Powered by Blogger.

Biografi Orientalis "Penakluk Aceh" Christian Snouck Hurgronje (1857-1936) Part 1

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, October 1, 2012 | 11:04

Snouck Hurgronje menempati posisi tersendiri di kalangan jajaran orientalis yang meneliti Islam, baik dari sisi Islam sebagai agama maupun syari'at. Dia adalah seorang ilmuwan sekaligus politikus ulung yang Iahir pada 8 Februari 1857 di desa Osterhout yang terletak di Timur Laut kota Breda, Belanda. Pendidikan da­sarnya dilalui di kampungnya, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah di Breda. Dia belajar bahasa Latin dan Yunani pada guru khusus, sebagai persiapan masuk universitas, dan berhasil me­nempuh ujian masuk universitas pada Juni 1874. Kemudian pada musim sedang tahun 1874 dia mendaftar ke Fakultas Teologi di Universitas Leiden, Belanda, dan pada Mei 1876 ia menempuh ujian kandidat dalam filologi klasik Yunani dan Latin, lalu pada April 1878 ia mengikuti ujian kandidat dalam Teologi. Namun, dia tetap menekuni Filologi, dan pada September 1878 berhasil menempuh ujian Filologi Semit. Pada bulan November 1879 dia berhasil memperoleh gelar doktor dengan risalah berjudul Musim Haji di Makah.

Dalam disertasinya itu, Snouck mengemukakan urgensi Haji dalam Islam dan berbagai acara seremonial serta ritualnya, akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa Haji dalam Islam merupakan peninggalan dari ajaran pagan (watsaniah) bangsa Arab.

Pada tahun ajaran 1880/1881, Snouck menghadiri perkuliah­an Theodore Noldeke di Strassburg bersama koleganya, di anta­ranya adalah dua orientalis terkenal, C. Bezold, yang meninggal tahun 1922 di Hedelburg, dan R. Bunnow, yang meninggal tahun 1917 di Amerika. Sekembalinya dari Strassburg pada tahun 1881 ia ditugasi menjadi pengajar ilmu-ilmu Keislaman di Sekolah Calon Pegawai di Hindia Timur, Indonesia, yang bertempat di Leiden. Dari sini ia mulai menaruh perhatian pada masalah-masalah baru yang terjadi di negeri-negeri Islam.

Pada tahun 1884 Snouck mengadakan petualangan ke Jazirah Arab, dan menetap di Jeddah sejak Agustus 1884 hingga Februari 1885, sebagai persiapan menuju Makah, yang merupakan tujuan utama dari petualangannya. Snouck sampai di Makah pada 22 Februari 1885 dengan menggunakan nama samaran Abdul Ghafar. Dia menetap di Makah selama enam bulan, dan menghasilkan karya berjudul Makah. Namun akhirnya, pada bulan Agustus, Snouck dipaksa keluar dari Makah oleh konsul Prancis. Dia pulang dengan empat ekor unta yang membawa barang-barang yang dikumpul­kan selama mukim di sana. Yang disesalkan adalah bahwa perin­tah untuk meninggalkan Makah bertepatan dengan awal musim Haji. Padahal risalah doktor yang pernah ditulisnya berkaitan dengan musim Haji, meskipun hanya berdasarkan pada sumber-­sumber literatur, manuskrip-manuskrip, dan pengalaman orang yang berziarah ke sana, bukan atas dasar pengalamannya sendiri.

Snouck memulai kegiatan mengajarnya di Leiden dan Delf di Sekolah Calon Pegawai di Indonesia. Dengan meninggalnya A.W.T. Joynboll tahun 1887, Snouck ditugasi menggantikan posi­sinya di Delf, namun Snouck lebih memilih mengajar bidang syari'at Islam di Universitas Leiden.

Sejak tahun 1889, Snouck memulai kegiatannya sebagai pena­sihat kolonial Belanda di Indonesia. Pertama kali ia menetap di Indonesia selama dua tahun, sebagai penasihat umum pemerintah kolonial Belanda dalam masalah Islam yang bertempat di Pulau Jawa. Pada Maret 1891 ia menjadi penasihat dalam bahasa-bahasa Timur dan Syari'at Islam bagi pemerintah kolonial Belanda, dan menetap di Aceh sejak tahun 1891-1892. Di samping tugas utama­nya sebagai penasihat pemerintah kolonial, Snouck juga mengum­pulkan bahan-bahan untuk menyusun karya besarya tentang Aceh yang berjudul De Acehers. Pada tahun-tahun berikutnya, Snouck meneliti ragam bahasa, penduduk, dan negeri-negeri yang ter­dapat di Indonesia sesuai dengan tugasnya sebagai penasihat pemerintah Belanda. Snouck juga yang menyusun undang-undang perkawinan khusus di kepulauan Indonesia. Karena mengetahui seluk-beluk masalah Aceh, dia juga diangkat sebagai penasehat di daerah Aceh. Selain itu, Snouck juga menjelajah Pulau Sumatera di pedalaman Gayo dan mempelajari penduduknya. Hasilnya, Snouck menguasai bahasa Melayu, di samping menguasai bahasa Arab dengan baik.

Ketika gurunya, De Goeje, meninggal pada tahun 1906, Snouck menggantikan posisinya di Universitas Leiden. Pada Januari 1907 Snouck ditugasi menjadi Penasihat Pemerintah Kolonial Belanda Masalah Bahasa Arab dan Intern. Dengan begitu, perhatian Snouck terpecah dua, yaitu mengajar di Universitas Leiden dan sebagai penasihat pemerintah. Oleh karena itu, sejak tahun 1906 hingga meninggalnya, tahun 1936, Snouck tidak menghasilkan karya yang besar, hanya menulis makalah-makalah sederhana. Dia meninggal di Leiden pada 26 Juni 1936.

Karya ilmiah Snouck terbagi dalam dua jenis, yaitu karya dalam bentuk buku dan dalam bentuk makalah-makalah kecil. Di antara hasil karya besarnya ialah, tulisannya tentang kota Makah, terdiri atas dua bagian, bagian pertama terbit di kota Den Hag pada tahun 1888 dan bagian kedua juga terbit di kota yang sama pada tahun 1889. Kemudian karyanya yang berjudul De Atjehers, dalam dua bagian, terbit di Batavia (sekarang Jakarta) dan Leiden (cet I, 1893) dan (cet II. 1894); Daerah Gayo dan Pendu­duknya (Batavia,1903). Bagian kedua dari buku Makah, dan bagian pertama dan kedua dari buku De Atjehers, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Karya-karyanya dalam bentuk makalah adalah “Munculnya Islam', "Perkembangan Agama Islam", "Perkembangan Politik Islam", dan "Islam dan Pemikiran Modern". Semua makalah itu telah dikumpulkan oleh muridnya, A.J. Wensinck, dengan judul Bunga Rampai dari Tulisan Christian Snouck Hurgronje dalam enam jilid, jilid keempat terdiri atas empat bagian (Bonn dan Leiden, 1923 -1927). Sistematika kumpulan tulisan itu adalah sebagai berikut; jilid pertama tentang Islam dan sejarahnya, jilid kedua tentang syari'at Islam, jilid ketiga tentang Jazirah Arab dan Turki, jilid keempat tentang Islam di Indonesia, jilid kelima ten­tang bahasa dan sastra, dan jilid keenam tentang kritik buku, dan tulisan-tulisan lain dan daftar indeks, serta rujukan-rujukan.

Sambungannya : Biografi Orientalis "Penakluk Aceh" Christian Snouck Hurgronje (1857-1936) Part 2
11:04 | 0 comments | Read More

Menteri Agama : Tawuran Pelajar Marak, Jam Pelajaran Agama di Sekolah Harus Ditambah

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Friday, September 28, 2012 | 11:02


Yogyakarta - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali prihatin dengan aksi tawuran pelajar yang terus terjadi dan menelan korban jiwa akhir-akhir ini. Guna mencegah perilaku negatif para siwa, menag berharap jam pelajaran agama di sekolah ditambah.

Agar pemahaman siswa terhadap agama dapat diserap dengan baik. "Pendididikan agama sekarang yang ada hanya 245 menit dalam seminggu itu masih kurang. Pemahaman anak-anak terhadap pelajaran ini pun tidak optimal," kata Suryadharma usai membuka Festival Kesenian dan Budaya Hindu Tingkat Nasional, di Pura Pakualaman, sebagaimana dilasir portal Kementerian Agama, Jumat (28/9/2012).

Dia menegaskan, kementeriannya akan menjalin sinergitas antara Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna peningkatan kualitas pendidikan agama. Ini untuk pencegahan tindakan negatif dari para siswa termasuk perilaku tawuran pelajar.

"Kami minta kepada Dirjen Pendidikan Islam untuk mewaspadai dan mencegah trend tawuran agar tak merembet di berbagai daerah," ujar Suryadharma Ali. [Inilah.com]
11:02 | 1 comments | Read More

Perdana Menteri Palestina : Kemenangan Gaza Melawan Penjajah Semakin Dekat

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, September 25, 2012 | 16:43



Perdana Menteri Palestina di Gaza, Ismail Haniyah menyatakan kedatangan konvoi bantuan dan solidaritas untuk rakyat Palestina,  menunjukkan bahwa isu-isu Palestina masih mendapat perhatian dan rakyat Palestina tidak sendirian dalam melawan penjajahan Israel.
Haniyah menegaskan hal tersebut saat menerima rombongan konvoi “Fidelity 3″ terdiri dari para aktivis dari negara-negara Arab dan negara lainnya.
Pada rombongan itu Haniyah mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menyerah untuk merebut kembali hak-hak mereka yang dirampas.
“Jalur Gaza sudah mengalami banyak kesulitan dan serangan dengan segala tingkatan, terutama pemblokadean oleh Israel yang bertujuan untuk menumbangkan pemerintahan di Gaza dan mengobarkan perang, didorong oleh ambisi Israel untuk membebaskan prajuritnya Gilad Shalit,” kata Haniyah.
“Tapi apa yang dilakukan Israel menemui kegagalan dan Shalit diebaskan setelah akhirnya Israel harus membebaskan seribu lebih warga Palestina yang ditawan di penjara-penjara Israel,” sambungnya.
Haniyah menambahkan, setelah lima tahun mengalami penderitaan dan blokade, rakyat Palestina di Gaza mampu mengalahkan strategi Israel untuk mencapai ambisinya, dan warga Gaza juga mampu untuk membangun dirinya sendiri.
Dengan optimis Haniyah menegaskan bahwa kemenangan Gaza sudah dekat, dan tujuan Israel memblokade Gaza tidak akan berhasil karena warga Gaza akan tetap bersatu dan solid dalam perjuangannya.
Pada kesempatan itu, Haniyah juga menyerukan pada semua pihak untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pemimpin Konvoi Fidelity 3  Mohammed Hannoun pada Haniyah meyakinkan bahwa organisasinya akan selalu mendukung rakyat Palestina dan membela isu-isu Palestina sampai Palestina mendapatkan kemerdekaannya dan Masjid Al-Aqsa dibebaskan dari cengkeraman zionis Israel.
Dalam pertemuan itu, rombongan Fidelity 3 juga membahas tentang rencana proyek-proyek yang akan dilakukan untuk “membebaskan” Gaza dari blokade Israel. Salah satunya adalah program “Bank Produksi” dengan membangun sejumlah proyek kecil dengan tujuan mengurangi tingkat pengangguran di Gaza. (dakwatuna.com)
16:43 | 0 comments | Read More

Inilah Penyebab Anak Pubertas Dini


Pubertas merupakan fase transisi di mana terjadi perubahan dari masa anak-anak menuju dewasa. Di fase ini, tubuh disiapkan untuk menjadi dewasa dengan terjadinya perubahan pada fisik, hormon dan mental. Tapi beberapa faktor dapat menyebabkan anak mengalami pubertas lebih awal.
Secara umum, tanda awal pubertas yang normal mulai muncul pada anak perempuan pada usia 8-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 9-14 tahun.
Bila tanda seksual sekunder pada anak perempuan muncul sebelum usia 8 tahun dan anak laki-laki sebelum usia 9 tahun, hal itu disebut pubertas prekoks atau pubertas dini, seperti dikutip dari tulisan dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam buku yang berjudul “Panik Saat Puber? Say No!!!” terbitan Dian Rakyat.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami pubertas dini, seperti dilansir Livestrong, Selasa (20/3/2012):
1. Kegemukan
Penelitian terhadap hubungan antara berat badan dan pubertas dini pada anak telah dilakukan dalam waktu yang lama. Laporan medis dari University of Michigan Health System telah meyakinkan bahwa anak perempuan yang kelebihan berat badan lebih mungkin untuk memasuki pubertas dini.
2. Penyimpangan hormon
Beberapa kondisi medis yang mempengaruhi hormon dapat menyebabkan pubertas dini pada anak laki-laki dan perempuan. Meskipun jarang, McCune-Albright Syndrome, hiperplasia adrenal kongenital dan tiroid dapat membuat penyimpangan hormonal yang menyebabkan pubertas dini. Selain itu, anak laki-laki dengan kelebihan produksi hormon seks pria, seperti testosteron, juga dapat mengalami pubertas dini.
3. Racun dari lingkungan
Penelitian telah membuktikan bahwa racun dari lingkungan dapat mempengaruhi hormon dan menyebabkan pubertas prekoks atau pubertas dini.
Studi yang dilakukan Dr Maria Wolff dan rekannya dari Mount Sinai School of Medicine, menemukan bahwa efek bahan kimia tertentu yang ditemukan dalam berbagai macam produk sehari-hari, seperti cat kuku, kosmetik, parfum, lotion dan shampoo, menunjukkan hubungan langsung dengan pertumbuhan dini payudara dan pengembangan rambut kemaluan pada anak perempuan.
4. Genetik
Gen juga dikenal memainkan peran dalam penyebab pubertas dini pada anak. Laporan Kidshealthmenyebutkan bahwa 5 persen dari anak laki-laki yang mengalami pubertas prekoks mewarisi kondisi dari ayah atau kakek ibu, yang juga mengalami pubertas dini. Sedangkan pada anak perempuan hanya 1 persen.
5. Penyakit
Sejumlah masalah medis, meskipun jarang, juga dapat menyebabkan pubertas dini, antara lain cacat atau kelainan di otak atau sumsum tulang belakang; infeksi ensefalitis dan meningitis; radiasi ke otak atau sumsum tulang belakang; spina bifida dengan hidrosefalus, dan masalah di indung telur atau kelenjar tiroid.
Akibat bila seorang remaja mengalami pubertas dini, awalnya pertumbuhan badannya akan lebih tinggi, tetapi karena tulang menutup lebih cepat maka menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari teman lainnya yang mengalami pubertas normal.
Di samping itu, bila terlalu cepat mengalami pubertas maka hormonnya akan tinggi dan itu akan menjadikan anak ‘dewasa lebih cepat’, padahal mentalnya belum siap menjadi dewasa.
Tidak hanya secara psikologis dan pertumbuhan badan, pubertas dini juga dapat meningkatkan risiko kanker dan tumor di kemudian hari, karena tingkat hormon estrogen, progesteron (pada perempuan) dan testosteron (pada laki-laki) dapat memicu beberapa tumor yang bisa menjadi ganas. (fimadani.com)
16:36 | 0 comments | Read More

Download 20 Nasyid Pilihan

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Thursday, September 20, 2012 | 18:52

1. Ebith Beat A - Eling Eling UMAT (4:50)
2. Epicentrum - Ijinkan Aku Kembali (4:19)
3. Fika Mupla - Do'a Qalbu (4:37)
4. Izzatul Islam - Permata Tarbiyah (5:24)
5. Izzatul Islam - Sang Murabbi (5:41)
6. Justice Voice - Facebook Lagi (3:21)
7. Maher Zain - Number One For Me (4:19)
8. Maidany - Bukan Sang hakim (4:29)
9. Shoutul Harokah - Bingkai Kehidupan (3:15)
10. Shautul Harokah - Merah Saga (3:33)
11. edCoustic - Duhai pendampingku (4:00)
12. Hawari - Belahan Jiwa (4:44)
13. Maher Zain - For The Rest Of My Life- (3:54)
14. Maidany - Kaca Yang Berdebu (4:46)
15. Nazrey Johani - Muslimah (4:03)
16. Ryan Setya - KetentuanMu (4:43)
17. Sami Yusuf - Al-Mu'allim (5:45)
18. Seismic - Adalah Engkau (4:07)
19. Suby Alveoli ft Ina - Ketika Cinta Bertasbih (4:48)
20. Suby dan Ina - Duhai Cinta (4:17)

Untuk Download Silahkan Kunjungi :

Primary :
Part 1 (indowebster) : Kumpulan Nasyid Bagian 1
Part 2 (Indowebster) : Kumpulan Nasyid Bagian 2

Mirror :
Part 1 (mediafire) : Kumpulan Nasyid Bagian 1
Part 2 (mediafire) : Kumpulan Nasyid Bagian 2
18:52 | 0 comments | Read More

Lagu Wajib Anak Rohis ... Kudu Tau !!!

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, September 19, 2012 | 15:43



Lirik Lagu :
Aku anak Rohis
selalu optimis
dengan gaya necis
Pasang tampang manis

Berjenggot tipis
tidak berkumis
Walau kantongku tipis
tetap aktivis (3x)

(Sumber : Iswandi Banna)
15:43 | 0 comments | Read More

Tuhan… Apa Aku Jatuh Cinta?

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, September 18, 2012 | 17:51



“Aamiin…”suara ku lirih menyambut untaian doa yang sedari dini hari ku panjatkan dalam hati. Ada kecemasan meliputi, ada berita yang sedang kunanti. Hari ini sahabatku Ardi akan menghadapi ujian akhirnya, ujian penentu kelulusan akan impian nya dari 4 tahun silam.
Kemarin ia sempat sedikit pesimis karena urusan tugas akhirnya yang belum jua dapat persetujuan untuk diujikan, padahal batas akhir pendaftaran tinggal hitungan jam. Persis…mungkin aku pun ikut merasakan bagaimana letihnya ia kemaren, dan hari ini aku kembali menanti hasil ujian nya, ditolak kah?? Lulus kah??? ….
Siang berganti malam, Ardi belum juga ada kabar darinya… aku sengaja tak menghubungi untuk bertanya langsung, yah… Ardi mungkin juga tak pernah menyadari bahwa aku sedang menanti ceritanya.
Ahh… Lagi pula siapa aku di matanya?? Aku hanya sosok teman maya yang terlalu kikuk ketika bertemu, teman yang tak begitu pandai menyembunyikan tingkah, atau lebih sengaja menunduk dalam dari pada menatapnya… benar, lagi pula siapa aku…”aku membatin
Malam kian pekat, malam ini aku sedikit terhibur karena tulisan pertamaku terbit di salah satu website. Aku langsung meraih handphoneku dan mulai ingin berbagi kegembiraan padanya bahwa satu lagi impianku terwujud, tapi tiba-tiba aku ingat bahwa Ardi seharian ini belum memberi kabar apa-apa, aku membatalkan ketikan pesan singkat yang baru saja ingin ku kirim.
mengapa aku harus memberi tahu Ardi setiap kesenangan yang aku dapatkan, mengapa aku mencemaskan Ardi sedang mungkin Ardi tak pernah sadar akan keberadaanku, mengapa aku tiba-tiba merasa sedih karena Ardi tak mengabari ku sampai malam begini??”
Ada yang salah…aku yang memang hanya mempercayainya sebagai sahabat laki-laki menjadi tak lagi pandai melihat batas-batas antara kami, aku tak dapat mendefinisikan warna-warni rasa hati. Mungkin terlalu ku bentang toleransi padanya hingga aku terjebak dalam lingkaran imajinasi semu.
Tuhan… apa aku jatuh cinta???
Aku dapat tersenyum hanya dengan satu pesan darinya, padahal sedari dulu aku tak suka menggubris pesan-pesan singkat yang tak jelas.
Tuhan… apa aku jatuh cinta..?
Ketika rasa bahagianya pun dapat melapangkan hatiku, ketika sedihnya pun jadi sedihku. Hhmm… “aku tak ingin jatuh cinta dulu… Tuhan… aku tak ingin ada lagi rasa dan tingkah yang salah…
Terlebih jatuh cinta pada ia yang belum pasti menjadi pendampingku. Dan ketidakjelasan akan terus menggalaukan hati jika tak berani tegas. Iya…atau tidak sama sekali
 “Terima kasih atas doa dan semangat nya…” pesan singkat dari Ardi. Ardi akhirnya memberitahuku hasil ujian nya, dan Aku hanya membalas dengan senyum :)
Setidaknya aku menyadari bahwa aku tak ingin jatuh cinta dulu, sedang aku sendiri masih memilih meneruskan impian yang lain.
Semoga tak ada lagi sahabat muslimah yang terlambat mendefinisikan apa-apa yang ia rasa. Toleransi mestilah tak memudarkan batas jelas yang sudah dipahami. Hingga nanti akhirnya cinta utuh hanya untuk belahan jiwa yang berani menjemput di batas waktu ketentuan-NYA…
Bukan berpihak pada ketidakjelasan bersikap, ketidakjelasan rasa…dan terlarut penantian dan tingkah yang sia-sia.
“Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan”
― Salim A. Fillah
Aku bukan tak ingin jatuh cinta, tapi cinta adalah kejelasan. Iya atau tidak sama sekali. (dakwatuna.com)
17:51 | 0 comments | Read More

Jika Mereka Bertanya: “Kenapa Aku Berjilbab?”



“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin ‘hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ’ yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang”(QS. Al-Ahzab: 59)

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
1. Karena aku merasa aman ketika memakai jilbab
Suatu ketika aku bertemu dengan adik Omdaku yang awalnya tidak memakai jilbab, lalu ketika kami bertemu saat itu, dia telah memakai jilbab (benar-benar makin cantik). Merasa penasaran akan perubahan pada adikku ini, iseng-iseng aku ajak ngobrol adikku yang satu ini
“Dek, makin cantik aja deh sekarang…sejak kapan pake jilbab?”
“Alhamdulillah mbak… sejak beberapa hari yang lalu” dia menjawab malu-malu.
“Kalo boleh tau, gimana awal mulanya kok kamu memutuskan memakai jilbab?”
“Itu mbak, tiap hari jumat kan di kampus ada hari jilbab dan koko, trus aku coba-coba pake jilbab mbak. Pas sampe di kelas tuh teman-teman pada ngeledekin. Aku jadi ngerasa gimana gitu mbak…tiba-tiba ada temen cowok yang mau mukul bahuku (biasanya udah biasa sih…soalnya kami udah akrab banget). Eh… tiba-tiba ada teman cowok lainnya yang mencegahnya, dan dia bilang gini ‘jangan gitu Bro…Dia kan udah pake jilbab, masa lo asal pukul sih…jangan sembarangan Bro’ aku kaget banget mbak, mereka begitu menghormati dan melindungi wanita yang memakai jilbab, mereka juga lebih menjaga jarak dan lebih sungkan sama aku. Kayaknya lebih enak pake jilbab deh… lebih aman… Makanya aku memutuskan untuk memakai jilbab. Mohon doanya ya mbak biar aku tetap istiqamah”.
“Amin… iya dek, insya Allah (dalam hati aku mengucapkan subhanallah…Alhamdulillah ya Allah…)”

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
2. Aku ingin menghargai hak orang lain
Hak orang lain? Ya… benar aku ingin menghargai hak orang lain yang telah berusaha susah payah menjaga pandangannya dan menjaga hatinya. Ada sebuah tulisan seorang temanku di blognya, dia berpendapat bahwa dia tidak peduli para perempuan mau memakai rok di atas lutut, di atas paha atau tidak memakai sama sekali, itu hak mereka. Tapi, seharusnya mereka sadar bahwa ada hak orang lain yang juga harus mereka hargai. Mereka harus menghargai hak orang lain yang ingin mensucikan pandangan dan hati mereka. Sebagai seorang laki-laki yang termasuk shalih menurutku, temanku ini terlihat geram dalam tulisannya terhadap wanita-wanita yang tidak sadar telah mengambil hak mereka. Meskipun aku sendiri adalah seorang wanita, ketika aku membaca tulisan temanku ini, aku membenarkan pendapatnya. Sebab pada zaman sekarang ini banyak sekali wanita yang dengan tanpa malu memamerkan aurat mereka. Apabila terjadi tindak pelecehan misalnya, mereka akan cenderung menunjuk kaum Adam sebagai pihak yang p aling bersalah. Sedangkan mereka sendiri tidak mengoreksi diri sendiri bahwa mereka juga ikut andil dalam hal tersebut (terlepas dari kasus lain di mana kaum wanita yang teraniaya).
Guruku pernah mengatakan bahwa setiap sesuatu yang ada pada wanita itu menjadi menarik di mata laki-laki. Ujung kuku wanita saja dapat memancing syahwat laki-laki, apalagi bagian-bagian lain dari wanita yang memang secara langsung dapat menimbulkan syahwat yang besar.

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
3. Ini adalah kewajiban setiap wanita dan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an yang telah dikutip di awal tulisan ini.
Pada suatu ketika aku berbincang-bincang dengan temanku yang satu departemen denganku. Temanku yang satu ini sangat aktif dan kritis (aku berharap dia dapat menjadi sahabat shaddiqku). Temanku ini bercerita bahwa ketika dia masih kecil dulu, dia mengira bahwa memakai jilbab itu adalah sunnah, bukan suatu kewajiban. Jadi, apabila dia tidak memakai jilbab tidak akan dosa. Sampai akhirnya dia paham dan mengerti bahwa berjilbab itu wajib bagi semua wanita muslim. Kemudian setelah dia mengetahui hal tersebut, dia menyampaikan keheranannya kepada ibunya. Kenapa ada beberapa tantenya yang tidak memakai jilbab, padahal di Al-Qur’an telah dijelaskan sejelas-jelasnya bahwa berjilbab dan menutup aurat itu wajib bagi setiap wanita mukmin. Ibarat kalau orang mau naik pesawat, maka wajib membeli tiket. Apabila tidak memiliki tiket, maka tidak boleh naik pesawat. Karena tiket pesawat adalah syarat wajib yang harus dipenuhi apabila ingin naik pesawat. Perumpamaan ini bisa dianalogikan dengan kewajiban memakai jilbab dan menutup aurat bagi setiap wanita mukmin. Apabila dia mengaku sebagai wanita mukmin maka dia harus berjilbab dan menutup aurat sesuai dengan perintah Allah.

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
4. Aku ingin menjaga kesucian diri dan kesucian hati untuk orang yang akan menjadi suamiku nanti.
Aku memiliki seorang teman satu organisasi yang kelihatannya sangat ngebet untuk menikah, padahal dia masih satu angkatan denganku (weleh-weleh…). Dia selalu mengatakan bahwa dia akan melakukan OR (Open Reqruitment) calon istrinya ketika dia berumur 23 tahun dan pada umur 25 tahun adalah penentuannya. Jadi, proses seleksinya membutuhkan waktu 2 tahun (ce’ileh). Aku dan teman-teman hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak yang satu ini. Namun ada satu kalimat darinya yang membuatku tertarik mendengarkannya, dia berkata seperti ini.
“Teman-teman…jika kalian ingin memiliki pasangan yang baik (terutama agamanya), ga usah pusing-pusing. Jadikanlah diri kalian menjadi baik maka kalian akan mendapatkan pasangan yang baik pula.”
Subhanallah… ini sesuai dengan janji Allah dalam Q.S An-Nur: 26.
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula…”
Kadang banyak orang yang mengharapkan suami shalih sedangkan dirinya sendiri tidak berusaha untuk menjadi shalihah. Ada pula yang menginginkan suami yang tidak pernah pacaran, tapi dirinya sendiri sudah puluhan kali berpacaran. Na’udzubillah…
Bukankah janji Allah sudah jelas? Oleh karena itu, karena aku ingin mendapatkan suami yang selalu menjaga kesucian diri dan hati, maka aku juga harus berusaha untuk selalu menjaga kesucian diri dan hatiku pula.
Menjaga aurat bagi kaum wanita adalah upaya dalam menghargai hak laki-laki yang selalu berusaha menjaga pandangan dan hati mereka. Namun laki-laki juga harus menghargai hak wanita yang selalu ingin menjaga pandangan dan hati mereka dengan cara tidak selalu tebar pesona dan mengeluarkan kata-kata gombal yang dapat merusak kesucian hati wanita (jangan hanya meminta wanita untuk menghargai hak kalian, tetapi kalian para kaum Adam juga harus menghargai hak wanita). Percayakah kalian wahai kaum Adam bahwa perbandingan nafsu laki-laki dan wanita adalah 1:9? (dakwatuna.com)
17:48 | 0 comments | Read More