Powered by Blogger.

Memberi Nama Makanan dengan ‘Setan’

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, January 21, 2018 | 06:57


Pertanyaan:
Apa hukum memberi nama makanan dengan kata ‘setan’, sepeti bakso setan atau kerupuk setan.. yg sekarang lagi marak.

Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dalam banyak ayat, Allah menegaskan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Diantaranya, Allah berfirman,

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia, musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. al-Baqarah: 168).

Dan sikap yang benar terhadap musuh adalah berusaha melawannya, melakukan perbuatan yang membuatnya sedih, dan menjauhinya. Bukan sebaliknya, justru mendekatinya.

Memberi nama makanan halal dengan ‘setan’
Dalam al-Quran, Allah sebut makanan yang halal dengan thayyibat.

Allah berfirman, menceritakan sifat syariat Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Beliau menghalalkan yang thayyibat untuk mereka, dan beliau mengharamkan al-Khabaits.” (QS. al-A’raf: 157)

Thayib secara bahasa artinya baik. Khabaits, bentuk jamak dari khabits, yang artinya sesuatu yang menjijikkan. Semua yang halal adalah thayyib, dan  adalah, dan semua yang haram adalah Khabits.

Artinya, Allah memberikan nama yang baik untuk yang halal dan Allah memberikan nama yang buruk untuk sesuatu yang haram.

Karena, memberi nama yang baik untuk sesuatu yang baik, dan memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang buruk, bagian dari mengikuti petunjuk Allah. Sebaliknya memberi nama yang buruk untuk sesuatu yang Allah halalkan, bisa termasuk menghinakan rizki yang Allah berikan.

Dalam Fatwa Islam dinyatakan,

إطلاق أسماء الأشياء التي يبغضها الله تعالى على الأشياء التي أباحها ؛ فهو فعل يحتوي على استهانة بشرع الله تعالى وعدم التعظيم لأحكامه ، وهذا مناف لتقوى الله تعالى

Menyebut sesuatu yang Allah halalkan dengan menggunakan istilah sesuatu yang Allah benci, perbuatan semacam ini termasuk meremehkan aturan Allah dan tidak mengagungkan hukum-hukum-Nya. Dan ini bertentangan dengan sikap taqwa kepada Allah. (Fatwa Islam, no. 234755).

Dengan pertimbangan ini, tidak selayaknya memberi makanan yang baik, yang halal, dengan nama yang buruk. Bakso setan, krupuk setan, mie ayam setan, pecel setan, dst. Benar, tujuannya untuk menggambarkan betapa pedasnya makanan itu, tapi hindari nama musuh bersama ini.

Makanan yang halal, minuman yang halal adalah rizki dari Allah. Selayaknya dimuliakan dan dihormati.

Allahu a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com/25980-memberi-nama-makanan-dengan-setan.html
06:57 | 0 comments | Read More

Innalillahi ... Pesta Gay di Cianjur Digerebek Polisi 5 Pria Ditangkap, Ada Pelajarnya

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, January 15, 2018 | 02:24


Buat Pelajar dan Orang Tua di Kabupaten Cianjur, khususnya di daerah Cipanas-Puncak harus bisa menjaga diri dari pergaulan bebas seperti Free Sex. Dan sekarang ada prilaku menyimpang yang lebih parah lagi yang dilaknat Allah SWT yaitu hubungan Sex sejenis.

Kota santri Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur menangkap lima pria yang diduga tengah menggelar pesta seks sesama jenis di Villa Green Apple Garden, Blok F-66, Jalan Mariwati, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu (13/1/2018).

Penangkapan yang berlangsung malam hari pukul 22.00 WIB berhasil mengamankan lima pria.

Kelima pria yang diamankan itu antara lain, AAWA (49) warga Balong Gede, Kota Bandung, AR (20) warga Desa Sayang, Cianjur, DA (16) warga Desa Sayang, Cianjur, DS (38) warga Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Cianjur, dan Usep (33) warga Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Yang lebih parahnya lagi, dari kelima pelaku ada yang masih berstatus pelajar.

Barang bukti yang diamanan beberapa minuman keras, dan beberapa alat kontrasepsi di lokasi penggerebegan.

Selanjutnya para pria tersebut diamankan dan dibawa ke Satreskrim Polres Cianjur Untuk dimintai keterangan.

Ayo para Pelajar di Cianjur mari aktif di Pengajian di sekitar Rumah, Mentoring di Sekolah dan aktif di Majelis Taklim yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Karena dengan mengajilah kita dibentengi dari perilaku menyimpang.

Sumber: jabar.pojoksatu.id/cianjur
02:24 | 0 comments | Read More

Cik Atuh Lah ... Rek Kitu Wae? *Di Akhir Zaman Gini Udah Gak Masanya Lagi Tahun Baru Hura-hura*

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Sunday, December 31, 2017 | 00:26

Gambar: LDK Alhurriyah IPB

Cik atuh lah... Rek kitu wae... !!? *DI AKHIR ZAMAN GINI UDAH GAK MASANYA LAGI:*

- Tahun baru di hotel
- Tahun baru ke mall
- Tahun baru ke bioskop
- Tahun baru dugem
- Tahun baru hura-hura
- Tahun baru liat kembang api
- Tahun baru niup terompet
- Tahun baru liat live music
- Tahun baru joget joget

*DI AKHIR ZAMAN NOW MASANYA UNTUK:*
- Ke masjid sholat berjamaah
- Hadiri majelis kajian ilmu
- Liat live tausiyah
- Mendengar tilawah
- Tahajud berjama'ah
- Bermuhasabah
- Dzikir & berdoa.

Mari malam 31 berkumpul dengan orang-orang sholeh dengan sajian kajian ilmu bermutu👍🏼
_"Sebaik-baiknya teman adalah orang-orang sholeh."_

*Berkumpul dengan orang-orang yg sholeh akan mengubahmu dari 6 perkara kepada 6 perkara:*
1. Dari keraguan dlm perkara agama, menjadi yakin.
2. Dari sikap riya' dlm beribadah, menjadi ikhlas.
3. Dari lalai mengingat Allah, menjadi senantiasa berdzikir.
4. Dari cinta dunia, menjadi cinta akhirat.
5. Dari sombong, menjadi tawadhu'.
6. Dari yg mudharat, menjadi senantiasa maslahat.
_*(Imam Ibnul Qayyim)*_

_Tinggalkan hingar bingar duniawi, jangan habiskan malam dengan tasyabbuh (Mengikuti kelakuan orang Kafir), mari habiskan malam dengan memuji Allah SWT.

Oleh: Ustadz Evie Efendi
00:26 | 0 comments | Read More

Psikolog : Ini 7 Pola Asuh yang Sebabkan Anak Jadi LGBT

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Saturday, December 30, 2017 | 05:28



Nakita.id - Fenomena LGBT kembali merebak. Berawal dari tayangan sebuah televisi yang membahas fenomena LGBT yang kian marak.

LGBT adalah fenomena yang ditujukan pada para Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Para orangtua pun mulai cemas dan membuat benteng agar keluarga terhindar dari risiko penyimpangan seksual tersebut.

Nah, Elly Risman, MPSi, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati, sudah lama memperingatkan tentang bahaya LGBT tersebut.

Memang, penyebab seseorang menjadi LGBT sangatlah rumit. Ada banyak penyebab yang saling memicu.

Meski begitu, sebagai bentuk kewaspadaan, Elly Risman, mewanti-wanti pola asuh yang salah, yang berisiko menyebabkan anak terjerumus ke dalam lembah LGBT.

Apa sajakah, berikut di antaranya:

1. Moms dan Dads yang Acuh Tak Acuh

Psikolog anak lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini mengatakan, kebanyakan orangtua cuek atau abai, kurang peduli, bahkan seolah kurang ngeh terhadap anak-anak mereka.

Akibatnya, para anak khususnya anak laki-laki menjadi lemah dalam BMM.

Yang dimaksud BMM oleh Elly Risman adalah lemah dalam Berfikir, Memilih, dan Mengambil keputusan.

2. Hilangnya Peran Dads

Tidak sedikit orangtua yang keliru saat mengasuh anak laki-laki.

Kenapa anak laki-laki? Karena menurut penelitian, otak kiri laki-laki selalu lebih kuat dibanding otak kiri wanita.

Namun, sambungan antara otak kanan dan otak kiri pada wanita lebih baik. Dengan  begitu, para lelaki sangat mudah fokus pada suatu hal berbeda dengan wanita yang mampu memikirkan banyak hal dalam satu waktu.

Anak laki-laki menjadi banyak yang salah asuh karena kurangnya sosok ayah dalam kehidupannya untuk mengembangkan otak kirinya tersebut.

Para ayah biasanya sibuk mencari nafkah sehingga hanya punya waktu beberapa jam di malam hari dan akhir pekan untuk keluarga. Itupun kalau tidak ada proyek lain di luar jam kerja.

Menurut Elly, saat ini peran ayah semakin tak terlihat dalam pengasuhan anak. Zaman dahulu, para ayah selalu mengusahakan agar punya banyak waktu dengan keluarga, sebut saja ayah dari Ibu Elly Risman ini.

Beliau bekerja tak jauh dari rumah sehingga beliau selalu bisa menyempatkan waktu bermain bersama anak.

Untuk itu, orangtua perlu lebih meluangkan waktu agar dapat bermain dan berinteraksi dengan anak-anak.

3. Anak Lelaki Terlalu Banyak Berinteraksi dengan Moms 

Karena ayah tidak hadir, maka ibulah yang mendidik anak laki-laki sepenuhnya. Contohnya, ketika si anak laki-laki masih kecil, ia dijadikan wadah curhat ibu terhadap suaminya alias ayah dari si anak tersebut.

Pada akhirnya si anak laki-laki ini akan membanding bandingkan sosok ayahnya dengan ayah-ayah yang lain.

Belum lagi ketika anak laki-laki tersebut beranjak dewasa. Ia terbiasa ke mana-mana bersama ibu dan kurang ajakan dari sang ayah. Misalnya saja menemani ibu ke salon.

Hal ini bisa membuat anak tidak punya model identifikasi untuk menjadi lelaki. Mengenai bagaimana ia berperilaku, bersikap, dan merasa sebagai laki-laki.

Dikhawatirkan, hal ini juga bisa menjadi penyebab anak menjadi LGBT.

4. Anak Perempuan Kurang Kasih Sayang Dads

Selanjutnya, pada anak perempuan. Banyak sekali anak perempuan yang kekurangan pengasuhan sang ayah.

Sang ayah pergi di subuh hari menitipkan uang jajan kepada anak, pergi bekerja, kemudian kembali di malam hari.

Banyak ayah yang mengira tugasnya hanyalah sebatas memberi nafkah untuk masa depan anak, lantas lepas tangan terhadap yang lain.

Kurangnya kasih sayang lawan jenis khususnya sang ayah kepada anak perempuan ini kadang kala bisa membuatnya lebih nyaman mendapat kasih sayang dari teman atau sosok lain.

Kalau teman atau sosok lainnya tidak bermasalah, tidak mengapa. "Tapi kalau salah pemilihan sosok, bisa ditebak apa yang akan terjadi pada si anak."

Bagaimana sebenarnya akibat dari peran ayah yang lepas terhadap anaknya?

Menurut beberapa penelitian atas kurangnya peran ayah terhadap anak, ini menyebabkan anak laki-laki menjadi nakal, agresif, terlibat narkoba, dan pada ujungnya bisa terperangkap dalam seks bebas.

Sementara pada anak perempuan juga bisa berdampak pada depresi.

Ingat, peran orangtua sangat vital dalam awal terbentuknya LGBT.

Jangan sampai justru pola asuh kita menjadi pemicu anak terlibat LGBT tanpa kita sadari.

5. Kurang Pemahaman AGAMA

Selanjutnya adalah kurangnya pemahaman agama. Agama hanya dikenalkan lewat berbagai ritual, tidak melalui penanaman nilai-nilai dan perilaku.

Semua agama menentang LGBT.

6. Terlalu Bebas Menggunakan GADGET

Hal lain yang berpotensi jadi pemicu anak menjadi LGBT adalah para orangtua banyak yang belum begitu paham dengan gadget seperti smartpone, tablet, dan komputer.

Anak laki-laki menjadi sasaran utama dari pornografi dan narkoba.

Mengapa? Pasalnya, laki-laki memiliki otak kanan dominan yang lebih mudah fokus, memiliki hormon testosteron atau hormon seks yang lebih, serta penampilan fisik di mana organ vital berada di luar sehingga lebih mudah distimulasi.

7. Anak Terpapar PORNOGRAFI

Semuanya berawal dari gadget, dari segala apps yang ada di dalamnya.

Segala info dan hal negatif dengan mudah didapatkan anak dari gadget yang diberikan oleh orangtuanya sejak dini.

Bahkan mengalahkan segala asuhan orangtuanya.

Pada akhirnya orangtua hanya dijadikan sesosok penegak hukum, di mana anak bisa menjadi sosok yang berbeda ketika berada di hadapan orang tuanya.

Pornografi masuk melalu mata, kemudian diolah dengan hati.

Maka BMM tadi pada anak sangat penting bagi anak.

Pada akhirnya merangsang dopamin, menyebabkan ketagihan, sehingga berusaha meniru bahkan mencoba.

Maka orangtua yang santai saja, merasa aman-aman saja dengan gadget dan segala hal yang diberikan kepada anaknya ini yang akan berbahaya.

Ia pun berpendapat, terpaan pornografi bisa berujung pada rasa penasaran yang bisa memicunya terlibat dalam fenomena LGBT.
05:28 | 0 comments | Read More

6 Strategi Snouck Hurgronje Membentuk Sekularisme Di Indonesia


Snouck Hurgronje adalah sosok yang sangat kontroversial dalam sejarah kolonialisme di Indonesia. Sebagai seorang ilmuwan jebolan universitas Leiden dan penasihat kolonial yang terkemuka, Ia telah berhasil membangun dasar-dasar pemikiran yang kemudian diadopsi pemerintah kolonial Belanda, pemerintah orde baru, dan bahkan bukan tidak mungkin diterapkan hingga saat ini.

Ajaran snouck hurgronje sebagai Inlands Policy memisahkan secara ketat tiga masalah utama dalam kehidupan kegamaan umat Islam di Indonesia: masalah ritual, muamalah dan politik.

Semoga 6 siasat snouck hurgronje ini dapat menunjukkan bahwa pemisahan antara ritual keagamaan dan aspek-aspek penting lainnya dalam Islam seperti muamalah dan politik telah SUKSES BESAR berdampak terhadap rusaknya kebangsaaan di Indonesia

1. Pemisahan Ibadah dan Ritual Keagamaan

Sejak abad ke 7M, Islam masuk ke nusantara kemudian mepersatukan, menguatkan plus menjadi benteng pada masyarakatnya. Seiring waktu berjalan, maka perilaku bid’ah pun merebak.

Berdasarkan penelitian snouck hurgronje yang telah melakukan riset di mekah maka Snouck memberikan saran kepada pemerintah kolonial terhadap kehidupan keagamaan yakni memisahkan antara Ibadah muamalah dengan Ritual keagamaan umat muslim.

Snouck memformulasikan dan mengkategorikan permasalahan Islam menjadi tiga kategori, yaitu; bidang Agama Murni, bidang Sosial Kemasyarakatan dan bidang Politik.

Pada hakikatnya, Islam tidak memisahkan ketiga bidang tersebut, namun oleh Snouck diusahakan agar umat Islam terjerumus dan menikmati sistem sekuler tanpa menyadarinya. Sehingga aturan bernegara yang sudah ada panduannya dalam Al-Quran akan terabaikan, sementara hanya menyisakan ritual keagamaan seperti Sholat, Zakat, dan Haji.

Seperti halnya umat kristen yang memisahkan gereja dengan kehidupan sosial, akibat traumatik yang amat sangat terhadap praktik Inkuisisi gereja (yang hal ini tidak pernah terjadi di umat muslim).

2. Pemberian Gelar Haji Untuk Mengontrol Pemberontakan

Pemisahan ritual keagamaan Islam dengan hukum syariat dalam bersosialisasi Snouck mengkritik kebijakan Belanda yang selalu menghalang-halangi ibadah dan ritual umat Islam. Buat Snouck ini merupakan salah satu pangkal penyebab terjadinya pemberontakan umat Islam di berbagai daerah.

Menurut Snouck, sepanjang tidak mengganggu kekuasaan politik, maka pemerintah kolonial semestinya dapat memberikan keleluasaan kepada umat Islam untuk melaksanakan ajaran agamanya.

Pemerintah harus memperlihatkan sikap seolah-olah memperhatikan agama Islam dengan memperbaiki tempat peribadatan, serta memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah.

Dalam kasus Haji misalnya, Snouck menolak kebijakan pemerintah yang melarang umat Islam untuk pergi Haji ke Mekah.

Menurutnya yang perlu dilakukan pemerintah adalah mencatat orang-orang yang pergi haji. Oleh sebab itu diterapkan dua (2) siasat kelicikan snouck hurgronje, yakni pemberian gelar “Haji” untuk mereka yang pergi Haji dan melarang mereka untuk tinggal lebih lama di kota Mekah.

3. Membangun Kader Kader Lokal Berjiwa Pendidikan Barat

Melalui “Politik Asosiasi” diprogramkan agar lewat jalur pendidikan bercorak barat dan pemanfaatan kebudayaan Eropa diciptakan kaum pribumi yang lebih terasosiasi dengan negeri dan budaya Eropa yang berorientasi jangka pendek serta memuja hedonisme.

Program Asosiasi ini ternyata sukses besar, karena berhasil menempatkan beberapa tokoh negara, yang dikemudian hari dikenal sebagai tokoh tokoh nasionalis.

4. Kriminalisasi: Merusak peran ulama dan Dekontruksi Image dari Ulama dan Syariat

Upaya membangun kader lokal lewat membentuk lembaga lembaga pendidikan menjadi salah satu ruang untuk membentuk stigma negatif terhadap ulama dan syariat Islam. Peran ulama dan syariat Islam yang telah terbangun sejak abad ke-7 M di citrakan seakan akan merusak persatuan dan justru membangun sikap fanatisme agama.

Bagi Snouck Hurgronje, Islam politik adalah sesuatu yang perlu dihindari, dibatasi bahkan harus dilarang. Pembiaran terhadap aktifitas politik hanya akan melahirkan fanatisme keagamaan yang sangat membahayakan kekuasaan kolonialisme.

Berbagai bentuk muamalah politik Islam yang dipandu Al-Quran dengan tafsir yang lurus akan mendorong rakyat kepada fanatisme dan Pan Islam yang akibatnya belanda akan kehilangan jajahan koloninya. Untuk menghadapinya pemerintah diperbolehkan untuk menumpas Islam politik, bila diperlukan, dengan kekerasan dan kekuatan senjata.

Namun demikian segera setelah diperoleh ketenangan, pemerintah kolonial harus menyediakan pendidikan, kesejahteraan dan perekonomian, agar kaum pribumi mempercayai maksud baik pemerintah kolonial dan pada akhirnya rela diperintah.

Hal ini juga yang dikemudian hari melahirkan para sekularis dan liberalis dengan slogan “Islam yes!, politik Islam No”.

5. Deislamisasi Sejarah Nusantara Sebagai Bagian Dari Strategi reconquista

K.H Abdullah Bin Nuh. Seperti masalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, fakta bahwa masuknya Islam terjadi di abad ke-7 M namun berdasarkan strategi snouck hurgronje, waktu dimundurkan hingga abad ke 13 M yang kemudian dikenal dengan teori gujarat snouck hurgronje.

Strategi reconquista usulan snouck hurgronje terhadap negri jajahan, khususnya Islam diharapkan tidak hanya menjajah wilayah jajahan melainkan juga pola pikir masayarakatnya dengan mendistorsikan sejarah lewat penulisan ulang sejarah dan penjajahan berita.

Dari hasil penulisan ulang sejarah, akan berdampak tebentuknya perubahan sistem keimanan dan tingkah laku sosial – politik dan berbudaya. Yang selanjutnya memihak penjajah.

6 “Theorie Receptie”: Mengutamakan hukum adat diatas syariat

Sebagai seorang etnolog yang memiliki pengalam riset di berbagai daerah Snouck mengembangkan suatu gagasan tentang perlunya mendorong “adat-adat”lokal. Snouck memandang bahwa upaya untuk mengurangi militansi dan keteguhan keagamaan orang-orang Islam maka perlu dibangun instrumen rivalitas dengan hukum Islam.

Pembangunan rivalitas antara hukum adat dan hukum syariat ini pula yang menjadi bagian dari politik Devide et impera.

Pemerintah kolonial harus bisa memanfaatkan adat kebiasaan yang berlaku dan membantu menggalakkan rakyat agar tetap berpegang pada adat tersebut.

Snouck berupaya agar hukum Islam menyesuaikan dengan adat istiadat dan kenyataan politik yang menguasai kehidupan pemeluknya. Islam jangan sampai mengalahkan adat istiadat.

“Theorie Receptie” disarankan memanfaatkan kelompok Elite Priyayi dan Islam Abangan untuk meredam kekuatan Islam dan pengaruhnya di masyarakat. Kelompok ini paling mudah diajak kerjasama karena ke- Islaman mereka cenderung tidak memperdulikan tegaknya syariat Islam.

Sementara Kaum pribumi yang telah mendapat pendidikan bercorak Barat dan telah terasosiasikan dengan kebudayaan Eropa, harus diberi kedudukan sebagai pengelola urusan politik dan administrasi setempat. Termasuk pendirian orgnisasi semacam budi oetomo

Snouck seakan-akan menunjukkan diri sebagai tokoh Belanda yang moderat, membela hak-hak keagamaan umat Islam, melindungi peribadatan dari pelarangan pemerintah Belanda. Namun bila dianalisis lebih dalam apa yang dikemukakan Snouck justru melemahkan sendi-sendi kehidupan umat Islam khususnya di bidang hukum dan politik.

Menurut kamu, benarkah dampak dari pemikiran snouck hurgronje tersebut masih terasa hingga saat ini?

Sumber Rujukan

1. Patria, Nezar dan Andi Arief. 2003. Antonio Gramschi; Negara dan Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baso, Ahmad. 2005. Islam

2. Pascakolonial; Perselingkuhan Agama, Kolonialisme dan Liberalisme. Bandung: Mizan.

3. Ernas, Saidin. 2001. Pendapat Snouck Hurgronje tentang Islam di Indonesia dan Iplikasinya terhadap Susunan dan Kekuasaan Peradilan Agama, IAIN  Bandung.

4. H.T, Faruq. 2007. Belenggu Pasca Kolonial: Hegemoni dan Resistensi dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

5. Hurgronje, Sonuck. 1985. ACEH; di Mata Kolonialisme, Jilid I dan II. Jakarta: Yayasan Soku Guru. _. 1996. Kumpulan Karangan Snouck Hurgronej, Jilid III, IV, V, VII dan XII. JakartaINIS.

6. Lev, Daniel S. 1990. Hukum dan Politik di Indonesia; Kesinambungan dan Perubahan. Jakarta: LP3S.

7. Noeh, Zaini dkk. 1983. Sejarah Singkat pengadilan Agama di Indonesia. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

8. Noer, Deliar. 1996. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: PT. Pustaka LP3S Indonesia.

9. Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Postkolonialisme Indonesia Relevansi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

10. Steenbrink, Karel A. 1984. Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.

11. Suminto, Aqib. 1985. Politik Islam Hindia Belanda. Jakarta: LP3ES.

12. Van Koeningsvald. 1989. Snouck Hurgronje dan Islam, Delapan Karangan tentang Hidup dan Karya Seorang Orientalist Zaman Kolonial. Jakarta: PT. Grimukti Pusaka.

13. Woodward, Mark R. 1998. Indonesia, Islam dan Oriantalisme; Sebuah Wacana yang Melintas, Pengantar dalam “Jalan Baru Islam”. Bandung: Mizan.

14. Ahmad mansyur suryanegara, Buku Api sejarah


Sumber: deerham.com/strategi-snouck-hurgronje-membentuk-sekularisme/
05:23 | 0 comments | Read More

Pernah Jadi Ketua OSIS? Mulai 2018 Dapat Undangan Khusus Masuk IPB

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Monday, November 27, 2017 | 10:36

Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana menambah sistem penerimaan calon mahasiswa baru berupa jalur undangan khusus dengan sasaran siswa-siswi SMU atau sederajat yang menjabat sebagai ketua Organisasi Siswa Intera Sekolah (OSIS) pada tahun ajaran 2018/2019 mendatang.

"Tahun ajaran mendatang, kami akan menambah satu kebijakan penerimaan calon mahasiswa baru IPB, melalui jalur undangan khusus untuk para pelajar yang menjabat ketua Osis di sekolahnya," kata Rektor IPB Terpilih (2017-2022), Dr Arif Satria, Selasa 22 November 2017.
BERITA TERKAIT

Dengan demikian, lanjut dia, IPB akan menambah kuota calon mahasiswa baru yang selama ini masuk melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

"Kuota yang kami siapkan untuk jalur undangan khusus Ketua OSIS, sebesar 10 persen, sama halnya dengan undangan mahasiswa utusan daerah, jalur mandiri, dan jalur lainya," tuturnya.

Seleksi masuk calon mahasiswa dari jalur undangan bagi para ketua OSIS ini menjadi target IPB karena tidak sedikit pelajar yang menjabat sebagai ketua OSIS di SMA/sederajat tidak memiliki prestasi akademik yang bagus.

"Tidak sedikit para Ketua OSIS adalah siswa yang berprestasi dalam bidang akademik. Mereka itu punya prestasi lain yakni memiliki jiwa leaderships," katanya.

Karena pada saat pelajar tersebut dipilih dan menjabat sebagai Ketua OSIS, secara tidak langsung siswa tersebut dianggap memiliki kemampuan mengelola ataupun mengorganisir sebuah organisasi dengan baik.  "Jabatan Ketua OSIS itu harus tetap jalan dengan berbagai kegiatan baik meski tanpa sokongan dana, tapi mereka tetap bisa eksis," katanya.

Arif yang saat ini masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB ini juga menjelaskan alasan menambah sistem penerimaan mahasiswa baru di kampusnya, yakni untuk melahirkan sosok generasi penerus bangsa yang unggul dalam leadership.

"Karakter leadership ini sangat dibutuhkan oleh IPB sehingga ke depannya semua mahasiswa yang bergabung di IPB bukan hanya unggul dan berprestasi dalam bidang akademik akan tetapi juga siap untuk menjadi pemimpin baik diperusahaan maupun masyarakat. IPB ke depa harus menjadi kampus inovasi yang berbasis teknologi," tuturnya.

Penerimaan calon mahasiswa baru IPB tahun ajaran 2018 /2019 lalu, juga memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki kemampuan menghafal Alquran berupa Jalur Seleksi Prestasi Internasional dan Nasional (PIN), selain jalur SBMPTN dan SMPTN.

Sumber: Okezone
10:36 | 0 comments | Read More

Gaul Zaman Now

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, November 21, 2017 | 11:34


Gaul Zaman Now
Bukan cuma punya follower ratusan, subscribers ribuan tapi juga dikenal para penduduk langit melalui majelis ilmu.

Gaul Zaman Now
Bukan cuma punya titel panjang, tapi juga paham cara terbaik berinteraksi dengan Tuhannya.

Alhamdulillah, Islamic Sunday Edisi November is Back!

📌 Apa Tema kajiannya??

👉🏻 UAS Terbaik Dalam Hidupku
📑 Ahad, 26 November 2017
⌚ 09.00 WIB - Selesai
🏠 Aula Toko Rabbani Cipanas (Lantai 2)
🗣 Oleh Irwan Kurnia Alam (Aktivis Pendidikan dan Pemerhati Pendidikan Remaja)

📌 Gimana cara gabungnya?
🔹  Bisa langsung datang k tempat Islamic Sunday
🔹 Bisa gabung grup WA dengan japri kontak d info

Yuk sebar info ini ke teman temanmu....
"Barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”
HR. Muslim

~~~~~~~~~
Islamic Sunday YPR Mentari Cianjur
"Save our young generation with Islam"

More information
☎ WA : 0856-7998-228
📲 Facebook : Ypr Mentari Cianjur
📸 Instagram : @ypr_mentari
🌎 website : yprmentari.or.id
11:34 | 0 comments | Read More

Studi Banding Manajemen Masjid Jogokariyan Jogjakarta

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, November 15, 2017 | 12:18


Oleh Yayasan Bina Masjid Kota Depok
Edit by Admin Situs www.yprmentari.or.id

I. Pendahuluan/Pengamatan sekitar masjid Jogokryan Jogja 
  1. Sholat subuh meluber sampai ruang masjid tidak muat 
  2. Masyarakat berdatangan sholat ke masjid dari rumah-rumah serta gang-gang dan sebagainya nampak semangat ibadahnya 
  3. Ba’da sholat subuh, semua jamaah di kasih sarapan bubur terus ikut mendengarkan kajian subuh (materi kali ini tentang manajemen masjid/studi banding)   
  4. Saat ini yang studi banding ada dari 10 daerah 
  5. Masjid mendapatkan predikat terbaik Se-Indonesia 
  6. Karena banyaknya kunjungan studi banding, menggairahkan ekonomi masyarakat sekitar seperti guest house, hotel, lapak2 rumah makan besar kecil, butik-butik.  Serta Toko buku & herbal, biro perjalanan, dan sebagainya.
II. Tentang Pengurus Masjid 
  1. Memahami Masjid sebagai tempat ibadah diperlukan: Pertama, Kenyamanan dalam beribadah, seperti Imam yang mumpuni, banyak hafalan dan fasih bacaannya. Kedua Tempat wudlu dan toilet harus selalu bersih. Ketiga, Tempat Sholat nyaman: misal karpet, kipas angin dan AC. Keempat, Pengurus menjamin keamanan di masjid, utamanya sandal kalau sampai ada yang hilang akan diganti. 
  2. Keberhasilan masjid diawali dari Pengurus yang benar-benar menjadi Pegawai Allah. Tidak merasa berkuasa dan harus bisa memahami permasalahan dan apa maunya jamaah/masyarakat sekitar masjid
  3. Mindset pengurus masjid/majelis taklim yg perlu diluruskan.  Bahwa Pengurus  adalah pegawai Allah. Pegawai adalah pelayan yg bekerja untuk kepentingan majikannya. Siapakah majikan pengurus masjid/taklim? Allah SWT. 
  4. Penyakit yg ada pada pengurus masjid/taklim adalah mereka sebagai Penguasa, sehingga ini yang mesti kita luruskan cara berfikir kita tentang pengurus masjid/taklim. 
  5. Pengurus Masjid harus bisa memberikan suri tauladan kepada Jamaah. 
  6. Menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap masjid bukan kelompok tertentu.
  7. Masyarakat sekitar masjid harus selalu dilibatkan sehingga mampu menimbulkan rasa memiliki masjid. 
  8. Mengutamakan target jumlah jamaah yang hadir ke masjid. Harus selalu maksimal. 
  9. Misi menjadikan masjid ramai dan berkah, pemersatu umat. 
  10. Pengurus harus bisa memahami apa permasalahan jamaah/masyarakat sekitar masjid. Apa maunya jamaah dan menghadapi semua dengan iman ikhlas & sabar. Misal : 
  • WC terbuka, siapa saja boleh menggunakan. Tidak ada orang ke WC yang iseng, sebab mereka terpaksa ke WC. Resikonya apa sih? Kotor atau keran air rusak, yah itulah tugas kita sebagai pegawai. Kalau barang rusak atau hilang beli lagi. insya Allah ada titik ada keluarnya. 
  • Keinginan BAB dan BAK adalah kebutuhan dasar dan sifatnya terpaksa, sehingga bisa dikatakan zholim pengurus masjid yang mengunci pintu toilet masjidnya, bahkan  sering memunculkan mudharat yg besar yaitu ada yang BAB dan BAK di sembarang tempat 
  • Tukang becak pakai WC dan tidak ikut solat, kita merasa jengkel. Berarti masih ada penyakit dalam hati kita/pengurus masjid. Padahal hidayah itu hak prerogatif Allah. Kita baru satu cara saja sudah memaksa Allah untuk memberi hidayah pada mereka padahal nabi-nabi sudah 1001 cara untuk menasehati kerabat terdekatnya, namun mereka tetap tak beriman. 
  • Insya Allah jika kita serius semaksimal mugkin sebagai pegawai Allah maka Pemilik Masjid yang sesunguhnya Allah SWT pasti memperhatikan kita, tidak musti berwujud materi.
III Bagaimana Agar Sukses 
  1. Pengurus masjid harus tahu problematika jamaah masjidnya. Upaya memberikan solusi kepada masalah masyarakat, misalkan: memberi makan, menjamin pendidikan, dan sebagainya. Sehingga perlu pendataan kebutuhan masyarakat (program berdasarkan data dari masyarakat).
  2. Program masjid berdasarkan kebutuhan masyarakat bagaimana memberikan gambaran ke jamaah bahwa masjid itu tempat yang nyaman.  
  3. Program masjid juga berdasarkan ukuran kinerja, bukan biaya. Karena prinsipnya ketika masjid itu makmur maka biaya akan tertutupi dan campur tangan Allah jelas sekali. 
  4. Secara khusus mengadakan imam sholat yang secara bacaan hafal 30 Juz dan menarik enak di dengar. 
  5. Sarana prasarana juga di upayakan di lengkapi dengan baik tentu dengan melibatkan jamaah juga. Ada yang unik yaitu ada semacam program asuransi sepatu sandal, jaminan penggantian jika hilang. 
  6. Semua segmen usia ada kajian masing-masing dan khusus remaja masjid dibentuk lembaga otonom. 
  7. Fasilitas masjid juga di persilahkan untuk di pakai acara kemasyarakatan (tentu ada adab-adab dasar yang di sepakati jika mau pakai fasilitas masjid), misalkan : berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan nasional kebangsaan seperti 17 Agustus, Nonton bareng dan sebagainya. Prinsipnya memberi manfaat dan menghindari masyarakat dari berbuat yang makruh dan haram. 
  8. Dalam periode tertentu , kepengurusan masjid baru di pilih dengan melibatkan masyarakat sehingga masyarakat merasa memiliki masjid. Ternyata partisipasi keikutsertaan masyarakat melebihi partisipasi mereka dalam pilpres. 
  9. Kepengurusan dibuat yang lengkap dan detail (sesuai kebutuhan berdasarkan data), di sini ada 30 bidang supaya penanganan lebih maksimal (dan adanya keterlibatan yang banyak menumbuhkan tanggung jawab partisipasi). Misal ada biro muadzin, biro imam, biro golongan darah dan sebagainya.  
  10. Optimalisasi remaja masjid (Pemuda-pemuda yg inovatif menyikapi perkembangan teknologi informasi). Memberikan ruang yang seluas luasnya buat remaja masjid untuk membantu, berkreasi dan berkreatifitas namu  dengan penuh tanggung jawab dan pengurus inti tetap melakukan pendampingan ke mereka dan mengadakan pembinaan karakter & pemahaman agama & dakwah agar tetap terjaga juga stock untuk regenerasi kedepannya. 
IV Langkah strategis dalam membangun dakwah masjid 
  1. Tentukan wilayah kerja dakwah (untuk prioritas program), misal area kampung tertentu atau area keluarahan tertentu dan sebagainya. 
  2. Database jamaah di wilayah kerja dawah tersebut atau potret jamaah (data di buat selengkap dan sedetail mungkin mencakup kebutuhan-kebutuhan dakwah). 
  3. Penyusunan program roadmap kegiatan masjid berdasarkan 2 hal diatas dan dalam pelaksanaannya di lakukan dengan kerja ikhlas, sabar, keras, cerdas, tuntas (data sesuai kebutuhan, misal : Data kemampuan sholat, baca quran, golongan darah. Sehingga ada program mensholatkan orang hidup secara “silent program”). Membuat program yang kreatif membangkitkan semangat jamaah untuk beribadah sholat berjamaah.  
  4. Pengurus masjid harus punya pemahaman bahwa mereka adalah pegawai Allah, sehingga yang ada adalah sikap melayani yang mumpuni kepada jamaah tanpa pamrih, penuh kesabaran. Tidak ada pemberian penghasilan kepada pengurus masjid terkecuali mereka yang memang di angkat sebagai pegawai untuk mengurusi keseharian masjid. Ketika pemikiran pengurus masjid merasa sebagai pegawai Allah maka pengurus menjadi lebih tanggung jawab dan kerja penuh keshabaran, tawakal, keteladanan dan mengedepankan ukhuwah dan kenyamanan jamaah untuk ibadah 
  5. Masjid bersifat terbuka, menghargai perbedaan yang sesuai syariat, tidak berafiliasi pada organisasi tertentu atau jamaah dakwah tertentu dan berupaya memfasilitasi berbagai ibadah yang berbeda, misalkan : Memfasilitasi jamaah yang mau sholat tarawih 11 rakaat dan 23 rokaat, Tetap memberikan ta'jiL buka puasa bagi jamaah yang secara pilihan hari Iedul Fitri nya berbeda. 
  6. Jika Masjid berafiliasi kepada satu ormas tertentu namun dalam prakteknya hendaknya tetap mengakomodir ormas/golongan lain karena masjid untuk dimakmurkan bukan untuk dikuasai. Sehingga saling kontribusi bukan saling menguasai, siapapun boleh berkontribusi. 
  7. Konsep ukhuwah harus tertanan kuat ke bawah dan keteladanan dari pengurus. Memberikan peluang kepada semua kelompok jamaah. Ada tahlil, ada kajian-kajian ilmiah. namun jangan menyalahkan dan atau membid'ah kan jamaah lain. 
  8. Dalam sisi penggalangan dana, Takmir cukup berani dengan meniadakan donatur tetap. Dana dari luar negri dan sebagainya namun membuka seluas luasnya infaq warga melalui kotak kotak masjid atau warga yang mau sumbang langsung ke sekretariat.  Dana sepenuhnya di keluarkan untuk kebutuhan kemakmuran masjid yang membuat jamaah menjadi nyaman ibadah di masjid, namun bukan berarti kas masjid harus NOL .
  9. Pengelolaan dana masjid yang efektif dan efisien. Filosofi saldo nol maksudnya adalah jangan sampai dana besar terlalu lama mengendap di bendahara. Intinya pemanfaatan dana masjid seefisien dan seefektif mungkin. Misal : jika ada warga yang tidak sekolah SMP SMA maka itu tangung jawab masjid juga 
  10. Database jamaah di peroleh dari sensus jamaah dikumpulkan saat pemilihan kepengurusan baru dan melibatkan pula remaja masjid untuk bergerak. Ada data yang sifatnya isian, ada juga data yang sifatnya penyataan langsung sehingga di catat. 
#Berbagai Opini tentang Fungsi Masjid : 
Fungsi masjid secara garis besarnya ada 3 yaitu : 
  1. Fungsi Tarbiyah (pembinaan : adanya kesinambungan dalam pembinaan keislaman di semua level generasi) 
  2. Fungsi Ijtimaiyah (secara koordinatif berkhidmat untuk ikut menyelesaikan problematika umat) 
  3. Fungsi Ubudiyah (berkhidmat untuk kenyamanan ummat dalam ibadah) 
* Diresume / kompilasi dari berbagai catatan yang di share peserta Studi Banding
* Berharap tidak mengurangi Inti dan Makna dari Taujih yang di sampaikan oleh Pihak DKM Jogokaryan Jogja
12:18 | 0 comments | Read More