Powered by Blogger.

Innalillahi ... Dampak Nonton Video Porno, Anak Perempuan 8 Tahun Dilecehkan

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, March 1, 2018 | 05:43


Sahabat Mentari,

Kejadian heboh yang terjadi di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor beberapa waktu yang lalu, menyisakan cerita yang cukup menyayat hati kita. Bagaimana tidak? 6 Anak Laki-laki dengan rentang usia 8-11 mencabuli 2 Anak Perempuan berusia 8 Tahun, Naudzubillah.

Setelah diusut ternyata, 6 anak lelaki tersebut sebelum kejadian suka menonton Video Porno yang diajak oleh Pria Dewasa berumur 25 Tahun. (Baca: Polisi Amankan Barang Bukti Ini dari Pria yang Ajak 6 Bocah Nonton Video Porno sebelum Cabuli Gadis Cilik)

Ya ... Umur 8 Tahun itu kurang lebih kelas 2 SD, baik Pelaku yang Bocah Laki-laki dan Korban Anak Perempuan. Mereka belum Baligh tapi sudah ingin mencoba Aktivitas Seks yang harusnya dilakukan oleh Pasangan yang sudah menikah.

Dampak dari Pornografi yang begitu merusak pikiran dan akal sehat, harusnya menjadi fokus bersama Umat Islam bahwa mendidik anak-anak untuk tidak menonton tayangan yang mengumbar aurat itu harus dilakukan sedari dini. Didik anak-anak kita dengan tuntunan Syariat terkait menjaga pandangan, agar terhindar dari syahwat yang menjurus kepada kemaksiatan. Jika sedari kecil bisa menjaga pandangan maka ketika Remaja dan Dewasa Insya Allah akan lebih mudah menjaga pandangan karena sudah punya dasar pemahaman agama yang kuat, akan tetapi jika dari kecil sudah biasa menonton tayangan dengan konten pornografi maka ketika besar nanti maka kemungkinan menjadi pelaku maksiat jauh lebih besar peluangnya. Naudzubillah ...

Jaga Pandangan, Cara Aman Pelihara Jiwa
Sebagai Muslim tentu kita semua sangat menyesalkan, mengapa kasus pemerkosaan dan tindakan asusila ini kian hari justru kian menjadi-jadi.

Akan tetapi, satu hal yang tidak bisa kita tunda adalah sesegera mungkin membentengi keluarga kita dari akar terjadinya segala macam bentuk tindak kemaksiatan, termasuk di dalamnya sebab utama sebuah pemerkosaan dan tindakan asusila terjadi.

Menundukkan Pandangan

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur [24]: 30).

Menundukkan pandangan adalah perkara utama dan kunci dari keselamatan seorang Muslim dalam memelihara jiwa dan akalnya dari ‘jajahan’ hawa nafsu. Sepintas perintah ini seolah mudah alias gampang. Tetapi, kalau dipikir lebih dalam, ternyata perintah ini sangat penting untuk diamalkan.

Apalagi menjaga pandangan di zaman sekarang ini, betapa berat dan  sangatlah sulit.

Mengapa? Dalam sehari semalam, utamanya bagi mereka yang aktivitasnya di luar rumah, maka mata dalam situasi tertentu, mau tidak mau harus melihat hal-hal yang dilarang agama. Seperti melihat aurat kaum hawa dan lain sebagainya.

Jangan Ada Niat Buruk

Bagaimana ternyata jika upaya kita menjaga pandangan tidak benar-benar maksimal, karena memang sekarang gambar atau ‘perhiasan’ perempuan ada dimana-mana?

Kita harus tetap pada posisi tidak melampiaskan pandangan untuk menikmati hal-hal yang diharamkan Islam. Jika pemandangan haram itu tetap tidak bisa dihindari maka sungguh Allah Maha Mengetahui.

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. 40: 19).

Menafsirkan ayat tersebut, Ibn Katsir mengatakan bahwa Allah memberikan kabar tentang ilmu-Nya yang sempurna dan meliputi segala sesuatu, baik yang terhormat dan yang hina, yang besar dan yang kecil, atau pun kasar dan yang lembut, agar manusia waspada terhadap pengetahuan-Nya kepada mereka.

lebih dari itu juga agar kita malu kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya malu dan bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benar takwa, serta merasa diawasi-Nya dengan pengawasan orang yang mengetahui, bahwa Dia melihatnya.

Kemudian, Ibn Katsir mengutip penjelasan Ibn Abbas terhadap ayat tersebut. “Yaitu, seorang laki-laki yang masuk ke sebuah rumah yang salah seorang penghuninya terdapat wanita cantik, atau wanita itu sedang melewatinya. Jika mereka lengah, dia pun menoleh kepada wanita itu. Dan, jika mereka mengawasi, dia pun menahan pandangannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui hatinya yang berkeinginan, seandainya dia berhasil melihat auratnya.” (HR. Ibn Abi Hatim).

Kewajiban Muslimah

Jika pada ayat 30 dari Surah Al-Nur Allah memerintahkan secara gamblang kepada Muslim laki-laki untuk menundukkan pandangan. Maka pada ayat ke-31 Allah tidak saja memerintahkan Muslimah hanya menundukkan pandangan. Lebih jauh juga menutup perhiasan yang haram dilihat lelaki bukan mahrom.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. 24: 31).

Ayat tersebut secara eksplisit sangat panjang, selain karena tidak ada salah paham, rincian tersebut memberikan penegasan bahwa siapa saja Muslimah yang tidak hati-hati terhadap perhiasannya, maka sadar atau tidak, ia sedang dalam potensi bahaya yang berpotensi merusak diri dan masa depannya.

Oleh karena itu, dari hati yang terdalam, pihak mana pun harus mendukung Muslimah negeri ini untuk menutup auratnya, karena itu adalah perintah langsung dari Allah Ta’ala yang menciptakan manusia itu sendiri. Sungguh, tidak bisa dibayangkan betapa sangat murkanya Allah kepada siapa pun yang menghalangi kaum Muslimah menjalankan perintah Allah Ta’ala yang Maha Hidup Maha Benar lagi Maha Mengetahui.

Bahaya Melampiaskan Pandangan

Seorang konsultan keluarga pada sebuah majalah komunitas mengatakan bahwa menurut para pakar penyakit hati (qalbu), antara mata dan hati terdapat jalur penghubung. Manakala pandangan mata sudah rusak dan bobrok, hati pun ikut rusak dan bobrok serta menjad kotak sampah tempat berbagai najis dan kotoran.

Ia tidak layak lagi menjadi tempat bersemayamnya ma’rifat tentang Allah, kecintaan terhadap-Nya, ketundukan kepada-Nya dan ketentraman serta kegembiraan dengan dekat bersama-Nya. Qalbu seperti ini hanya akan diisi dengan keburukan demi keburukan.*

Referensi:
- hidayatullah.com
- jabar.pojoksatu.id
05:43 | 0 comments | Read More

Cianjur Darurat LGBT (Aslina ... Teu Bohong)

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, February 3, 2018 | 13:46

Oleh Idrus Firmansyah
Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi
Yayasan Peduli  Remaja Mentari (YPR) Cianjur

Siang itu selepas Sholat Jum’at saya naik Bis ke Jakarta dari Cianjur demi menjemput Rezeki di Ibukota. Dalam perjalanan itu, saya mendapati Seorang Remaja Tanggung sekitaran umur 15-20 Tahun nelpon dengan Earphone dan sepertinya menggunakan Aplikasi WhatsApp (soalnya gratis asalkan ada Paket Datanya). Remaja tersebut berbicara ketika nelpon itu dengan suara yang sangat keras, dan tidak terlalu menghiraukan orang-orang di dalam Bis Umum.

Dalam percakapan telepon itu, Remaja tersebut berbicara dengan suara yang cenderung seperti perempuan atau dikenal dengan istilah “Melambai”. Dia berbicara mengungkit kata-kata “onta”, “My Habibi” (yang berasal dari kosakata bahasa Arab yang artinya kekasihku) dan istilah-istilah lainnya yang sangat identik dengan sebuah Tempat Wisata di Cipanas. Remaja tersebut pun mengatakan bahwa dia menjadi “Lady Boy” Arab di daerah Wisata Cipanas tersebut. Jujur waktu itu, saya sangat jengah mendengar obrolan tak tahu diri Remaja Melambai tersebut. Dia benar-benar sudah sangat tidak tahu diri, tapi untuk menghentikannya berbicara asusila yang mengarah pada LGBT saya sendiri pun bingung harus bagaimana.

Akhirnya ... saya kepikiran membuka Aplikasi Quran Android di HP dan membaca 1 ayat saja (asalnya ingin panjang tapi karena lagi di dalam Bis, kepala pusing kalau sambil berkendara). Qadarullah ... Remaja itu berhenti “ngoceh asusila yang cenderung ke kelakuan Kaum Sodom”, dan ketika di Ciawi dia pindah ke Jok depan karena ada penumpang yang turun jadi kosong.

Kalau saya “flashback” apa yang dibicarakan Remaja tanggung itu, seperti nyambung dengan obrolan Istri saya yang mengatakan bahwa di Daerah Cipanas ada Pelajar jadi “Lady Boy” untuk Komunitas Wisatawan di daerah Cipanas, ketika ditanya kenapa mereka melakukan: “Jawabannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti membeli make up dan lain-lain, padahal mereka itu anak lelaki!!! “

Kemudian jika dikaitkan dengan beberapa waktu yang lalu dimana Polres Cianjur melakukan penggerebekan di daerah kawasan Villa Cipanas, dimana didapatkan 5 Pelaku Homoseksual yang didalamnya terdapat Pelajar berumur 16 Tahun (Baca: Innalillahi ... Pesta Gay di Cianjur Digerebek Polisi 5 Pria Ditangkap, Ada Pelajarnya). Mereka bisa melakukan Pesta durjana sesama Homoseksual karena menggunakan sebuah Aplikasi di Android yang bisa dengan secara bebas didownload di Playstore. Maka saya beropini, kenapa remaja tanggung itu ke Jakarta dan menghampiri teman dan My Habibi-nya tersebut karena bisa jadi daerah Cipanas yang biasa jadi tempat untuk tempat mereka melakukan kegiatan maksiat sudah dianggap tidak aman. Karena “My Habibi” yang biasa berada di Kawasan Wisata di Cipanas, sekarang berada di Jakarta.

Trus kenapa kita sebagai Warga Cianjur yang notabene dijuluki “Kota Santri” harus peduli terkait Musibah LGBT ini di daerah kita, karena ketika kelakuan laknat Homoseksual merajalela maka Allah SWT akan menurunkan Adzab tidak hanya untuk orang yang melakukannya tapi bagi orang-orang yang rajin beribadah.

Dan tentu pencegahan anak remaja yang menjadi Korban LGBT ini banyak caranya, seperti: mengarahkan mereka berolahraga seperti yang disarankan Rasulullah seperti: Berkuda, Memanah, Beladiri dan Berenang Atau olahraga lainnya seperti Futsal. Dan memberikan pendidikan Agama yang kuat, mereka diarahkan untuk aktif di Ikatan Remaja Mesjid, Dirangkul oleh Orang Tua untuk hadir di Kajian Keilmuan tiap pekan, aktif di Rohani Islam (Rohis) dan ikut Mentoring pekanan yang intensif di Sekolah. Karena kalau gak intensif ikut Kajian Keagamaan maka mereka akan diserang Predator Kaum Homoseksual yang mengintai melalui Jejaring Sosial Media seperti Facebook dan Instagram.

Terakhir, Kepada Allah lah kita meminta pertolongan karena Dia-lah sebaik-baik Pelindung.


03/02/2017
Written On The Earth
13:46 | 0 comments | Read More

Dilan Harus Pergi

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, February 2, 2018 | 20:50

(Gambar: Google Image)
Oleh Hilda Lussiana Wahyudi

Beberapa bulan lalu saya menyempatkan membaca salah 1 novel pemberian teman.
Berhubung buku-buku yang saya salurkan ke Simpul Baca harus difilter, maka membaca novel tersebut menjadi kewajiban saya.

Ok, saya baca. Baru 1 bab, saya sudah bisa menyimpulkan bahwa buku ini tidak lulus seleksi. Isinya melulu tentang cinta dan pacaran ala anak SMU tahun 1990, ala Dilan dan Milea.

Saya dan Simpul Baca memang sengaja tidak mengadakan genre romansa muda-mudi semacam ini untuk dikonsumsi para pembaca.

Bukan berarti saya tidak menyukai genre ini. Suka, tapi tidak yang seperti ini. Dan saya juga tidak ingin menjadi perantara yang menginspirasi para pembaca muda untuk berpacaran seperti kedua tokoh dalam novelnya.

Aih, memangnya dulu saya ngga pacaran?
Pacaran, di Bandung pula. Justru karena itu, saya tidak ingin kejadian ini terulang pada generasi selanjutnya terutama anak-anak kami sendiri. Tobat deh, semoga Allah mengampuni dosa kami di masa lalu.

Kembali pada novel, dengan alur cerita yang fokus pada percintaan dua sejoli, saya membaca dengan super cepat karena begitu ringannya.

Hingga sampailah saya pada halaman 196 yang dengan jelas menggambarkan 2 tokoh idola Dilan karena menempelkan poster mereka di kamarnya: Ayatullah Khomeini dan Mick Jagger.

Mick Jagger masih standar deh ya...

Tapi Ayatullah Khomeini?
Saya langsung on.

Kenapa nama ini tiba-tiba dimunculkan?
Fast forward menengok timeline beberapa waktu lalu, tokoh pemuda dalam novel ini membahana. Tapi belum ada kehebohan seperti kehebohan yang terjadi kala nama Ayatullah Khomeini muncul di salah satu ensiklopedi anak meski dengan konteks serupa, menempatkannya sebagai tokoh idola.

Saya teliti halaman informasi, mungkin ini novel terbitan lawas yang penulisnya tidak update tentang tokoh ini. Tidak, ini novel terbitan tahun 2014.

Saya juga langsung menggoogling penulisnya, penasaran berat. Saya ingin memeriksa latar belakangnya. Tidak mungkin penulis asal mencomot nama tersebut. Lumayan sedikit tercerahkan.

Sambil lanjut membaca, sampailah pada halaman 263, ada adegan Milea diajak Bunda melihat kamar Dilan dan seolah menjawab pertanyaan awal saya di halaman 196, ada kalimat dalam kurung seperti berikut:
(kelak Dilan menjelaskan kepadaku soal kenapa dia menyukai Ayatullah Khomeini, karena katanya Imam Besar Iran itu baginya adalah seorang pemberani dan revolusioner. Tidak ada sangkut pautnya dengan mazhab Sang Imam itu).

Oh, berarti jelas penulisnya tahu tentang mazhab tokoh tersebut.

Jujur, saya sempat penasaran ingin melanjutkan membaca novel selanjutnya hanya demi mendapatkan jawaban atas diangkutnya tokoh seserius ini ke dalam novel ringan setidak serius ini.

Untungnya PR bacaan lain masih mengantri, saya harus menghemat waktu.

Lalu jika akhirnya novel ini laris manis bahkan sampai diangkat menjadi film dan memikat para penonton seusianya, ah...semoga mereka tidak ikut-ikutan memasang poster dan mengidolakan tokoh yang satu itu.

Saya sempat membaca artikel tentang menjadi seperti Dilan, salah satunya memasang poster tokoh idola seperti Mick Jagger dan Ayatullah Khomeini. Duh!

Ada 3 pihak yang saya mintai pendapat kala itu: suami, kawan penulis yang tidak pernah baca novel ini, dan kawan yang saya tahu ngefans pada novel ini perihal kemunculan tokoh kontroversial yang ditanggapi biasa-biasa.

Bisa jadi, segmen pembacanya berbeda. Mereka yang kritis terhadap konten buku anak baik itu terhadap sisipan-sisipan tokoh syiah, konten pornografi, sampai isu LGBT yang beberapa kali sempat beredar, mungkin bukan pembaca novel semacam ini. Seperti saya yang juga hanya karena tuntutan wajib membacanya.

Melihat isi novelnya, mungkin segmennya berusia 15-20thn.
Tapi newsfeed saya ramai juga. Jangan-jangan friendlist saya banyak para muda-mudi.

Bila saat muda dulu, rasa sering memukul habis nalar logis.
Semoga, nostalgia di masa kini, tidak membabat habis pemikiran kritis.
20:50 | 0 comments | Read More

Memberi Nama Makanan dengan ‘Setan’

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, January 21, 2018 | 06:57


Pertanyaan:
Apa hukum memberi nama makanan dengan kata ‘setan’, sepeti bakso setan atau kerupuk setan.. yg sekarang lagi marak.

Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dalam banyak ayat, Allah menegaskan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Diantaranya, Allah berfirman,

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia, musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. al-Baqarah: 168).

Dan sikap yang benar terhadap musuh adalah berusaha melawannya, melakukan perbuatan yang membuatnya sedih, dan menjauhinya. Bukan sebaliknya, justru mendekatinya.

Memberi nama makanan halal dengan ‘setan’
Dalam al-Quran, Allah sebut makanan yang halal dengan thayyibat.

Allah berfirman, menceritakan sifat syariat Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Beliau menghalalkan yang thayyibat untuk mereka, dan beliau mengharamkan al-Khabaits.” (QS. al-A’raf: 157)

Thayib secara bahasa artinya baik. Khabaits, bentuk jamak dari khabits, yang artinya sesuatu yang menjijikkan. Semua yang halal adalah thayyib, dan  adalah, dan semua yang haram adalah Khabits.

Artinya, Allah memberikan nama yang baik untuk yang halal dan Allah memberikan nama yang buruk untuk sesuatu yang haram.

Karena, memberi nama yang baik untuk sesuatu yang baik, dan memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang buruk, bagian dari mengikuti petunjuk Allah. Sebaliknya memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang Allah halalkan, bisa termasuk menghinakan rizki yang Allah berikan.

Dalam Fatwa Islam dinyatakan,

إطلاق أسماء الأشياء التي يبغضها الله تعالى على الأشياء التي أباحها ؛ فهو فعل يحتوي على استهانة بشرع الله تعالى وعدم التعظيم لأحكامه ، وهذا مناف لتقوى الله تعالى

Menyebut sesuatu yang Allah halalkan dengan menggunakan istilah sesuatu yang Allah benci, perbuatan semacam ini termasuk meremehkan aturan Allah dan tidak mengagungkan hukum-hukum-Nya. Dan ini bertentangan dengan sikap taqwa kepada Allah. (Fatwa Islam, no. 234755).

Dengan pertimbangan ini, tidak selayaknya memberi makanan yang baik, yang halal, dengan nama yang buruk. Bakso setan, krupuk setan, mie ayam setan, pecel setan, dst. Benar, tujuannya untuk menggambarkan betapa pedasnya makanan itu, tapi hindari nama musuh bersama ini.

Makanan yang halal, minuman yang halal adalah rizki dari Allah. Selayaknya dimuliakan dan dihormati.

Allahu a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com/25980-memberi-nama-makanan-dengan-setan.html
06:57 | 0 comments | Read More

Innalillahi ... Pesta Gay di Cianjur Digerebek Polisi 5 Pria Ditangkap, Ada Pelajarnya

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, January 15, 2018 | 02:24


Buat Pelajar dan Orang Tua di Kabupaten Cianjur, khususnya di daerah Cipanas-Puncak harus bisa menjaga diri dari pergaulan bebas seperti Free Sex. Dan sekarang ada prilaku menyimpang yang lebih parah lagi yang dilaknat Allah SWT yaitu hubungan Sex sejenis.

Kota santri Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur menangkap lima pria yang diduga tengah menggelar pesta seks sesama jenis di Villa Green Apple Garden, Blok F-66, Jalan Mariwati, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu (13/1/2018).

Penangkapan yang berlangsung malam hari pukul 22.00 WIB berhasil mengamankan lima pria.

Kelima pria yang diamankan itu antara lain, AAWA (49) warga Balong Gede, Kota Bandung, AR (20) warga Desa Sayang, Cianjur, DA (16) warga Desa Sayang, Cianjur, DS (38) warga Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Cianjur, dan Usep (33) warga Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Yang lebih parahnya lagi, dari kelima pelaku ada yang masih berstatus pelajar.

Barang bukti yang diamanan beberapa minuman keras, dan beberapa alat kontrasepsi di lokasi penggerebegan.

Selanjutnya para pria tersebut diamankan dan dibawa ke Satreskrim Polres Cianjur Untuk dimintai keterangan.

Ayo para Pelajar di Cianjur mari aktif di Pengajian di sekitar Rumah, Mentoring di Sekolah dan aktif di Majelis Taklim yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Karena dengan mengajilah kita dibentengi dari perilaku menyimpang.

Sumber: jabar.pojoksatu.id/cianjur
02:24 | 0 comments | Read More

Cik Atuh Lah ... Rek Kitu Wae? *Di Akhir Zaman Gini Udah Gak Masanya Lagi Tahun Baru Hura-hura*

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, December 31, 2017 | 00:26

Gambar: LDK Alhurriyah IPB

Cik atuh lah... Rek kitu wae... !!? *DI AKHIR ZAMAN GINI UDAH GAK MASANYA LAGI:*

- Tahun baru di hotel
- Tahun baru ke mall
- Tahun baru ke bioskop
- Tahun baru dugem
- Tahun baru hura-hura
- Tahun baru liat kembang api
- Tahun baru niup terompet
- Tahun baru liat live music
- Tahun baru joget joget

*DI AKHIR ZAMAN NOW MASANYA UNTUK:*
- Ke masjid sholat berjamaah
- Hadiri majelis kajian ilmu
- Liat live tausiyah
- Mendengar tilawah
- Tahajud berjama'ah
- Bermuhasabah
- Dzikir & berdoa.

Mari malam 31 berkumpul dengan orang-orang sholeh dengan sajian kajian ilmu bermutu👍🏼
_"Sebaik-baiknya teman adalah orang-orang sholeh."_

*Berkumpul dengan orang-orang yg sholeh akan mengubahmu dari 6 perkara kepada 6 perkara:*
1. Dari keraguan dlm perkara agama, menjadi yakin.
2. Dari sikap riya' dlm beribadah, menjadi ikhlas.
3. Dari lalai mengingat Allah, menjadi senantiasa berdzikir.
4. Dari cinta dunia, menjadi cinta akhirat.
5. Dari sombong, menjadi tawadhu'.
6. Dari yg mudharat, menjadi senantiasa maslahat.
_*(Imam Ibnul Qayyim)*_

_Tinggalkan hingar bingar duniawi, jangan habiskan malam dengan tasyabbuh (Mengikuti kelakuan orang Kafir), mari habiskan malam dengan memuji Allah SWT.

Oleh: Ustadz Evie Efendi
00:26 | 0 comments | Read More

Psikolog : Ini 7 Pola Asuh yang Sebabkan Anak Jadi LGBT

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, December 30, 2017 | 05:28



Nakita.id - Fenomena LGBT kembali merebak. Berawal dari tayangan sebuah televisi yang membahas fenomena LGBT yang kian marak.

LGBT adalah fenomena yang ditujukan pada para Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Para orangtua pun mulai cemas dan membuat benteng agar keluarga terhindar dari risiko penyimpangan seksual tersebut.

Nah, Elly Risman, MPSi, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati, sudah lama memperingatkan tentang bahaya LGBT tersebut.

Memang, penyebab seseorang menjadi LGBT sangatlah rumit. Ada banyak penyebab yang saling memicu.

Meski begitu, sebagai bentuk kewaspadaan, Elly Risman, mewanti-wanti pola asuh yang salah, yang berisiko menyebabkan anak terjerumus ke dalam lembah LGBT.

Apa sajakah, berikut di antaranya:

1. Moms dan Dads yang Acuh Tak Acuh

Psikolog anak lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini mengatakan, kebanyakan orangtua cuek atau abai, kurang peduli, bahkan seolah kurang ngeh terhadap anak-anak mereka.

Akibatnya, para anak khususnya anak laki-laki menjadi lemah dalam BMM.

Yang dimaksud BMM oleh Elly Risman adalah lemah dalam Berfikir, Memilih, dan Mengambil keputusan.

2. Hilangnya Peran Dads

Tidak sedikit orangtua yang keliru saat mengasuh anak laki-laki.

Kenapa anak laki-laki? Karena menurut penelitian, otak kiri laki-laki selalu lebih kuat dibanding otak kiri wanita.

Namun, sambungan antara otak kanan dan otak kiri pada wanita lebih baik. Dengan  begitu, para lelaki sangat mudah fokus pada suatu hal berbeda dengan wanita yang mampu memikirkan banyak hal dalam satu waktu.

Anak laki-laki menjadi banyak yang salah asuh karena kurangnya sosok ayah dalam kehidupannya untuk mengembangkan otak kirinya tersebut.

Para ayah biasanya sibuk mencari nafkah sehingga hanya punya waktu beberapa jam di malam hari dan akhir pekan untuk keluarga. Itupun kalau tidak ada proyek lain di luar jam kerja.

Menurut Elly, saat ini peran ayah semakin tak terlihat dalam pengasuhan anak. Zaman dahulu, para ayah selalu mengusahakan agar punya banyak waktu dengan keluarga, sebut saja ayah dari Ibu Elly Risman ini.

Beliau bekerja tak jauh dari rumah sehingga beliau selalu bisa menyempatkan waktu bermain bersama anak.

Untuk itu, orangtua perlu lebih meluangkan waktu agar dapat bermain dan berinteraksi dengan anak-anak.

3. Anak Lelaki Terlalu Banyak Berinteraksi dengan Moms 

Karena ayah tidak hadir, maka ibulah yang mendidik anak laki-laki sepenuhnya. Contohnya, ketika si anak laki-laki masih kecil, ia dijadikan wadah curhat ibu terhadap suaminya alias ayah dari si anak tersebut.

Pada akhirnya si anak laki-laki ini akan membanding bandingkan sosok ayahnya dengan ayah-ayah yang lain.

Belum lagi ketika anak laki-laki tersebut beranjak dewasa. Ia terbiasa ke mana-mana bersama ibu dan kurang ajakan dari sang ayah. Misalnya saja menemani ibu ke salon.

Hal ini bisa membuat anak tidak punya model identifikasi untuk menjadi lelaki. Mengenai bagaimana ia berperilaku, bersikap, dan merasa sebagai laki-laki.

Dikhawatirkan, hal ini juga bisa menjadi penyebab anak menjadi LGBT.

4. Anak Perempuan Kurang Kasih Sayang Dads

Selanjutnya, pada anak perempuan. Banyak sekali anak perempuan yang kekurangan pengasuhan sang ayah.

Sang ayah pergi di subuh hari menitipkan uang jajan kepada anak, pergi bekerja, kemudian kembali di malam hari.

Banyak ayah yang mengira tugasnya hanyalah sebatas memberi nafkah untuk masa depan anak, lantas lepas tangan terhadap yang lain.

Kurangnya kasih sayang lawan jenis khususnya sang ayah kepada anak perempuan ini kadang kala bisa membuatnya lebih nyaman mendapat kasih sayang dari teman atau sosok lain.

Kalau teman atau sosok lainnya tidak bermasalah, tidak mengapa. "Tapi kalau salah pemilihan sosok, bisa ditebak apa yang akan terjadi pada si anak."

Bagaimana sebenarnya akibat dari peran ayah yang lepas terhadap anaknya?

Menurut beberapa penelitian atas kurangnya peran ayah terhadap anak, ini menyebabkan anak laki-laki menjadi nakal, agresif, terlibat narkoba, dan pada ujungnya bisa terperangkap dalam seks bebas.

Sementara pada anak perempuan juga bisa berdampak pada depresi.

Ingat, peran orangtua sangat vital dalam awal terbentuknya LGBT.

Jangan sampai justru pola asuh kita menjadi pemicu anak terlibat LGBT tanpa kita sadari.

5. Kurang Pemahaman AGAMA

Selanjutnya adalah kurangnya pemahaman agama. Agama hanya dikenalkan lewat berbagai ritual, tidak melalui penanaman nilai-nilai dan perilaku.

Semua agama menentang LGBT.

6. Terlalu Bebas Menggunakan GADGET

Hal lain yang berpotensi jadi pemicu anak menjadi LGBT adalah para orangtua banyak yang belum begitu paham dengan gadget seperti smartpone, tablet, dan komputer.

Anak laki-laki menjadi sasaran utama dari pornografi dan narkoba.

Mengapa? Pasalnya, laki-laki memiliki otak kanan dominan yang lebih mudah fokus, memiliki hormon testosteron atau hormon seks yang lebih, serta penampilan fisik di mana organ vital berada di luar sehingga lebih mudah distimulasi.

7. Anak Terpapar PORNOGRAFI

Semuanya berawal dari gadget, dari segala apps yang ada di dalamnya.

Segala info dan hal negatif dengan mudah didapatkan anak dari gadget yang diberikan oleh orangtuanya sejak dini.

Bahkan mengalahkan segala asuhan orangtuanya.

Pada akhirnya orangtua hanya dijadikan sesosok penegak hukum, di mana anak bisa menjadi sosok yang berbeda ketika berada di hadapan orang tuanya.

Pornografi masuk melalu mata, kemudian diolah dengan hati.

Maka BMM tadi pada anak sangat penting bagi anak.

Pada akhirnya merangsang dopamin, menyebabkan ketagihan, sehingga berusaha meniru bahkan mencoba.

Maka orangtua yang santai saja, merasa aman-aman saja dengan gadget dan segala hal yang diberikan kepada anaknya ini yang akan berbahaya.

Ia pun berpendapat, terpaan pornografi bisa berujung pada rasa penasaran yang bisa memicunya terlibat dalam fenomena LGBT.
05:28 | 0 comments | Read More

6 Strategi Snouck Hurgronje Membentuk Sekularisme Di Indonesia


Snouck Hurgronje adalah sosok yang sangat kontroversial dalam sejarah kolonialisme di Indonesia. Sebagai seorang ilmuwan jebolan universitas Leiden dan penasihat kolonial yang terkemuka, Ia telah berhasil membangun dasar-dasar pemikiran yang kemudian diadopsi pemerintah kolonial Belanda, pemerintah orde baru, dan bahkan bukan tidak mungkin diterapkan hingga saat ini.

Ajaran snouck hurgronje sebagai Inlands Policy memisahkan secara ketat tiga masalah utama dalam kehidupan kegamaan umat Islam di Indonesia: masalah ritual, muamalah dan politik.

Semoga 6 siasat snouck hurgronje ini dapat menunjukkan bahwa pemisahan antara ritual keagamaan dan aspek-aspek penting lainnya dalam Islam seperti muamalah dan politik telah SUKSES BESAR berdampak terhadap rusaknya kebangsaaan di Indonesia

1. Pemisahan Ibadah dan Ritual Keagamaan

Sejak abad ke 7M, Islam masuk ke nusantara kemudian mepersatukan, menguatkan plus menjadi benteng pada masyarakatnya. Seiring waktu berjalan, maka perilaku bid’ah pun merebak.

Berdasarkan penelitian snouck hurgronje yang telah melakukan riset di mekah maka Snouck memberikan saran kepada pemerintah kolonial terhadap kehidupan keagamaan yakni memisahkan antara Ibadah muamalah dengan Ritual keagamaan umat muslim.

Snouck memformulasikan dan mengkategorikan permasalahan Islam menjadi tiga kategori, yaitu; bidang Agama Murni, bidang Sosial Kemasyarakatan dan bidang Politik.

Pada hakikatnya, Islam tidak memisahkan ketiga bidang tersebut, namun oleh Snouck diusahakan agar umat Islam terjerumus dan menikmati sistem sekuler tanpa menyadarinya. Sehingga aturan bernegara yang sudah ada panduannya dalam Al-Quran akan terabaikan, sementara hanya menyisakan ritual keagamaan seperti Sholat, Zakat, dan Haji.

Seperti halnya umat kristen yang memisahkan gereja dengan kehidupan sosial, akibat traumatik yang amat sangat terhadap praktik Inkuisisi gereja (yang hal ini tidak pernah terjadi di umat muslim).

2. Pemberian Gelar Haji Untuk Mengontrol Pemberontakan

Pemisahan ritual keagamaan Islam dengan hukum syariat dalam bersosialisasi Snouck mengkritik kebijakan Belanda yang selalu menghalang-halangi ibadah dan ritual umat Islam. Buat Snouck ini merupakan salah satu pangkal penyebab terjadinya pemberontakan umat Islam di berbagai daerah.

Menurut Snouck, sepanjang tidak mengganggu kekuasaan politik, maka pemerintah kolonial semestinya dapat memberikan keleluasaan kepada umat Islam untuk melaksanakan ajaran agamanya.

Pemerintah harus memperlihatkan sikap seolah-olah memperhatikan agama Islam dengan memperbaiki tempat peribadatan, serta memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah.

Dalam kasus Haji misalnya, Snouck menolak kebijakan pemerintah yang melarang umat Islam untuk pergi Haji ke Mekah.

Menurutnya yang perlu dilakukan pemerintah adalah mencatat orang-orang yang pergi haji. Oleh sebab itu diterapkan dua (2) siasat kelicikan snouck hurgronje, yakni pemberian gelar “Haji” untuk mereka yang pergi Haji dan melarang mereka untuk tinggal lebih lama di kota Mekah.

3. Membangun Kader Kader Lokal Berjiwa Pendidikan Barat

Melalui “Politik Asosiasi” diprogramkan agar lewat jalur pendidikan bercorak barat dan pemanfaatan kebudayaan Eropa diciptakan kaum pribumi yang lebih terasosiasi dengan negeri dan budaya Eropa yang berorientasi jangka pendek serta memuja hedonisme.

Program Asosiasi ini ternyata sukses besar, karena berhasil menempatkan beberapa tokoh negara, yang dikemudian hari dikenal sebagai tokoh tokoh nasionalis.

4. Kriminalisasi: Merusak peran ulama dan Dekontruksi Image dari Ulama dan Syariat

Upaya membangun kader lokal lewat membentuk lembaga lembaga pendidikan menjadi salah satu ruang untuk membentuk stigma negatif terhadap ulama dan syariat Islam. Peran ulama dan syariat Islam yang telah terbangun sejak abad ke-7 M di citrakan seakan akan merusak persatuan dan justru membangun sikap fanatisme agama.

Bagi Snouck Hurgronje, Islam politik adalah sesuatu yang perlu dihindari, dibatasi bahkan harus dilarang. Pembiaran terhadap aktifitas politik hanya akan melahirkan fanatisme keagamaan yang sangat membahayakan kekuasaan kolonialisme.

Berbagai bentuk muamalah politik Islam yang dipandu Al-Quran dengan tafsir yang lurus akan mendorong rakyat kepada fanatisme dan Pan Islam yang akibatnya belanda akan kehilangan jajahan koloninya. Untuk menghadapinya pemerintah diperbolehkan untuk menumpas Islam politik, bila diperlukan, dengan kekerasan dan kekuatan senjata.

Namun demikian segera setelah diperoleh ketenangan, pemerintah kolonial harus menyediakan pendidikan, kesejahteraan dan perekonomian, agar kaum pribumi mempercayai maksud baik pemerintah kolonial dan pada akhirnya rela diperintah.

Hal ini juga yang dikemudian hari melahirkan para sekularis dan liberalis dengan slogan “Islam yes!, politik Islam No”.

5. Deislamisasi Sejarah Nusantara Sebagai Bagian Dari Strategi reconquista

K.H Abdullah Bin Nuh. Seperti masalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, fakta bahwa masuknya Islam terjadi di abad ke-7 M namun berdasarkan strategi snouck hurgronje, waktu dimundurkan hingga abad ke 13 M yang kemudian dikenal dengan teori gujarat snouck hurgronje.

Strategi reconquista usulan snouck hurgronje terhadap negri jajahan, khususnya Islam diharapkan tidak hanya menjajah wilayah jajahan melainkan juga pola pikir masayarakatnya dengan mendistorsikan sejarah lewat penulisan ulang sejarah dan penjajahan berita.

Dari hasil penulisan ulang sejarah, akan berdampak tebentuknya perubahan sistem keimanan dan tingkah laku sosial – politik dan berbudaya. Yang selanjutnya memihak penjajah.

6 “Theorie Receptie”: Mengutamakan hukum adat diatas syariat

Sebagai seorang etnolog yang memiliki pengalam riset di berbagai daerah Snouck mengembangkan suatu gagasan tentang perlunya mendorong “adat-adat”lokal. Snouck memandang bahwa upaya untuk mengurangi militansi dan keteguhan keagamaan orang-orang Islam maka perlu dibangun instrumen rivalitas dengan hukum Islam.

Pembangunan rivalitas antara hukum adat dan hukum syariat ini pula yang menjadi bagian dari politik Devide et impera.

Pemerintah kolonial harus bisa memanfaatkan adat kebiasaan yang berlaku dan membantu menggalakkan rakyat agar tetap berpegang pada adat tersebut.

Snouck berupaya agar hukum Islam menyesuaikan dengan adat istiadat dan kenyataan politik yang menguasai kehidupan pemeluknya. Islam jangan sampai mengalahkan adat istiadat.

“Theorie Receptie” disarankan memanfaatkan kelompok Elite Priyayi dan Islam Abangan untuk meredam kekuatan Islam dan pengaruhnya di masyarakat. Kelompok ini paling mudah diajak kerjasama karena ke- Islaman mereka cenderung tidak memperdulikan tegaknya syariat Islam.

Sementara Kaum pribumi yang telah mendapat pendidikan bercorak Barat dan telah terasosiasikan dengan kebudayaan Eropa, harus diberi kedudukan sebagai pengelola urusan politik dan administrasi setempat. Termasuk pendirian orgnisasi semacam budi oetomo

Snouck seakan-akan menunjukkan diri sebagai tokoh Belanda yang moderat, membela hak-hak keagamaan umat Islam, melindungi peribadatan dari pelarangan pemerintah Belanda. Namun bila dianalisis lebih dalam apa yang dikemukakan Snouck justru melemahkan sendi-sendi kehidupan umat Islam khususnya di bidang hukum dan politik.

Menurut kamu, benarkah dampak dari pemikiran snouck hurgronje tersebut masih terasa hingga saat ini?

Sumber Rujukan

1. Patria, Nezar dan Andi Arief. 2003. Antonio Gramschi; Negara dan Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baso, Ahmad. 2005. Islam

2. Pascakolonial; Perselingkuhan Agama, Kolonialisme dan Liberalisme. Bandung: Mizan.

3. Ernas, Saidin. 2001. Pendapat Snouck Hurgronje tentang Islam di Indonesia dan Iplikasinya terhadap Susunan dan Kekuasaan Peradilan Agama, IAIN  Bandung.

4. H.T, Faruq. 2007. Belenggu Pasca Kolonial: Hegemoni dan Resistensi dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

5. Hurgronje, Sonuck. 1985. ACEH; di Mata Kolonialisme, Jilid I dan II. Jakarta: Yayasan Soku Guru. _. 1996. Kumpulan Karangan Snouck Hurgronej, Jilid III, IV, V, VII dan XII. JakartaINIS.

6. Lev, Daniel S. 1990. Hukum dan Politik di Indonesia; Kesinambungan dan Perubahan. Jakarta: LP3S.

7. Noeh, Zaini dkk. 1983. Sejarah Singkat pengadilan Agama di Indonesia. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

8. Noer, Deliar. 1996. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: PT. Pustaka LP3S Indonesia.

9. Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Postkolonialisme Indonesia Relevansi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

10. Steenbrink, Karel A. 1984. Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.

11. Suminto, Aqib. 1985. Politik Islam Hindia Belanda. Jakarta: LP3ES.

12. Van Koeningsvald. 1989. Snouck Hurgronje dan Islam, Delapan Karangan tentang Hidup dan Karya Seorang Orientalist Zaman Kolonial. Jakarta: PT. Grimukti Pusaka.

13. Woodward, Mark R. 1998. Indonesia, Islam dan Oriantalisme; Sebuah Wacana yang Melintas, Pengantar dalam “Jalan Baru Islam”. Bandung: Mizan.

14. Ahmad mansyur suryanegara, Buku Api sejarah


Sumber: deerham.com/strategi-snouck-hurgronje-membentuk-sekularisme/
05:23 | 0 comments | Read More