdapat jalur penghubung. Manakala pandangan mata sudah rusak dan bobrok, hati pun ikut rusak dan bobrok serta menjad kotak sampah tempat berbagai najis dan kotoran.

Ia tidak layak lagi menjadi tempat bersemayamnya ma’rifat tentang Allah, kecintaan terhadap-Nya, ketundukan kepada-Nya dan ketentraman serta kegembiraan dengan dekat bersama-Nya. Qalbu seperti ini hanya akan diisi dengan keburukan demi keburukan.*

Referensi:
- hidayatullah.com
- jabar.pojoksatu.id
05:43 | 0 comments | Read More

Cianjur Darurat LGBT (Aslina ... Teu Bohong)

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, February 3, 2018 | 13:46

Oleh Idrus Firmansyah
Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi
Yayasan Peduli  Remaja Mentari (YPR) Cianjur

Siang itu selepas Sholat Jum’at saya naik Bis ke Jakarta dari Cianjur demi menjemput Rezeki di Ibukota. Dalam perjalanan itu, saya mendapati Seorang Remaja Tanggung sekitaran umur 15-20 Tahun nelpon dengan Earphone dan sepertinya menggunakan Aplikasi WhatsApp (soalnya gratis asalkan ada Paket Datanya). Remaja tersebut berbicara ketika nelpon itu dengan suara yang sangat keras, dan tidak terlalu menghiraukan orang-orang di dalam Bis Umum.

Dalam percakapan telepon itu, Remaja tersebut berbicara dengan suara yang cenderung seperti perempuan atau dikenal dengan istilah “Melambai”. Dia berbicara mengungkit kata-kata “onta”, “My Habibi” (yang berasal dari kosakata bahasa Arab yang artinya kekasihku) dan istilah-istilah lainnya yang sangat identik dengan sebuah Tempat Wisata di Cipanas. Remaja tersebut pun mengatakan bahwa dia menjadi “Lady Boy” Arab di daerah Wisata Cipanas tersebut. Jujur waktu itu, saya sangat jengah mendengar obrolan tak tahu diri Remaja Melambai tersebut. Dia benar-benar sudah sangat tidak tahu diri, tapi untuk menghentikannya berbicara asusila yang mengarah pada LGBT saya sendiri pun bingung harus bagaimana.

Akhirnya ... saya kepikiran membuka Aplikasi Quran Android di HP dan membaca 1 ayat saja (asalnya ingin panjang tapi karena lagi di dalam Bis, kepala pusing kalau sambil berkendara). Qadarullah ... Remaja itu berhenti “ngoceh asusila yang cenderung ke kelakuan Kaum Sodom”, dan ketika di Ciawi dia pindah ke Jok depan karena ada penumpang yang turun jadi kosong.

Kalau saya “flashback” apa yang dibicarakan Remaja tanggung itu, seperti nyambung dengan obrolan Istri saya yang mengatakan bahwa di Daerah Cipanas ada Pelajar jadi “Lady Boy” untuk Komunitas Wisatawan di daerah Cipanas, ketika ditanya kenapa mereka melakukan: “Jawabannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti membeli make up dan lain-lain, padahal mereka itu anak lelaki!!! “

Kemudian jika dikaitkan dengan beberapa waktu yang lalu dimana Polres Cianjur melakukan penggerebekan di daerah kawasan Villa Cipanas, dimana didapatkan 5 Pelaku Homoseksual yang didalamnya terdapat Pelajar berumur 16 Tahun (Baca: Innalillahi ... Pesta Gay di Cianjur Digerebek Polisi 5 Pria Ditangkap, Ada Pelajarnya). Mereka bisa melakukan Pesta durjana sesama Homoseksual karena menggunakan sebuah Aplikasi di Android yang bisa dengan secara bebas didownload di Playstore. Maka saya beropini, kenapa remaja tanggung itu ke Jakarta dan menghampiri teman dan My Habibi-nya tersebut karena bisa jadi daerah Cipanas yang biasa jadi tempat untuk tempat mereka melakukan kegiatan maksiat sudah dianggap tidak aman. Karena “My Habibi” yang biasa berada di Kawasan Wisata di Cipanas, sekarang berada di Jakarta.

Trus kenapa kita sebagai Warga Cianjur yang notabene dijuluki “Kota Santri” harus peduli terkait Musibah LGBT ini di daerah kita, karena ketika kelakuan laknat Homoseksual merajalela maka Allah SWT akan menurunkan Adzab tidak hanya untuk orang yang melakukannya tapi bagi orang-orang yang rajin beribadah.

Dan tentu pencegahan anak remaja yang menjadi Korban LGBT ini banyak caranya, seperti: mengarahkan mereka berolahraga seperti yang disarankan Rasulullah seperti: Berkuda, Memanah, Beladiri dan Berenang Atau olahraga lainnya seperti Futsal. Dan memberikan pendidikan Agama yang kuat, mereka diarahkan untuk aktif di Ikatan Remaja Mesjid, Dirangkul oleh Orang Tua untuk hadir di Kajian Keilmuan tiap pekan, aktif di Rohani Islam (Rohis) dan ikut Mentoring pekanan yang intensif di Sekolah. Karena kalau gak intensif ikut Kajian Keagamaan maka mereka akan diserang Predator Kaum Homoseksual yang mengintai melalui Jejaring Sosial Media seperti Facebook dan Instagram.

Terakhir, Kepada Allah lah kita meminta pertolongan karena Dia-lah sebaik-baik Pelindung.


03/02/2017
Written On The Earth
13:46 | 0 comments | Read More

Dilan Harus Pergi

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, February 2, 2018 | 20:50

(Gambar: Google Image)
Oleh Hilda Lussiana Wahyudi

Beberapa bulan lalu saya menyempatkan membaca salah 1 novel pemberian teman.
Berhubung buku-buku yang saya salurkan ke Simpul Baca harus difilter, maka membaca novel tersebut menjadi kewajiban saya.

Ok, saya baca. Baru 1 bab, saya sudah bisa menyimpulkan bahwa buku ini tidak lulus seleksi. Isinya melulu tentang cinta dan pacaran ala anak SMU tahun 1990, ala Dilan dan Milea.

Saya dan Simpul Baca memang sengaja tidak mengadakan genre romansa muda-mudi semacam ini untuk dikonsumsi para pembaca.

Bukan berarti saya tidak menyukai genre ini. Suka, tapi tidak yang seperti ini. Dan saya juga tidak ingin menjadi perantara yang menginspirasi para pembaca muda untuk berpacaran seperti kedua tokoh dalam novelnya.

Aih, memangnya dulu saya ngga pacaran?
Pacaran, di Bandung pula. Justru karena itu, saya tidak ingin kejadian ini terulang pada generasi selanjutnya terutama anak-anak kami sendiri. Tobat deh, semoga Allah mengampuni dosa kami di masa lalu.

Kembali pada novel, dengan alur cerita yang fokus pada percintaan dua sejoli, saya membaca dengan super cepat karena begitu ringannya.

Hingga sampailah saya pada halaman 196 yang dengan jelas menggambarkan 2 tokoh idola Dilan karena menempelkan poster mereka di kamarnya: Ayatullah Khomeini dan Mick Jagger.

Mick Jagger masih standar deh ya...

Tapi Ayatullah Khomeini?
Saya langsung on.

Kenapa nama ini tiba-tiba dimunculkan?
Fast forward menengok timeline beberapa waktu lalu, tokoh pemuda dalam novel ini membahana. Tapi belum ada kehebohan seperti kehebohan yang terjadi kala nama Ayatullah Khomeini muncul di salah satu ensiklopedi anak meski dengan konteks serupa, menempatkannya sebagai tokoh idola.

Saya teliti halaman informasi, mungkin ini novel terbitan lawas yang penulisnya tidak update tentang tokoh ini. Tidak, ini novel terbitan tahun 2014.

Saya juga langsung menggoogling penulisnya, penasaran berat. Saya ingin memeriksa latar belakangnya. Tidak mungkin penulis asal mencomot nama tersebut. Lumayan sedikit tercerahkan.

Sambil lanjut membaca, sampailah pada halaman 263, ada adegan Milea diajak Bunda melihat kamar Dilan dan seolah menjawab pertanyaan awal saya di halaman 196, ada kalimat dalam kurung seperti berikut:
(kelak Dilan menjelaskan kepadaku soal kenapa dia menyukai Ayatullah Khomeini, karena katanya Imam Besar Iran itu baginya adalah seorang pemberani dan revolusioner. Tidak ada sangkut pautnya dengan mazhab Sang Imam itu).

Oh, berarti jelas penulisnya tahu tentang mazhab tokoh tersebut.

Jujur, saya sempat penasaran ingin melanjutkan membaca novel selanjutnya hanya demi mendapatkan jawaban atas diangkutnya tokoh seserius ini ke dalam novel ringan setidak serius ini.

Untungnya PR bacaan lain masih mengantri, saya harus menghemat waktu.

Lalu jika akhirnya novel ini laris manis bahkan sampai diangkat menjadi film dan memikat para penonton seusianya, ah...semoga mereka tidak ikut-ikutan memasang poster dan mengidolakan tokoh yang satu itu.

Saya sempat membaca artikel tentang menjadi seperti Dilan, salah satunya memasang poster tokoh idola seperti Mick Jagger dan Ayatullah Khomeini. Duh!

Ada 3 pihak yang saya mintai pendapat kala itu: suami, kawan penulis yang tidak pernah baca novel ini, dan kawan yang saya tahu ngefans pada novel ini perihal kemunculan tokoh kontroversial yang ditanggapi biasa-biasa.

Bisa jadi, segmen pembacanya berbeda. Mereka yang kritis terhadap konten buku anak baik itu terhadap sisipan-sisipan tokoh syiah, konten pornografi, sampai isu LGBT yang beberapa kali sempat beredar, mungkin bukan pembaca novel semacam ini. Seperti saya yang juga hanya karena tuntutan wajib membacanya.

Melihat isi novelnya, mungkin segmennya berusia 15-20thn.
Tapi newsfeed saya ramai juga. Jangan-jangan friendlist saya banyak para muda-mudi.

Bila saat muda dulu, rasa sering memukul habis nalar logis.
Semoga, nostalgia di masa kini, tidak membabat habis pemikiran kritis.
20:50 | 0 comments | Read More