Powered by Blogger.

Studi Banding Manajemen Masjid Jogokariyan Jogjakarta

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, November 15, 2017 | 12:18


Oleh Yayasan Bina Masjid Kota Depok
Edit by Admin Situs www.yprmentari.or.id

I. Pendahuluan/Pengamatan sekitar masjid Jogokryan Jogja 
  1. Sholat subuh meluber sampai ruang masjid tidak muat 
  2. Masyarakat berdatangan sholat ke masjid dari rumah-rumah serta gang-gang dan sebagainya nampak semangat ibadahnya 
  3. Ba’da sholat subuh, semua jamaah di kasih sarapan bubur terus ikut mendengarkan kajian subuh (materi kali ini tentang manajemen masjid/studi banding)   
  4. Saat ini yang studi banding ada dari 10 daerah 
  5. Masjid mendapatkan predikat terbaik Se-Indonesia 
  6. Karena banyaknya kunjungan studi banding, menggairahkan ekonomi masyarakat sekitar seperti guest house, hotel, lapak2 rumah makan besar kecil, butik-butik.  Serta Toko buku & herbal, biro perjalanan, dan sebagainya.
II. Tentang Pengurus Masjid 
  1. Memahami Masjid sebagai tempat ibadah diperlukan: Pertama, Kenyamanan dalam beribadah, seperti Imam yang mumpuni, banyak hafalan dan fasih bacaannya. Kedua Tempat wudlu dan toilet harus selalu bersih. Ketiga, Tempat Sholat nyaman: misal karpet, kipas angin dan AC. Keempat, Pengurus menjamin keamanan di masjid, utamanya sandal kalau sampai ada yang hilang akan diganti. 
  2. Keberhasilan masjid diawali dari Pengurus yang benar-benar menjadi Pegawai Allah. Tidak merasa berkuasa dan harus bisa memahami permasalahan dan apa maunya jamaah/masyarakat sekitar masjid
  3. Mindset pengurus masjid/majelis taklim yg perlu diluruskan.  Bahwa Pengurus  adalah pegawai Allah. Pegawai adalah pelayan yg bekerja untuk kepentingan majikannya. Siapakah majikan pengurus masjid/taklim? Allah SWT. 
  4. Penyakit yg ada pada pengurus masjid/taklim adalah mereka sebagai Penguasa, sehingga ini yang mesti kita luruskan cara berfikir kita tentang pengurus masjid/taklim. 
  5. Pengurus Masjid harus bisa memberikan suri tauladan kepada Jamaah. 
  6. Menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap masjid bukan kelompok tertentu.
  7. Masyarakat sekitar masjid harus selalu dilibatkan sehingga mampu menimbulkan rasa memiliki masjid. 
  8. Mengutamakan target jumlah jamaah yang hadir ke masjid. Harus selalu maksimal. 
  9. Misi menjadikan masjid ramai dan berkah, pemersatu umat. 
  10. Pengurus harus bisa memahami apa permasalahan jamaah/masyarakat sekitar masjid. Apa maunya jamaah dan menghadapi semua dengan iman ikhlas & sabar. Misal : 
  • WC terbuka, siapa saja boleh menggunakan. Tidak ada orang ke WC yang iseng, sebab mereka terpaksa ke WC. Resikonya apa sih? Kotor atau keran air rusak, yah itulah tugas kita sebagai pegawai. Kalau barang rusak atau hilang beli lagi. insya Allah ada titik ada keluarnya. 
  • Keinginan BAB dan BAK adalah kebutuhan dasar dan sifatnya terpaksa, sehingga bisa dikatakan zholim pengurus masjid yang mengunci pintu toilet masjidnya, bahkan  sering memunculkan mudharat yg besar yaitu ada yang BAB dan BAK di sembarang tempat 
  • Tukang becak pakai WC dan tidak ikut solat, kita merasa jengkel. Berarti masih ada penyakit dalam hati kita/pengurus masjid. Padahal hidayah itu hak prerogatif Allah. Kita baru satu cara saja sudah memaksa Allah untuk memberi hidayah pada mereka padahal nabi-nabi sudah 1001 cara untuk menasehati kerabat terdekatnya, namun mereka tetap tak beriman. 
  • Insya Allah jika kita serius semaksimal mugkin sebagai pegawai Allah maka Pemilik Masjid yang sesunguhnya Allah SWT pasti memperhatikan kita, tidak musti berwujud materi.
III Bagaimana Agar Sukses 
  1. Pengurus masjid harus tahu problematika jamaah masjidnya. Upaya memberikan solusi kepada masalah masyarakat, misalkan: memberi makan, menjamin pendidikan, dan sebagainya. Sehingga perlu pendataan kebutuhan masyarakat (program berdasarkan data dari masyarakat).
  2. Program masjid berdasarkan kebutuhan masyarakat bagaimana memberikan gambaran ke jamaah bahwa masjid itu tempat yang nyaman.  
  3. Program masjid juga berdasarkan ukuran kinerja, bukan biaya. Karena prinsipnya ketika masjid itu makmur maka biaya akan tertutupi dan campur tangan Allah jelas sekali. 
  4. Secara khusus mengadakan imam sholat yang secara bacaan hafal 30 Juz dan menarik enak di dengar. 
  5. Sarana prasarana juga di upayakan di lengkapi dengan baik tentu dengan melibatkan jamaah juga. Ada yang unik yaitu ada semacam program asuransi sepatu sandal, jaminan penggantian jika hilang. 
  6. Semua segmen usia ada kajian masing-masing dan khusus remaja masjid dibentuk lembaga otonom. 
  7. Fasilitas masjid juga di persilahkan untuk di pakai acara kemasyarakatan (tentu ada adab-adab dasar yang di sepakati jika mau pakai fasilitas masjid), misalkan : berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan nasional kebangsaan seperti 17 Agustus, Nonton bareng dan sebagainya. Prinsipnya memberi manfaat dan menghindari masyarakat dari berbuat yang makruh dan haram. 
  8. Dalam periode tertentu , kepengurusan masjid baru di pilih dengan melibatkan masyarakat sehingga masyarakat merasa memiliki masjid. Ternyata partisipasi keikutsertaan masyarakat melebihi partisipasi mereka dalam pilpres. 
  9. Kepengurusan dibuat yang lengkap dan detail (sesuai kebutuhan berdasarkan data), di sini ada 30 bidang supaya penanganan lebih maksimal (dan adanya keterlibatan yang banyak menumbuhkan tanggung jawab partisipasi). Misal ada biro muadzin, biro imam, biro golongan darah dan sebagainya.  
  10. Optimalisasi remaja masjid (Pemuda-pemuda yg inovatif menyikapi perkembangan teknologi informasi). Memberikan ruang yang seluas luasnya buat remaja masjid untuk membantu, berkreasi dan berkreatifitas namu  dengan penuh tanggung jawab dan pengurus inti tetap melakukan pendampingan ke mereka dan mengadakan pembinaan karakter & pemahaman agama & dakwah agar tetap terjaga juga stock untuk regenerasi kedepannya. 
IV Langkah strategis dalam membangun dakwah masjid 
  1. Tentukan wilayah kerja dakwah (untuk prioritas program), misal area kampung tertentu atau area keluarahan tertentu dan sebagainya. 
  2. Database jamaah di wilayah kerja dawah tersebut atau potret jamaah (data di buat selengkap dan sedetail mungkin mencakup kebutuhan-kebutuhan dakwah). 
  3. Penyusunan program roadmap kegiatan masjid berdasarkan 2 hal diatas dan dalam pelaksanaannya di lakukan dengan kerja ikhlas, sabar, keras, cerdas, tuntas (data sesuai kebutuhan, misal : Data kemampuan sholat, baca quran, golongan darah. Sehingga ada program mensholatkan orang hidup secara “silent program”). Membuat program yang kreatif membangkitkan semangat jamaah untuk beribadah sholat berjamaah.  
  4. Pengurus masjid harus punya pemahaman bahwa mereka adalah pegawai Allah, sehingga yang ada adalah sikap melayani yang mumpuni kepada jamaah tanpa pamrih, penuh kesabaran. Tidak ada pemberian penghasilan kepada pengurus masjid terkecuali mereka yang memang di angkat sebagai pegawai untuk mengurusi keseharian masjid. Ketika pemikiran pengurus masjid merasa sebagai pegawai Allah maka pengurus menjadi lebih tanggung jawab dan kerja penuh keshabaran, tawakal, keteladanan dan mengedepankan ukhuwah dan kenyamanan jamaah untuk ibadah 
  5. Masjid bersifat terbuka, menghargai perbedaan yang sesuai syariat, tidak berafiliasi pada organisasi tertentu atau jamaah dakwah tertentu dan berupaya memfasilitasi berbagai ibadah yang berbeda, misalkan : Memfasilitasi jamaah yang mau sholat tarawih 11 rakaat dan 23 rokaat, Tetap memberikan ta'jiL buka puasa bagi jamaah yang secara pilihan hari Iedul Fitri nya berbeda. 
  6. Jika Masjid berafiliasi kepada satu ormas tertentu namun dalam prakteknya hendaknya tetap mengakomodir ormas/golongan lain karena masjid untuk dimakmurkan bukan untuk dikuasai. Sehingga saling kontribusi bukan saling menguasai, siapapun boleh berkontribusi. 
  7. Konsep ukhuwah harus tertanan kuat ke bawah dan keteladanan dari pengurus. Memberikan peluang kepada semua kelompok jamaah. Ada tahlil, ada kajian-kajian ilmiah. namun jangan menyalahkan dan atau membid'ah kan jamaah lain. 
  8. Dalam sisi penggalangan dana, Takmir cukup berani dengan meniadakan donatur tetap. Dana dari luar negri dan sebagainya namun membuka seluas luasnya infaq warga melalui kotak kotak masjid atau warga yang mau sumbang langsung ke sekretariat.  Dana sepenuhnya di keluarkan untuk kebutuhan kemakmuran masjid yang membuat jamaah menjadi nyaman ibadah di masjid, namun bukan berarti kas masjid harus NOL .
  9. Pengelolaan dana masjid yang efektif dan efisien. Filosofi saldo nol maksudnya adalah jangan sampai dana besar terlalu lama mengendap di bendahara. Intinya pemanfaatan dana masjid seefisien dan seefektif mungkin. Misal : jika ada warga yang tidak sekolah SMP SMA maka itu tangung jawab masjid juga 
  10. Database jamaah di peroleh dari sensus jamaah dikumpulkan saat pemilihan kepengurusan baru dan melibatkan pula remaja masjid untuk bergerak. Ada data yang sifatnya isian, ada juga data yang sifatnya penyataan langsung sehingga di catat. 
#Berbagai Opini tentang Fungsi Masjid : 
Fungsi masjid secara garis besarnya ada 3 yaitu : 
  1. Fungsi Tarbiyah (pembinaan : adanya kesinambungan dalam pembinaan keislaman di semua level generasi) 
  2. Fungsi Ijtimaiyah (secara koordinatif berkhidmat untuk ikut menyelesaikan problematika umat) 
  3. Fungsi Ubudiyah (berkhidmat untuk kenyamanan ummat dalam ibadah) 
* Diresume / kompilasi dari berbagai catatan yang di share peserta Studi Banding
* Berharap tidak mengurangi Inti dan Makna dari Taujih yang di sampaikan oleh Pihak DKM Jogokaryan Jogja
12:18 | 0 comments | Read More

Sowan Pengurus Mentari ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cipanas

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, October 28, 2017 | 00:33


Ulama terkemuka dari kalangan Tabi'in (Generasi setelah Sahabat) yang lahir pada 21 Hijrah dan pernah menyusu kepada Istri Rasulullah SAW Ummu Salamah yaitu Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Kalau tidak ada para Ulama, sungguh Umat manusia akan menjadi seperti binatang.”

Begitu pentingnya posisi Ulama bagi Umat, oleh karenanya dengan nasehat dan petuah mereka kita bisa terjaga Aqidah dan Keimanan kita. Oleh karena itu Pengurus Yayasan Peduli Remaja (YPR) Mentari Cianjur dalam rangka menjemput keberkahan dan petuah dari Ulama yang ada di sekitar Cipanas - Cianjur, Kami Sowan ke Bapak KH Sholahudin Al Ayubi sebagai Ketua MUI Kecamatan Cipanas pada Hari Kamis Tangal 26 Oktober 2017 Jam 14.30 WIB. Dari pihak Yayasan Mentari hadir Direktur Inmar Muharam dan Sekretaris Harun Ar Rasyid.

Adapun agenda yang dibahas ketika pertemuan itu adalah:
1. Silaturahim
2. Sosialisasi profil Yayasan dan kegiatan
3. Minta wejangan, nasehat dan masukan untuk Yayasan Mentari. 

Alhamdulillah kami disambut dengan ramah dengan suasana penuh kekeluargaan. Beliau mengapresiasi kegiatan Mentari karena satu misi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menebar kebaikan Islam dan MUI Kecamatan Cipanas pun siap bekerjasama dalam kegiatan-kegiatan Mentari.

Dan nasehat dari beliau adalah agar Mentari mengutip dari filosofi Pesantren Gontor: "Berdirilah di atas semua golongan, Perbanyak kegiatan-kegiatan kebaikan keislaman, untuk mengalahkan keburukan'.
00:33 | 1 comments | Read More

Ancaman Korea Selatan: dari Otak Turun ke Paha

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, August 10, 2017 | 07:33

Pemerintah Indonesia kembali membuat resah. Kali ini giliran BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) dengan aksi ngundang Hyoyeon. Kepala BEKRAF, Triawan Munaf, tetap bertekad menghadirkan personil SNSD ini, walau harus mengabaikan 17.000 petisi penolakan.

BOOM! Peperangan meletus di kalangan netizen.
Pejuang pertumbuhan anak, ahli parenting, Bunda Elly Risman pun kena hujat sumpah serapah dari orang-orang yang sebenarnya sedang ia perjuangkan masa depannya. Naas memang, kasih sayang bunda berbalas tuba. Bunda akhirnya minta maaf.

"Anak saya KPOPers, Ini ga ada kaitannya sama moral. Mereka aktif dan positif!" ungkap Triawan keukeh dengan keputusannya.

Duh, bunda Elly jangan nuduh kalo KPOPers pasti doyan porno dan gak bermoral dong. Banyak kok KPOPers yang justru berprestasi. Mungkin begitu ungkapan hati para KPOPers lainnya.
Banyak hal positif yang bisa kita contoh dari Korea Selatan. Dulu ku pernah baca di koran Kompas, sebuah berita berjudul "Semangat Korea".

Generasi terdahulu Korea ternyata tumbuh dalam penderitaan. Negara mereka miskin sumber daya alam. Kesialan mereka masih diperparah dengan kondisi geografis yang diapit sama negara adidaya, Jepang, Cina, dan Rusia. The power of kepepet, satu satunya senjata yang mereka miliki adalah OTAK. Sampe PM Korsel bilang,
"Kalau Korsel tidak memiliki SDM yang berkualitas, maka kita akan mati!"

Segenting itu kondisinya. Lalu miliaran dolar digelontorkan demi pendidikan rakyatnya. Angka buta huruf menurun drastis. Teknologi maju pesat. "Rakyat gue pokoknya harus pinter!"
Namun, kondisi berubah. Puluhan tahun belakangan muncul industri KPOP yang tak kalah menggiurkan keuntungannya.

Cewek-cewek seksi yang mengumbar Aurat  dan demen joget-joget, menghiasi layar kaca. Cowok-cowok "maco", dengan kulit putih bersih, mulus, dan rambut warna warni, juga tak mau kalah.
Tubuh dieskploitasi habis-habisan. Aurat yang terbuka amat mudah ditemukan kalau kita cari "girl band korea" di gugel. Mereka meneror muda mudi dengan menampilkan kecantikan dan ketampanan sempurna. Para artis ramai-ramai melakukan operasi plastik. Mata sipit dibeloin, dagu diruncingin, rahang kotak ditiruskan, keriput dihilangkan, kulit putih, mulus, licin!

Muka tuh gak boleh jelek!
Mereka bergentayangan di musik, drama, film, reality show, dan semua industri hiburan.
So what? Ada yang salah dengan KPOP?
Muda mudi korsel sekarang punya standar cantik dan ganteng yang amat tinggi. Lookism! Orang dinilai dari bentuk mukanya. Lo jelek, ga bakal sukses.
Bahkan otak cemerlang pun bukan syarat kesuksesan, jika ia tak memiliki paras menawan. Operasi plastik jadi andalan. Bahkan oplas jadi hadiah orang tua untuk kelulusan sang anak, atau di hari ulang tahunnya.

Cantik (plastik) mereka jadi simbol betapa kepercayaan diri mereka menurun amat tajam. Mereka hidup dalam tekanan sosial yang amat keras. Harus cantik, harus sempurna, harus! harus!
Hal ini sukses bikin Korsel jadi negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi.
"WHO telah merilis daftar negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia. Hasilnya, Korea Selatan menjadi negara dengan angka bunuh diri tertinggi, dengan 28,9 kasus per 100.000 orang selama setahun." (Republika.co.id)

SDM yang dahulu mati matian diperjuangkan agar berkualitas, kini mengalami degradasi besar-besaran.
Anak umur 4 tahun kini dengan riang menari erotis meniru girlband idolanya. Bahkan ditemukan kasus, remaja putri umur 14 tahun sudah aktif menjual diri dalam bentuk 'compensated date'. Digerayangi lelaki dewasa 20an 30an, bahkan lebih tua lagi. Prostitusi ilegal ini eksis!
Menurut Dr. Stephen Epstein, Director of the Asian Studies Institute at Victoria University, komoditas seksual industri korea kini membuat kaum lelaki bebas menikmati tubuh wanita tanpa ragu-ragu.

Akibatnya perselingkuhan, terutamanya lelaki adalah sesuatu yang biasa (Seamus Walsh, Lulusan Korean Studies). Ini semua berasal dari industri yang menjadikan tubuh perempuan sebagai objek.
Dari otak turun ke paha! degradasi!
Lucunya, masalah Korsel ini justru dihadirkan secara resmi sama Pemeritah Indonesia ke hadapan rakyatnya.

Tanpa diundang pun, budaya KPOP ini sudah menjangkit. Bagaimana lah, kalau diundang secara resmi? Akan lebih banyak lagi muda mudi, yang menjadikan bintang Korea yang super sempurna dan sensual ini, jadi panutan mereka.
Ayolah, anak muda Indonesia yang bisa memfilter tontonannya (seperti anak pak Triawan Munaf) hanya sedikit sekali bukan?

Bagaimana nasib mereka yang hanya tau kesenangan dan sensasi "asik" dari menonton KPOP di yutub. Mereka yang orang tuanya tak pernah kenal ilmu parenting. Jangankan melarang, mengoperasikan smartphone mungkin mereka tak tahu. Para bunda yang patokannya hanya "Anak senang, bunda pun tenang".

Bagaimana dengan nasib mereka? semua efek negatif akan mereka telan bulat-bulat!
Ah, rupanya nasib kebobrokan satu generasi ini yang sedang diperjuangkan bunda Elly.
Atau jangan-jangan... ini definisi kreatif yang pemerintah inginkan?
#tolaksnsd

Sumber:
1. "Semangat Korea Selatan" Kompas 22/9/2014
2. Bunuh diri tertinggi:
https://www.google.co.id/…/m.republik…/amp_version/ocbqtp335
3. Dampak negatif budaya KPOP:
How K-pop Mirrors Gender Roles getinispired.mit.edu (2016)
4. Hasil dari pertemuan Aliansi Pecinta Ibu Pertiwi dan Triawan Munaf (9/8/2017)
5. Kekhawatiran ortu dengan pengaruh buruk KPOP plus sumber video:
https://www.google.co.id/…/lolita-effect-korea-sexual-…/amp/
6. Tubuh sebagai objek industri:
Buku The concept of female sexuality in Korean Popular Culture, Lee So Hee

Oleh Farah Qoonita
Sumber: Facebook
Diedit oleh Admin YPR Mentari Cianjur
07:33 | 0 comments | Read More

Apa Itu Qunut Nazilah dan Bagaimana Bacaannya?

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, July 25, 2017 | 16:04

Qunut nazilah adalah qunut yang dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang besar, seperti bencana, peperangan, dan sebagainya. Umumnya para ulama sepakat tentang qunut nazilah ini, karena nash-nash yang sampai kepada kita sangat jelas dan shahih. 


Dalam teknis pelaksanaannya, qunut nazilah ini agak sedikit berbeda dengan dua qunut lainnya, yaitu qunut shubuh dan qunut witir. Berikut adalah beberapa ketentuan dalam melakukan qunut nazilah :
1. Dilakukan Pada Saat Ada Bala atau Bencana
Dalam keadaan aman atau biasa-biasa saja, tidak disyariatkan untuk melakukan qunut nazilah. Sebab qunut nazilah yang dilakukan di masa Nabi SAW terkait dengan peristiwa besar, bencana, malapetaka atau pembunuhan atas umat Islam. 
Di masa sekarang ini, ketika Israel menghujani rakyat tidak berdosa di Gaza dengan bom, tentu seruan untuk melantunkan qunut nazilah sudah tepat. 
Namun qunut nazilah tidak tepat kalau dilakukan terus menerus sepanjang masa. Sebab Rasulullah SAW hanya melakukan qunut nazilah dalam hitungan sebulan saja.
2. Dilakukan Dalam Shalat Lima Waktu
Berbeda dengan qunut shubuh yang hanya dilakukan pada waktu shubuh, atau qunut witir yang hanya dilakukan pada shalat witir di malam hari, qunut nazilah dilakukan dalam lima waktu shalat fardhu. Jadi bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi lima kali dalam sehari, dan dalam hitungan beberapa hari berturut-turut. 
Namun apakah harus sebulan lamanya, nampaknya tidak ada ulama yang mengharusnya selama sebulan. Semua dikembalikan kepada mashalahatnya juga. Dan untuk itu, yang berhak untuk menerapkan adanya qunut nazilah tidak lain adalah imam atau pimpinan umat Islam.
3. Dikerjakan Setelah Bangun dari Ruku' Seusai I'tidal di Rakaat Terakhir
Qunut Nazilah dilaksanakan pada saat i’tidal (berdiri dari ruku’) di rakaat terakhir dalam seluruh shalat wajib.
4. Imam Mengeraskan Suara Doa Qunut dan Makmum Mengamini
Dianjurkan kepada imam shalat untuk mengeraskan suara bacaan doa qunut, agar para makmum di belakang dapat  mengamini bacaan doa itu. 
Namun para ulama berbeda pendapat tentang qunut nazilah pada shalat sirriyah seperti Dhuhur atau Ashar, apakah imam menjaharkan doa qunutnya atau tidak?
5. Disunnahkan Mengankat Kedua Tangan
dan mengangkat kedua tangan ketika membacanya tanpa mengusap wajah apabila telah selesai membacanya. 
قَنَتَ رَسُولُ اللهِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَالصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ : سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِيْرَةِ يَدْعُوا عَلَيْهِمْ عَلَى حَيَّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلِ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ.
“Rasulullah SAW melaksanakan qunut nazilah selama sebulan secara berturut-turut di dalam Shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Setiap kali usai mengucapkan : “Sami’allahu liman hamidah” Dari raka’at terakhir mendo’akan kejelekan atas mereka, yaitu perkampungan Ri’il, Dzakwan dan ‘Ushayyah dari Bani Sulaim. Sedangkan orang-orang dibelakangnya mengucapkan “Amien”. (HR. Ahmad).
Doa Qunut Nazilah
Walaupun doa di dalam qunut nazilah bukan suatu yang ditentukan bacaannya, namun dianjurkan untuk berdoa dengan doa-doa yang ada riwayatnya dan sesuai dengan kondisi dan suasana yang sedang terjadi, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh khalifah Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu, ketika memerangi orang-orang nashrani, bahwasanya beliau membaca qunut dengan doa yang sudah masyhur :
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.
اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ
Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.
اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”.
اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ
Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.
Sumber: rumahfiqih.com
16:04 | 0 comments | Read More

Miris, 30 Persen Homoseksual Cianjur adalah Pelajar

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, July 20, 2017 | 16:08


Sebanyak 30 persen dari 2.000 pengidap perilaku seks menyimpang di Cianjur, diketahui berasal dari kalangan pelajar. Hingga saat ini, usia sekolah dinilai menjadi yang paling rawan dipengaruhi dan terjerumus perilaku menyimpang tersebut.

Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya pola pikir melakukan hubungan tanpa mengakibatkan kehamilan, menjadi dorongan bagi para pemuda berusia labil terpengaruhi. Tak hanya remaja yang bersekolah formal, tapi juga anak putus sekolah.

"Usia sekolah, terutama SMP dan SMA/SMK yang rawan menjadi gay (atau homoseksual). Mayoritas diajak oleh temannya," kata Sekretaris Komisi Perlindungan Anak (KPA) Cianjur, Hilman, seperti dilansir Pikiran-Rakyat.

Ia mengatakan, remaja di usia sekolah biasanya memiliki keinginan yang besar untuk mencoba hal baru, termasuk seks. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para pengidap perilaku seks menyimpang untuk merekrut orang baru, salah satunya dengan menggiring untuk melakukan hubungan seks sesama jenis.

Ajakan tersebut, dilakukan dengan alasan untuk menghindari risiko kehamilan pada perempuan jika seks dilakukan antar lawan jenis.

"Mereka mendoktrin kalau berhubungan seks dengan perempuan itu beresiko hamil. Kalau ketahuan pun, mereka bisa dikeluarkan. Sementara kalau seks dengan sesama jenis tidak ada risiko hamil".


Sumber: PRFM News Channel
16:08 | 0 comments | Read More

Innalillahi ... Jumlah Gay di Cianjur sekitar 2000 Orang, 1 Gay bisa Merekrut 5-6 orang

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, July 18, 2017 | 14:27


Antarajabar.com - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Cianjur, Jawa Barat, mencatat jumlah gay atau lelaki suka lelaki (LSL) di Cianjur, terus meningkat, hingga pertengahan tahun mencapai 2000 orang.

"Seorang gay bisa merekrut 5 sampai 6 gay baru per bulannya, sehingga diperkirakan setiap tahun jumlah gay di Cianjur, terus melonjak," kata Sekretaris KPA Cianjur, Hilman di Cianjur, Senin.

Dia menuturkan, pertumbuhan gay di Cianjur, cukup tinggi karena berdasarkan data tahun lalu jumlahnya mencapai 1.030 orang."Tahun ini jelas bertambah, kemungkinan sampai 2000 orang, berdasarkan data yang muncul kepermukaan dan banyak yang masih menyembunyikan diri," katanya.

Berdasarkan perhitungan nasional dalam sebulan para gay memiliki pacar baru sampai 10 orang. Sehingga setiap tahunnya, jumlah lelaki yang memiliki kelainan seks tersebut akan bertambah dengan cepat.

Dia menjelaskan, para gay tidak hanya berdomisili di wilayah perkotaan, namun sudah merambah hingga ke wilayah selatan karena pihaknya juga mencatat tahun lalu ada 500 orang yang berdomisili di perkotaan dan selebihnya tersebar di selatan dan wilayah utara.

"Perilaku menyimpang tersebut, membahayakan bagi kesehatan karena mayoritas penderita HIV/AIDS berasal dari seks menyimpang. Tercatat sampai Mei ada 52 gay yang mengidap HIV AIDS, sehingga perlu dilakukan pencegahan oleh semua lapisan termasuk keluarga," katanya.

Dia menambahkan, meskipun tidak memiliki dana yang cukup, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi agar warga khususnya usia dini, agar terhindar dari pergaulan bebas sesama jenis atau seks bebas, agar terhidar dari penyakit menular termasuk HIV/Aids.

Sementara keberadaan LSL di Cianjur, terus bertambah karena menjadi korban atau memang tergiur ajakan temannya yang lebih dulu menjadi gay. Faktor ekonomi ternyata menjadi salah satu penyebab utama banyaknya gay atau LSL di Cianjur.

"Biasanya ada yang suka sama sukla ada pula yang karena materi dengan bayaran mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah, remaja laki-laki rela menjual diri pada pria dewasa demi gaya hidup," kata Boy nama samaran ketua komunitas LSL di Cianjur.

Dia menjelaskan, hampir 40 persen gay di Cianjur masuk dalam lingkungan seks menyimpang karena dorongan ekonomi, layaknya PSK wanita dengan usia beragam mulai dari 15 tahun, mereka menjual diri pada pria dewasa.

"Tarif yang dikenakan untuk hubungan bervariatif, tergantung dari siapa dan dimana mereka melakukan hubungan. Kalau antar pelaku di bawah umur dengan faktor suka dengan suka, uang puluhan ribu rupiah berakhir dengan seks. Kalau tempat khusus pertiga jam gay yang menjual diri bisa mendapat uang Rp 2 juta," katanya.

Uang yang didapat dari menjual diri ke sesama gay biasanya dibelikan barang-barang mewah seperti telepon genggam keluaran terbaru atau foya-foya untuk mengikuti perkembangan dan pamer pada temannya.

"Jumlah gay di Cianjur mungin lebih dari 2000 orang ada yang berani tampil dimuka umum ada yang tidak mau ketahuan. Tempat berkumpul di Cianjur cukup banyak, termasuk di cafe, tempat hiburan malam dan mall," katanya.

Pewarta: 
Editor: Ajat Sudrajat
14:27 | 0 comments | Read More

Rohis Itu Romantis

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, July 11, 2017 | 16:05


Oleh Ustadz Felix Siauw

Orangtua mana yang tidak bahagia bila anaknya rajin shalat, mencintai Al-Quran, cerdas akal dan mulia akhlaknya. Merindu taat pada syariat dan menjauh dari maksiat

Disisi lain, orangtua tentu sangat khawatir anak-anaknya jatuh dalam kubangan perilaku negatif semisal narkoba, tawuran, seks bebas, yang kini semakin ramai saja

Di masa Rasulullah, akhlak tercela ini yang mewabah, karena itu Allah turunkan kepada Rasulullah Islam, untuk menjadi solusi, dan alhamdulillah, dakwah itu sampai ke kita

Secara logis, apa yang bisa menyelamatkan anak-anak kaum Muslim dari semua hal yang negatif? Jawabannya adalah Islam. Semakin paham Islam, semakin baik perilakunya

Nah, proses pendidikan dan pembinaan akan Islam ini, akan sangat baik bila dimulai sejak dini. Sebagaimana Rasulullah membina Ibnu Abbas sejak masih kecil

Itulah mengapa di Indonesia dikenal ROHIS, rohaniwan Islam. Upaya menanamkan karakter Islam sejak dini, membenahi tauhid, mengenalkan syariat dan akhlak mulia

Tidak hanya terbukti efektif menghindarkan remaja dari perilaku dan aktivitas nista dan tercela, bahkan Rohis juga sudah terbukti melahirkan banyak generasi hebat bagi negeri

Bila baru-baru ini Menag mengeluarkan pernyataan bahwa Rohis harus diawasi, justru ini aneh. Mengapa? Karena Rohis dianggap sebagai benih radikalisme. Lucu

Bagi penguasa sekarang, Yang Islami itu radikal. Definisi penguasa sekarang, De-radikalisasi itu de-Islamisasi, silakan berpemahaman apapun kecuali Islam

Maka kalau kita berusaha menanamkan Islam pada anak-anak kita sedari awal agar akhaknya mulia dan jaug dari hal negatif, penguasa sekarang justru mengkhawatirkan itu

Jadi pernyataan Menag ini tidak hanya harus ditolak, tapi perlu dimaknai dengan lebih dalam lagi. Ini adalah bentuk prasangka negatif pada Rohis, dan bagian de-Islamisasi

Banyak masalah remaja negeri ini, tawuran, narkoba, LGBT, seks bebas, plagiarisme, liberalisme, serangan barat yang mengancurkan budaya dan identitas agama

Justru Rohis datang sebagai solusi, selama ini sudah berjalan sangat baik, tapi kini "negara api menyerang", inginnya Rohis itu seperti yang mereka mau, yang tidak Islami 
16:05 | 0 comments | Read More

Jika Bolehkan Iklan Rokok, Pemerintah Dinilai Sedang Membunuh Generasi Mendatang

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, July 7, 2017 | 19:53


Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau menolak draf Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran versi Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Sebabnya, antara lain karena pada RUU Penyiaran versi Baleg, larangan iklan rokok di media penyiaran dicabut.

Daniel Awigra dari Human Rights Working Group yang tergabung dalam Koalisi, menilai, selain bersifat adiktif, rokok juga memiskinkan.

“Saya ingin menegaskan, kita mengutuk apa yang dilakukan oleh Baleg. Karena tindakan mereka sangat terkutuk. Tindakan mereka sangat tidak beradab,” ujarnya di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, baru-baru ini.

Mengutip data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2007, bahwa lebih dari 91 persen anak-anak merokok gara-gara iklan rokok, Daniel menilai, pengaruh iklan rokok sangat besar sekali.

Daniel juga mengingatkan, pada tahun 2013, lembaga kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) mengadakan kampanye pelarangan total iklan dan sponsor rokok.

Maka, kalau tahun 2017 dan seterusnya negara ini membolehkan iklan rokok, pemerintah dinilainya sedang membunuh generasi yang akan datang.

Ia pun mempertanyakan, apakah iklan rokok ini untuk kemaslahatan masyarakat atau kemaslahatan industri rokok?

Jika iklan rokok tidak dilarang, kata dia, maka ini menunjukkan negara ingin absen dari kewajiban melindungi hak hidup dan kesehatan warganya.

Terkait sikap Baleg DPR tersebut, Daniel mengatakan, “Tindakan mereka tidak berkomitmen melindungi hak hidup, kemudian hak anak, perempuan, dari paparan asap rokok.” * Andi (Hidayatullah.com)
19:53 | 0 comments | Read More